PSSI : LPI Tak Diverifikasi

Banyaknya resistensi dari klub – klub Liga Super Indonesia dan Divisi Utama tentang kehadiran klub – klub LPI sebagai calon peserta kompetisi format baru musim depan, membuat PSSI melalui ketua umum, Djohar Arifin Husin, menyatakan bahwa klub LPI tidak akan diverifikasi.

Djohar dalam keterangannya menyebutkan bahwa :

“Cita-cita LPI adalah Indonesia memiliki klub profesional. Ini sudah terwujud. Maka mereka menilai tugasnya sudah selesai”

Tetapi menurut Djohar klub – klub LPI mempunyai kewajiban untuk membantu klub – klub Liga Super Indonesia dan Divisi Utama dalam pemenuhan 5 aspek yang disyaratkan PSSI bagi para calon peserta kompetisi level 1 dan 2.

Klub – klub LPI yang ditegaskan tak akan ikut kompetisi ini, menurut Djohar, mempunyai kelebihan diaspek legal dan dana. Dengan pertimbangan inilah klub – klub LPI disediakan menjadi “partner merger” bagi klub – klub LSI dan divisi utama yang akan ikut kompetisi musim depan.

Disatu sisi ini meredam keresahan klub dan suporter sepakbola Indonesia yang enggan melihat LPI tiba – tiba menjadi anggota kompetisi level teratas. Disisi lain, inilah ajakan PSSI kepada klub lain agar melakukan merger dengan klub – klub LPI.

Pernyataan Djohar sangatlah rancu dengan menyatakan bahwa cita – cita klub LPI adalah terwujudnya klub profesional di Indonesia. Seakan – akan LPI adalah “penyelamat” persepakbolaan Indonesia. Padahal kehadiran mereka selama ini lebih menjadi konflik dibandingkan menjadi solusi.

Klaim profesional pun hanya datang dari pihak LPI ataupun K-78, pihak lain masih belum menganggap klub LPI profesional.

Tapi tidaklah aneh dengan sikap Djohar, karena sang ketua diusung K-78.

Selain itu, keputusan lain yang dibuat PSSI yaitu membatalkan salary cap bagi klub musim depan. PSSI awalnya membatasi kontrak pemain paling tinggi di klub level I adalah Rp.500 juta sedangkan di level 2 Rp.350 juta.

Hanya kemudian PSSI juga membolehkan nilai kontrak sampai diatas itu untuk pemain yang berstatus “marquee player”. Hal ini sangatlah rawan konflik, karena klub hanya boleh punya 1 marquee player lokal.

Penolakan dari para pemain tentang peraturan pembatasan kontrak ini, akhirnya membuat PSSI kompromistis dengan menyerahkan kembali keputusan nilai kontrak kepada masing – masing klub.

sumber : http://www.kompas.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

3 thoughts on “PSSI : LPI Tak Diverifikasi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s