Selamat Berjuang PSSI Baru

Djohar Arifin Husin. Nama inilah yang diharapkan akan membawa perubahan nyata di induk organisasi sepakbola Indonesia PSSI. Djohar Husein terpilih menjadi ketua setelah menyingkirkan beberapa nama. Mantan sekjen KONI dan Staf Ahli Kemenpora ini didampingi Farid Rahman sebagai wakil ketua PSSI untuk masa jabatan 2011 – 2015.

http://www.jpnn.com

Djohar Arifin tidak maju tanpa pengalaman. Setidaknya dia pernah menjadi pemain sepakbola, wasit, dan bahkan menjadi ketua Pengda PSSI. Bekal yang lumayan cukup untuk membenahi persepakbolaan Indonesia.

Masalah yang harus pertama kali diselesaikan oleh duet baru ini adalah konflik K – 78 dan PSSI. Kabarnya mayoritas pendukung Djohar menginginkan para pengurus PSSI yang lama diganti semua. Padahal ada beberapa figur yang layak dan profesional dibidangnya.

Bukan tak mungkin perselisihan yang berujung pada gagalnya 2 kongres PSSI sebelumnya masih mungkin terjadi kembali pada kabinet yang baru. Djohar – Farid sendiri adalah calon alternatif K- 78 pasca kegagalan duet George Toisutta – Arifin Panigoro.

Maka inilah kemenangan K – 78 setelah lama mengobarkan “perang” kepada PSSI kabinet lama plus kepada Komite Normalisasi.

Menarik untuk disimak langkah Djohar – Farid ke depannya. Djohar sendiri telah berjanji melakukan perubahan. Dia menjanjikan pembinaan usia dini yang lebih terarah dan profesional. Djohar menargetkan satu pelatih bertaraf internasional di setiap kecamatan. Pun Djohar menegaskan bahwa pemain LPI boleh memperkuat timnas SEA Games 2011.

Rawan konflik juga adalah seputar kompetisi. LPI yang kini tengah menuju “dibawah pengasuhan” PSSI, harus segera ditegaskan dimana tempatnya. Kehati – hatian harus dimiliki duet baru PSSI karena pengakuan LPI tidak boleh merusak tatanan kompetisi yang sudah ada dan tidak menyakiti hati klub – klub LSI, Divisi Utama dan divisi dibawahnya.

PR lainnya adalah soal pendanaan klub. Pemerintah pusat telah melarang APBD digunakan klub sepakbola untuk tahun depan. PSSI sebagai induk sepakbola tidak bisa berlepas tangan. PSSI baru harus mampu mencari sumber pendanaan alternatif diluar APBD. Model pendanaan LPI juga tak bisa diterapkan karena itu sama mengikatnya seperti APBD dan menyebabkan klub ketergantungan kepada konsorsium LPI.

Perjuangan yang sangat berat diemban oleh duet baru ini. Hanya dibalik semua PR itu jangan sampai ada “politik balas dendam” yang mungkin saja dilakukan oleh K – 78 karena merasa membawa Djohar – Farid ke kursi pimpinan PSSI. Balas dendam akan menyebabkan kekacauan lebih serius. Energi dan materi yang dikeluarkan K – 78 selama konflik sangatlah masif. Djohar harus mampu mengendalikan semua itu, jangan sampai dia dikendalikan oleh emosi – emosi yang tidak bertanggung jawab.

Yang terpenting prinsip kepentingan nasional harus didahulukan daripada kepentingan kelompok, harus tetap dipegang teguh Djohar – Farid.

PSSI baru dengan harapan baru dan semangat baru. Perubahan ke arah lebih baik harus benar – benar terwujud. Jangan semuanya hanya menjadi janji – janji manis tanpa realita. Satu yang tak kalah penting, dahaga masyarakat Indonesia akan gelar juara harus bisa diwujudkan.

Selamat berjuang….!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s