Why I don’t really Listen Today’s music ?

Malay lagi malay lagi. Musik pop bernuansa ” swing ” ( melambai, maksudnya melambai bener – bener ) sering kita dengar akhir – akhir ini. Lagu yang mendayu – dayu, dengan lirik cinta, patah hati memenuhi ruang pendengaran kita jaman sekarang. Musik yang membawa saya ingat beberapa tahun ke belakang, pertengahan tahun 90an ketika band – band asal Malaysia sering nampang di televisi kita. Band macam Exist, Search, mampu menembus pasar musik Indonesia.

Saya tak hapal betul siapa yang pertama membawa kembali irama melayu tersebut pada beberapa tahun terakhir ini. Tapi rasanya ST12 lah yang pertama membangkitkan kembali musik mendayu tersebut.

Berbekal kesuksesan ST12 band – band yang lain pun bermunculan dengan irama musik yang sama, seperti Wali. Maraknya band – band yang mengusung irama ini, dimungkinkan dengan selera pasar yang dibentuk oleh perusahaan rekaman. Sehingga sampai saat ini semuanya terdengar seragam, sama tak ada beda ditelinga.

Industrialisasi musik itulah kata yang sering kita dengar dengan seragamnya irama musik jaman sekarang. Ketika semua perusahaan rekaman mencoba mengcopy kesuksesan perusahaan yang lain dengan membawa irama yang sama.

Entah bagi para ABG jaman sekarang yang nampaknya menggandrungi keseragaman ini. Saya lebih memilih mendengarkan lagu – lagu lawas. Lagu – lagu yang pernah nangkring dimemori saya ketika masih jaman sekolah. Saya merasa bosan dengan keseragaman musik ini, terlebih saya tidak pernah menyukai irama melayu yang mendayu – dayu dan lembut.

Saya menyukai musik yang lembut tapi bukanlah irama melayu band – band jaman sekarang. Apalagi dengan lirik – lirik yang puitis tapi tidak membawa kesan kedalaman makna. Semuanya terasa membosankan hari – hari ini.

Saya merindukan lirik – lirik Iwan Fals, yang walaupun bernada cinta, kata – katanya sederhana tapi harmonisasinya indah, dan bermakna. Tapi Iwan Fals yang dulu bukan yang sekarang.

Saya merindukan kembali lagu – lagu rock n roll yang sempat menghentak panggung musik Indonesia lewat Edane, Boomerang, Jamrud, /RIF, dan band – band rock lainnya.

Apa yang terjadi sekarang adalah band pop yang berdandan ala rocker. Atribut hitam tapi musik melambai.

Industrialisasi berujung pada kesamaan. Membentuk pasar dengan “barang dagangan” yang beda tapi sama. Cara meraih sukses tanpa perlu bereksperimen dengan membawa aliran musik yang berbeda. Perusahaan – perusahaan itu sering bilang bahwa “inilah yang sedang ingin didengarkan oleh penggemar musik Indonesia” padahal mereka lah yang membentuk semua itu. Satu atau dua yang sama mungkin masih bisa diterima, tapi kalau banyak, membosankan.

Hampir tak ada ciri khas pasti dari para pelaku musik Indonesia. Semuanya hampir sama.

Kemarin saya merasakan kelegaan karena masih ada band yang offstream seperti Gugun and Blues shelter yang ternyata lebih diakui diluar negeri daripada dirumah mereka sendiri. Hal yang sama pernah terjadi pada beberapa band diantaranya Souljah.

Keseragaman ternyata mengenyahkan perbedaan yang bisa menambah warna dalam ruang pendengaran masyarakat Indonesia. Pengakuan yang didapat band – band berbeda diluar negeri, adalah karena mereka tak mau seragam dan konsisten dengan musik mereka sendiri. Jika diluar negeri bisa kenapa di Indonesia tak bisa?

So, itulah kenapa saya malas mendengar band – band idola ABG. Semuanya terdengar sama, dari irama maupun lirik. Gayanya pun sama. Sembari menunggu perubahan, saya akan tetap memutar nostalgia saya dengan beragam musik yang direkam dengan baik di memori otak.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Why I don’t really Listen Today’s music ?”

  1. setuju.. saya juga tidak suka lagu2 yang dibawakan band2 baru akhir-akhir ini..
    tapi saya juga pecinta musik populer.. dalam artian populer yang dibawakan coldplay, peterpan, keane, muse, dsb.. jadi hampir semua lagu yang sering saya dengarkan rata-rata sebelum tahun 2008. hehe..
    lagu2 sekarang liriknya terlalu dangkal.. tidak puitis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s