Fight For Asia : Mimpi Tak Berhenti Disini(Thank Persipura)

Memang terasa menyesakkan. Beberapa peluang emas terbuang sia – sia. Harapan untuk melihat pertandingan dimenangkan Persipura hangus sudah. Persipura mengakhiri jalan menuju kampiun AFC Cup di stadion Franso Hariri Irak tadi malam ( 27/09 ).

Gol Amjad Radhi pada menit – 60 memutus harapan Persipura untuk lolos ke semifinal AFC Cup. Mutiara Hitam memberikan perlawanan ketat kepada Arbil SC selama pertandingan. Penampilan kiper, Yo Jae Hoon, menambah frustasi 4 penyerang Arbil SC yang ingin mengamankan kemenangan mereka di Jayapura lalu.

Babak pertama berkesudahan kacamata. Persipura mampu menjaga kedalaman pertahanan mereka sambil sesekali melepaskan serangan balik lewat Zah Rahan, Titus Bonai dan Boaz Solossa.

Hanya saja gol lahir dari situasi tak terduga. Tusukan pemain Arbil SC dari sisi kiri pertahanan Persipura yang segera mengirim umpan ke tengah masih mampu digagalkan. Namun bola muntah segera disambar Amjad Radhi yang berdiri bebas.

Persipura tersengat dan mulai keluar menyerang. Boaz Solossa memperoleh 2 peluang emas yang semuanya bisa ditepis Kassid Kadhim, kiper Arbil SC. Beberapa tembakan dari luar kotak penalti hanya melambung dan menyamping gawang Arbil.

Persipura gagal mengejar skor sampai akhir pertandingan. Skor 1 – 0 menjadikan selisih gol 3 – 1 untuk Arbil SC.

Kecewa. Ya jujur kecewa. Rupanya takdir masih belum berada di pihak Persipura yang selama babak penyisihan grup, 16 besar memperlihatkan kualitas mereka.

Tapi setidaknya jika ini adalah pemetaan kekuatan klub Indonesia. Maka kita patut berbangga dengan hasil Persipura. Di penyisihan grup Persipura tergabung bersama Chonburi Thailand, Kingfisher East Bengal India, dan South China Hongkong. Mereka semua pernah dikalahkan Persipura.

Babak 16 besar, Song Lahm Nghe An Vietnam dihantam dikandang sendiri. Dikawasan ASEAN Persipura adalah salah satu tim terkuat. India yang terletak di kawasan Selatan Asia juga masih mampu ditaklukkan oleh Mutiara Hitam.

Arbil SC Irak berasal dari Asia Barat. Walau kalah namun performa tim besutan Jacksen F Tiago ini patut mendapat apresiasi. Saya mengatakan bahwa kekalahan Persipura lebih karena faktor ” belum panas “ karena mereka lama istirahat.

Kalah postur bukan masalah. Persipura mampu membuktikan bahwa klub Indonesia mampu berbicara banyak dan tidak jadi lumbung gol kala bertemu klub – klub Arab. Arbil SC justru harus berusaha ekstra keras membobol gawang Persipura. Saya rasa ini pembelajaran bagi timnas Indonesia.

Sejarah juga ditorehkan klub asal Papua ini. Mereka adalah klub Indonesia yang pertama melangkah ke perempatfinal AFC Cup. PSMS Medan pada 2009 hanya bisa sampai ke 16 besar.

Satu lagi, permainan tiki – taka ala Persipura yang mengeksplorasi bakat – bakat alami anak Papua mampu diperlihatkan dan dijaga selama menjalani kiprah Internasional.

Saya rasa saya harus mengacungkan 2 jempol bagi Persipura.

Musim depan Persipura akan mengikuti Liga Champion Asia. Hanya satu yang bisa menggagalkan laju Persipura yaitu PSSI. Jika PSSI terus tidak konsisten dalam rencana menggelar kompetisi domestik dan deadline AFC terlewati maka punahlah harapan kita melihat Mutiara Hitam berkilau di Asia musim depan.

Terimakasih Persipura. Saya Bangga kepada Kalian, Kami titipkan mimpi kami pada kalian, karena kami percaya kalian mampu, kalian bisa !!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s