Indonesia Super League 2010/2011 The Summary II

Memulai The Summary II Liga Super Indonesia 2010 / 2011 saya ingin menyorot “The Big Spender” alias klub paling boros selama musim 2010 / 2011. Ada 2 klub yang menyita perhatian dengan investasi jor – joran disektor pemain dan pelatih. Sayangnya besarnya biaya tidak sebanding dengan prestasi.

Sriwijaya FC memulai musim dengan mengontrak eks pelatih Indonesia & Myanmar, Ivan Venkov Kolev. Nilai kontrak resmi pelatih asal Bulgaria tersebut tidak pernah diungkap ke publik, hanya diberitakan bahwa nilainya tidak jauh dengan kontrak Rahmad Darmawan, Pelatih Sriwijaya sebelumnya. Menurut kabar nilai kontrak Ivan Kolev berkisar pada angka 1 Miliar Rupiah.

Dana sebesar 3,8 Miliar rupiah juga disiapkan sebagai modal Ivan Kolev membangun skuad. Kolev segera membawa bintang – bintang timnas Indonesia ke timnya. Firman Utina dari Persija , Okto Maniani dibeli dari Persitara, Budi Sudarsono dari Persib, Fauzal Mubaraq didatangkan dari Persela untuk melapis Ferry Rotinsulu, Supardi dan M.Ridwan didatangkan dari Pelita Jaya , Mahyadi Panggabean dari Persik Kediri, Rahmat Latief dari Persiram Raja Ampat, Ardiles Rumbiak menjadi bagian skuad Ivan Kolev.

Ditambah suntikan pemain asing, Park Jung Hwan ( Korea Selatan ), Claudiano Alves ( Brazil ), Thierry Gathuessi ( Kamerun ). Ivan Kolev justru membuang roh lapang tengah Sriwijaya dimasa Rahmad Darmawan, Zah Rahan Krangar. Charis Yulianto, Tony Sucipto, A.A Ngurah Wahyu, Oktavianus, Muhammad Nasuha mengikuti jejak Zah Rahan.

Awal kiprah skuad baru bertabur bintang ini memang manis karena berhasil juara di turnamen pramusim Inter Island Cup 2010 dan Community Shield 2010.

Namun ketika musim memasuki perjalanannya, Sriwijaya justru menurun. Cederanya beberapa pemain andalan, membuat Ivan Kolev kebingungan. Belum lagi performa striker Park Jung Hwan justru tidak sebaik musim lalu. Park pula tercatat sebagai pemain pertama yang terdepak dari Sriwijaya ditengah musim.

Silih bergantinya para pemain masuk ke ruang perawatan, membuat Kolev kembali mencari pengganti mereka. Rudi Widodo masuk dari Pelita Jaya. Tetap performa lini depan tak membaik, walau ada Budi Sudarsono dan Keith Kayamba Gumbs.

Jendela transfer ke II dimanfaatkan Sriwijaya untuk mendatangkan beberapa pemain baru. Kim Young Hee dipinjam dari Persiba Balikpapan, Lim Jung Sik pemain Korea Selatan juga dibeli. Jajang Mulyana juga dipinjam dari Pelita Jaya untuk melakukan tambal sulam.

Namun performa tim di LSI tetap tidak mengalami peningkatan drastis. Sebaliknya mereka bisa lolos ke 16 besar AFC Cup walau performa tim naik turun. Meski kemudian gagal karena kalah oleh Chonburi di 16 besar.

Jika dilihat, Kolev rupanya tidak bisa menghilangkan ketergantungan permainan terhadap beberapa sosok pemain. Keith Gumbs adalah striker yang tidak pernah istirahat musim ini. Lini belakang Kolev sangat bergantung kepada duet Claudiano Alves – Thierry Gathuessi. Jika salah satu dari mereka absen, lini belakang Sriwijaya keropos.

Peringkat ke – 5 diakhir kompetisi sangat mengecewakan mengingat tim ini dihuni banyak bintang timnas Indonesia. Maka tak aneh, jika kompetisi belum usai tapi isu pengganti Kolev sudah ramai dibicarakan.

Satu catatan yang cukup baik adalah munculnya pemain muda dibawah binaan Kolev seperti Mahadirga Lasut dan Rendi Siregar yang sebelumnya membela PSM.

Mahadirga Lasut

Big Spender lainnya adalah tim yang didanai konsorsium pengusaha, Persib Bandung. Persib sudah dilanda banyak masalah sejak pramusim. Penunjukan Daniel Darko Jankovic, asal Prancis membawa kabar tak sedap. Umuh Muhtar selaku Manager Persib tidak setuju dengan pemilihan Danier Darko Jankovic. Daniel Darko Jankovic sendiri kabarnya dipilih oleh salah satu anggota konsorsium.

Daniel Darko Jankovic

Reputasi Daniel Darko Jankovic yang tidak populer menambah kegalauan para bobotoh yang sebelumnya melihat adanya clash dimanajemen Persib dengan masuknya Darko Jankovic.

Perselisihan ini akhirnya merembet kepada tingkah laku pemain. Kekalahan 0 – 6 atas Sriwijaya FC di Inter Island Cup menjadi jalan untuk mendepak Daniel Darko Jankovic. Persib adalah tim pertama yang mengganti pelatih di LSI 2010/2011.

Karena pembukaan Liga sudah mepet maka Persib menunjuk Jovo Cuckovic, yang merupakan asisten Daniel. Jovo Cuckovic hanya memimpin Persib sampai empat laga. Ambruknya performa Persib diawal Liga membuat manajemen mencari pelatih baru. Sedangkan target Persib musim 2010/2011 adalah menjadi juara.

Beberapa nama pelatih muncul sebagai kandidat. Namun akhirnya pilihan dijatuhkan kepada Daniel Roekito yang sudah kenyang pengalaman di Liga Indonesia dan pernah membawa Persik Kediri juara.

Daniel Roekito

Lucunya Jovo Cuckovic yang sebelumnya dinilai mengecewakan ditunjuk menjadi Direktur Teknik Persib Bandung. Jadi secara hierarki organisasi Jovo ada diatas Daniel Roekito. Meski sampai akhir musim nama Jovo tak terdengar lagi.

Kekisruhan ini digambarkan secara jenaka dalam sebuah majalah humor asal Bandung, yang menyebut bahwa Persib memilih pelatih hanya untuk dipecat dan menunjukkan kekuatan keuangan Persib.

kekacauan ini merembet kepada permainan Persib. Persib musim 2010/2011 mendatangkan Pablo Frances dari Persijap, Baihakki Khaizan dari Persija, Rahmat Affandi dari Arema Indonesia, Siswanto dari Persema Malang, Shahril Ishak dari Home United Singapura, Isnan Ali didatangkan dari Sriwijaya FC. Mereka melengkapi skuad Persib sebelumnya.

Akan tetapi, Persib seperti sudah kehabisan tenaga akibat kisruh manajemen. Semua pemain baru tersendat untuk menampilkan permainan terbaik. Pablo Frances yang sangat dinamis ketika di Persijap, seperti buntu di Persib. Baihakki Khaizan menjadi titik lemah dilini belakang, penampilan Markus Haris Maulana, kiper Timnas, bak roller coaster. Christian Gonzalez pun kesulitan mencetak gol. Shahril Ishak gagal memperlihatkan kelasnya.

Kondisi seperti ini membuat Persib merombak skuad menjelang putaran II Liga. Abanda Herman didatangkan Persib bersama Miljan Radovic dari OFK Petrovac dan Matsunaga Shohei dari Ehime FC Jepang.

Baihakki Khaizan dan Shahril Ishak didepak, Pablo Frances dipinjamkan ke Persikab.

Awal yang buruk terbawa sampai ke akhir. Persib kesulitan naik diklasemen karena kondisi mereka musim ini sudah tidak kondusif sejak dari pramusim. Belum lagi ditambah kabar “ulah – ulah” para pemain yang membuat kondisi tim semakin semrawut.

Posisi ke 7 diklasemen akhir sangatlah mengecewakan para bobotoh. Tidak sejalan dengan derasnya dana untuk Persib Bandung. Kabar terakhir manajemen membebaskan pemain untuk memilih musim depan apakah akan pindah atau tetap di Persib.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Indonesia Super League 2010/2011 The Summary II”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s