Kade Ah Drago Mamic!

Disaat tim – tim lain calon peserta kompetisi level I PSSI musim depan, kebanyakan sudah memulai seleksi dan menetapkan pelatih, Persib Bandung baru saja mengesahkan pelatih mereka musim depan, padahal kompetisi akan segera dimulai sekitar 3 minggu lagi.

Banyaknya calon pelatih yang dipertimbangkan oleh manajemen untuk menangani Persib, membuat “pangeran biru” seakan terkesan santai menentukan nakhoda tim musim depan.

Rahmad Darmawan, Jaya Hartono, Daniel Roekito ( pelatih musim kemarin ) sempat dipertimbangkan untuk menjadi pelatih “Maung Bandung”. Jaya Hartono yang sudah santer akan kembali menukangi Persib, nyatanya malah memilih untuk tetap bertahan di Persik Kediri dikarenakan Persib tidak memberikan kepastian juga.

Dari jajaran pelatih asing, Persib dikabarkan mengincar Raja Isa, Eks pelatih timnas, Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, Jacksen F Tiago bahkan nama Robert Rene Adler dan Steven Darby kembali mencuat.

Bukan Persib jika tidak membuat kejutan. Setelah lama – lama berdiskusi, manajemen Persib akhirnya memilih pelatih asing yang namanya baru muncul mendekati pengumuman resmi. Pelatih asing ini adalah “debutan” di Liga Indonesia.

Drago Mamic, pria berusia 57 tahun asal Kroasia, akhirnya dipilih manajemen Persib untuk musim depan. Drago Mamic sendiri adalah orang baru di Indonesia.

Walau begitu pria asal Kroasia ini sudah malang melintang di persepakbolaan Asia. Tahun 2005 – 2006 dia pernah menangani klub Cina, Guangzhou Evergrande FC. Tahun 2007 – 2008 dia membesut Sabah FA di Liga Malaysia. Pernah juga menangani Timnas Myanmar pada tahun 2010. Sebelum ke Persib, Drago Mamic tercatat menukangi tim India, Churchill Brothers.


Mamic pernah sukses mengantar klub Kroasia, Kvarneska Rivjera sebagai juara. Dia juga pernah membesut beberapa klub raksasa Kroasia. Seperti NK Orijent. Bukan hanya di Kroasia, Drago juga sudah malang melintang menjadi pelatih di luar negaranya.

Sebut saja, Chengdu China dan Dalian Shide (Super League China). Bersama Dalian Shide, Drago mempersembahkan Piala Super Shanghai, finalis Liga Champion Asia (LCA), dan beberapa prestasi lainnya.

Mamic juga mampu membawa Guangzhou juara Super League China. Membawa Guang Dong menjadi juara Hongkong Cup, serta memboyong Sabah FC lolos semi final Piala Liga Malaysia.

Pemilihan Drago Mamic sendiri berdasarkan hasil keputusan tim 4 yang beranggotakan Glen Sugita, Zaenuri Hasyim, Kuswara S Taryono, dan Umuh Muhtar.

Mamic dikontrak 1 tahun oleh manajemen Persib. Sabtu ( 10/09 ) kemarin dia diperkenalkan kepada publik oleh Manajemen Persib. Dalam jumpa pers, Mamic menyatakan siap mengatasi segala tekanan yang ada di Persib. Selain itu dia juga memberikan yang terbaik dan akan mencoba membawa Persib berprestasi.

Pemilihan ini memang mengejutkan. Nama Drago Mamic masuk menjadi kandidat pada injury time penetapan pelatih. Sekilas ini mengingatkan momen pemilihan pelatih Persib musim lalu. Walau tak sama kronologisnya, namun ada satu persamaan yang kembali diulang oleh Persib.

Persib kembali berjudi dengan mengontrak pelatih debutan di Liga Indonesia. Seakan tidak pernah jera, Persib rupanya senang mencari wajah – wajah fresh untuk ditampilkan dikompetisi. Tiga debutan telah gagal.

Marek Andrejz Sledzianowski, asal Polandia, dipilih Persib musim 2002. Namun pelatih ini gagal total membesut Robby Darwis Cs. Dia dilengserkan dan digantikan oleh debutan lainnya. Juan Paez dari Chile. Juan Paez lah yang akhirnya menyelamatkan kegagalan Persib ditangan Marek. Persib musim itu nyaris terdegradasi.

Kebersamaan Paez dengan Persib tak lama. Walau musim berikutnya membawa Persib finish diperingkat 6, Musim 2004/2005 dia kembali diganti.

Musim 2010/2011 Pelatih asal Serbia, Daniel Darko Jankovic, dikontrak oleh Persib. Nasibnya lebih tragis. Perpecahan manajemen, perselisihan pemain, membuat ia diturunkan sebelum musim dimulai. Darko diganti oleh debutan keempat, Jovo Cuckovic. Jovo pada awalnya adalah asisten Darko. Hanya 3 pertandingan Jovo diganti oleh Daniel Roekito. Jovo kemudian diposisikan sebagai Direktur Tekhnik Persib.

Kini giliran Drago Mamic sebagai pemilik “kursi panas” pelatih Persib Bandung. Dia akan merasakan apa yang telah dialami 4 debutan sebelumnya. Perbedaan kultur sepakbola mungkin juga akan menjadi tantangan terbesarnya, selain memenangkan hati para pemain Persib. Hanya kemenangan demi kemenangan yang membuatnya akan nyaman duduk dikursi tersebut.

Jika dia mampu menghadirkan hasil bagus, maka tidak akan ada lagi debutan ke – 4 yang gagal. Kesulitan terbesarnya adalah waktu. Hanya sekitar tiga minggu lagi kompetisi akan dimulai, dengan catatan jika PSSI konsisten dengan janji kompetisinya.

Jika dalam waktu yang demikian mepet dia gagal, mungkin ini tidak akan menjadi happy ending baginya. Patut diketahui oleh Drago, kultur pendukung sepakbola di Indonesia belakangan ini semakin kritis dan kadang melontarkan kritikan – kritikan keras. Belum lagi manajemen klub yang tiba – tiba akan berubah haluan jika hasil jelek diterima.

Semuanya kembali kepada Drago Mamic. Tekadnya untuk mengatasi segala tekanan perlu dibuktikan. Dia pun patut berharap musim ini manajemen Persib akan solid dan tidak ada lagi isu pemain manja seperti musim kemarin.

Good Luck Mister !!!

sumber : wikipedia.org
simamaung.com

inilahjabar.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Kade Ah Drago Mamic!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s