Indonesian Super League 2010/2011 The Summary III

Biasanya yang paling menarik ketika sebuah kompetisi usai adalah munculnya bintang – bintang baru yang akan menjadi daya tarik kompetisi dimasa yang akan datang.

Liga Super Indonesia 2010/2011 memunculkan nama – nama baru yang kelak bakal menjadi tulang punggung timnas dengan catatan bila konsisten dan mampu menjaga, meningkatkan kualitas permainan.

Zulham Zamrun dari Persela Lamongan layak membawa predikat bintang baru di LSI. Penampilannya yang mulai terpantau sejak putaran II mampu mengangkat Persela. Pemain yang berposisi sebagai striker ini sering diduetkan dengan Redouane Barkaoui, tetapi kala striker asal Maroko itu absen, Zulham tidak canggung untuk tampil sendiri. Dia tetap menjadi ancaman bagi gawang lawan, dan sejak dari putaran II Zulham menunjukkan ketajamannya (6 gol ) yang berbuah pemanggilan ke seleksi timnas U-23.

Zulham Zamrun ( Seragam Biru )

Zulham tidak sendiri, karena Persela masih punya Ferry Ariawan, gelandang tengah, yang punya mobilitas tinggi. Gol Ferry yang dicetak ke gawang Persib (16/06) dibuat lewat skill dan insting yang tajam.

Persijap punya Riski Novriansyah sebagai bintang muda. Striker kelahiran tahun 1989 ini punya postur ideal sebagai striker, ditopang kecepatan dan olah bola yang cukup lumayan. Pelatih Suimin Diharja pun “memarkirkan” striker senior Gendut Doni dan memberikan peran yang besar bagi Riski dengan menduetkannya bersama Alberto “beto” Goncalves sejak putaran II dimulai.

Riski Novriansyah

Walau Bontang FC terpuruk musim ini, namun keberanian pelatih Fachry Husaini untuk memasang darah – darah muda ditimnya layak diacungi jempol. Dari sekian pemain muda, saya terkesan dengan tiga nama.

Marchellino Mandagi, Yoga Eka Hera dan Fadhil Sausu. Marchellino dan Eka Hera beroperasi dibagian pertahanan. Marchellino menjadi centre back dan Eka Hera di wing back. Sedangkan Fadhil Sausu beroperasi ditengah.

Marchellino ditunjang postur tinggi dalam melaksanakan tugasnya menghalau serangan lawan. Sejauh ini dia cukup tangguh. Hanya sayang kelemahan Bontang Fc musim ini terletak pada lemahnya koordinasi lini belakang, tetapi Marchellino layak mendapat predikat bintang muda.

Marchelino Mandagi

Eka Hera diposisi kanan bek, cukup rajin melakukan penetrasi ke daerah pertahanan lawan. Walau posturnya tubuhnya kecil, namun punya kecepatan yang cukup merepotkan pertahanan lawan.

Saya terkesan dengan Fadhil Sausu ketika dia mencetak gol lewat tendangan bebas pada Derby Borneo antara Persisam vs Bontang FC. Pemain kelahiran 1985 ini sangat tenang mengeksekusi tendangan bebas dengan akurasi yang menawan. Pemain yang banyak beroperasi disektor penyerangan ini adalah salah satu pilihan utama Fachry Husaini musim ini.

Vendry Ronaldo Mofu. Muda, berbakat, namun meledak – ledak. Dari laman http://www.liga-indonesia.co.id, vendry tercatat mengoleksi 10 kartu kuning musim ini yang menjadikan pemain kelahiran 1989 ini menjadi salah satu kolektor terbanyak kartu kuning. Gelandang serang milik Semen Padang ini punya kecepatan dan olah bola yang bagus. Ketajaman pun dia punyai, tetapi emosi mudanya masih sulit dibendung dan sering keluar lewat pelanggaran – pelanggaran terhadap lawan.

Joko Sasongko, striker kelahiran 1990 ini mencuat dalam skuad muda Pelita Jaya. Punya daya dobrak, ketajaman dan kecepatan. Joko menjadi tandem tetap M.Safee, striker Malaysia, “menyingkirkan” nama Walter Brizuela di line up Pelita. 6 gol menjadi jawaban kepercayaan pada striker muda ini.

Joko Sasongko

Titus Jhon Londouw Bonai, striker asal Persipura ini memang berbakat. Dribling yahud, mobilitas tinggi dengan kecepatan lari. 6 gol tercatat dicetaknya ke gawang lawan di LSI. Belum dengan gol yang dicetaknya diajang AFC Cup. Titus menjadi pilihan utama Jacksen Tiago setiap kali Persipura bertanding. Titus juga sudah menjadi pilihan utama di timnas U-23.

Persipura juga punya supersub. Lukas Wellem Mandowen, striker bertubuh mungil ini selalu menjadi pilihan jika terjadi kebuntuan dilini depan. Striker yang musim lalu masih bermain di LSI U – 21, kini naik derajat ke tim senior Persipura. 7 gol dicetak pemain kelahiran 1989 ini. Dia juga menunjukkan ketajamannya diajang AFC Cup.

Sriwijaya FC punya dua sosok pemain muda yang bersinar. Gelandang bertahan, Mahadirga Lasut dan bek tengah Gunawan Dwi Cahyo. Dirga Lasut layak menjadi bintang karena mampu membuktikan performa yang baik sepanjang musim kompetisi ataupun diajang AFC Cup. Dirga Lasut juga yang mencetak gol penentu kelolosan Sriwijaya ke babak 16 besar AFC Cup. Pemain ini sudah bersinar diajang Inter Island Cup dan dia mampu menunjukkan konsistensinya selama LSI 2010/2011.

Gunawan Dwi Cahyo, bek tengah Sriwijaya ini memang harus bersaing ketat untuk satu tempat dilini belakang Sriwijaya. Bek yang pada 2009 membela Persik Kediri ini menjadi pilihan di timnas U -23.

Itulah para young starlet yang masuk kedalam catatan saya. Masih banyak pemain – pemain muda lainnya bertebaran di klub LSI. Mereka harus berjuang keras untuk mendapatkan kepercayaan pelatih. Saingan mereka selain senior – senior juga para pemain asing yang sering lebih diberikan kepercayaan oleh para pelatih.

Kebanyakan para pemain muda yang muncul menempati posisi tengah atau depan. Untuk pemain belakang masih minim, sedangkan disektor penjaga gawang belum ada yang bersinar layaknya Kurnia Meiga.

sumber : http://www.liga-indonesia.co.id
berbagai sumber.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Indonesian Super League 2010/2011 The Summary III”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s