Indonesian Super League 2010/2011 The Summary I

Musim 2010 / 2011 Liga Super Indonesia ( LPI ) tamat. Kemarin ( 19/06 ) adalah pertandingan penutup musim yang banyak diwarnai banyak cerita. Mulai dari kisruh PSSI, klub – klub yang ngos – ngosan kehabisan dana sampai “pengkhianatan” tiga klub LSI yang hijrah ke LPI yang menyebabkan LSI hanya diisi 15 klub dan musim ini tidak ada degradasi tetapi playoff degradasi yang akan dimainkan Bontang FC vs Persidafon Dafonsoro hari Kamis nanti ( 23/6 ). Namun musim ini ditutup dengan sempurna tanpa gangguan berarti.

Musim ini, Boaz Solossa menasbihkan diri sebagai striker tertajam dengan raihan 22 gol. Hal ini bisa jadi merupakan sesuatu yang melegakan Boaz, karena 2 tahun sebelumnya, dia harus berbagi tempat dengan Christian “el loco” Gonzalez dipuncak top skor.

Ini juga merupakan pelengkap dari gelar juara LSI 2010/2011 yang diraih Persipura.

Arema Indonesia, juara tahun lalu, menjalani musim ini dengan berbagai keterbatasan. Semuanya diawali dari masalah dana. Hengkangnya pelatih musim lalu, Robert Rene Albert, dan kapten Pierre Njanka juga dikarenakan masalah dana. Tunggakan gaji menjadi sesuatu yang akrab bagi Noh Alam Shah CS. Pun begitu mereka harus berjuang di Liga Champion Asia yang berakhir menyedihkan bagi mereka. Jadi lumbung gol dan hanya sekali meraih hasil imbang. Tapi tidak ada yang menyalahkan mereka, karena semua tahu mereka telah lelah secara mental akibat ketidakpastian pembayaran gaji.

Masih beruntung ditengah keletihan mereka bisa finish sebagai runner up unggul selisih gol atas Persija Jakarta diposisi 3 yang mengumpulkan poin sama, 52.

Hal sama dialami Deltras Sidoarjo dan Bontang FC. Deltras tengah dalam ketidakpastian status dan juga kehabisan dana, mereka finish diposisi 13 dengan 29 poin. Bagi Bontang FC posisi paling buncit, posisi 15, adalah refleksi keletihan pemain. Hanya meraih 3 kemenangan dan tim yang paling banyak kebobolan dengan 79 gol, dipertandingan kemarin (19/6) mereka dihajar 8 – 0 oleh Arema, tim asuhan Fahcry Husaini ini beruntung tidak langsung terdegradasi. Namun seperti halnya Arema, Bontang FC tetap gigih berjuang dilapangan hijau, walau hasilnya tak semanis Arema. 15 gol Kenji Adachihara yang menempatkannya diposisi 4 topskor setidaknya menjadi pelipur lara.

Musim ini juga ditandai dengan pemecatan pelatih. Persib Bandung memecat Daniel Darko Janackovic bahkan sebelum musim dimulai, asistennya Jovo Cuckovic yang menjadi caretaker kemudian dipecat juga karena awal musim yang buruk, penggantinya Daniel Roekito membawa Persib finish diposisi 7 dengan 39 poin. Pencapaian yang mengecewakan bobotoh padahal musim lalu mereka diperingkat 4.

Persiba Balikpapan memecat Ahmad Junaidi karena posisi klub diklasemen tidak memuaskan manajemen, asistennya Hariadi yang akhirnya memimpin sampai akhir musim dan mendarat diposisi 10 dengan 34 poin. Sebuah finish yang buruk karena musim lalu mereka ada diperingkat ke – 3.

Sedangkan bagi Persijap, ketidakyakinan mereka terhadap kualitas pelatih asal Portugal, Alves Divaldo, membuat manajemen menunjuk pelatih yang menyebut dirinya “pelatih kampung”, Suimin Diharja. Performa klub Jepara ini naik turun dan akhirnya menetap diposisi 14 klasemen dengan 28 poin. Turun 5 peringkat dari musim lalu.

Tim badai pegunungan, Persiwa Wamena, semakin kehilangan tajinya. 2 tahun yang lalu mereka ditakuti dikandang, karena selalu sulit dikalahkan. Tahun 2008 mereka menjadi runner up, musim 2009 mereka diposisi 6 dan musim 2010/2011 mereka tutup dengan peringkat 8 dengan raihan 38 poin.

Musim ini menjadi titik rendah bagi beberapa tim termasuk PSPS Pekanbaru. Materi pemain yang hampir sama musim lalu, Abdurrahman Gurning gagal mengangkat performa timnya seperti musim lalu sebagai tim promosi yang bisa bertahan diperingkat 7 diakhir kompetisi. Duet striker Herman Dzumafo dan M.Isnaini pun tak setajam musim lalu, alhasil peringkat 11 diklasemen LSI 2010/2011 dengan poin 33 mereka huni diakhir kompetisi.

Musim tak sesuai harapan juga dialami Sriwijaya FC. Paling aktif dalam bongkar pasang pemain, karena para pemain silih berganti masuk ruang perawatan, yang pada akhirnya performa klub ini nampak sangat tergantung pada performa Keith Kayamba Gumbs. Musim 2010/2011 masih tersisa 2 pertandingan namun Ivan Kolev nampaknya sudah tidak akan di Palembang lagi musim depan. Walau ada diklasemen akhir ada diposisi 5 dengan 46 poin naik 3 peringkat dibandingkan musim lalu, namun nampaknya Sriwijaya sudah siap berbenah besar – besaran untuk musim depan.

Bagi Laskar Joko Tingkir, Persela Lamongan, rasanya musim 2010/2011 masih mengulang musim 2009/2010. Musim lalu mereka diperingkat 14 musim ini diakhiri dengan berada diperingkat 9 dengan poin 37.

Henri Susilo, pelatih Persisam Samarinda, mungkin bisa agak sedikit bernapas lega, karena Persisam naik peringkat diakhir kompetisi sebanyak 6 tingkat dibanding musim lalu. Mereka mengakhiri kompetisi di posisi 6 dengan nilai 42.

Terulangnya raihan musim lalu dialami Persija Jakarta dan Pelita Jaya. Persija dimusim 2009/2010 finish diperingkat 5 dengan poin 52. Musim ini pun poin mereka 52 namun naik peringkat ke posisi 3. Rahmad Darmawan setidaknya membawa tim ini konsisten.

Pelita Jaya tetap konsisten berada dipapan bawah. Pamor sebagai klub papan atas diera 90-an belum bisa terulang. Musim lalu mereka menempati peringkat 15 dengan nilai 39, sedangkan musim ini mereka berada diposisi 12 dengan nilai 29.

Rasanya Nil Maizar layak dinominasikan sebagai pelatih terbaik LSI 2010/2011. Semen Padang dibawanya mampu bertarung dipapan atas walau bermaterikan pemain yang sama musim lalu di divisi utama. Akhir kompetisi Semen Padang berhasil finish diperingkat 4 dengan 48 poin.

Sedangkan Jacksen F Tiago melakukan revans manis terhadap Arema. Musim lalu mereka hanya kebagian jadi runner up, musim ini tak ada yang bisa menghentikan Persipura. Mereka mampu berlari kencang finish duluan sebelum kompetisi berakhir. Persipura berpesta karena Trophy LSI kembali ke pangkuan mereka setelah musim lalu diambil Arema. Predikat sebagai tim tersubur dan tim dengan pertahanan terbaik juga berhasil diraih Mutiara Hitam. Finish diperingkat pertama dengan 60 poin adalah sebuah harga yang pantas bagi kemilau tim Papua ini.

Musim 2010/2011 terjadi penurunan peraihan poin pada semua klub LSI. Ini dikarenakan Persema Malang, Persibo Bojonegoro, dan PSM Makassar “pindah” ke LPI sehingga poin kemenangan atau seri yang didapat 15 klub LSI atas ketiga tim ini dihapuskan.

Bontang FC menjadi tim dengan pertahanan terburuk karena kebobolan 79 gol. Sedangkan Persijap Jepara menjadi tim yang mandul musim ini karena hanya mampu melesakkan 28 gol ke jala lawan, terkecil diantara 15 klub LSI. Sementara sang juara Persipura menjadi tim paling produktif dengan catatan 63 gol dan tim dengan pertahanan terbaik hanya kemasukan 23 gol.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s