Lawan Ketidakwarasan Ini ( Sadarlah PSSI )

3 hari yang lalu, saya bergabung dengan group You Need Me di Facebook. Grup yang dibuat dan beranggotakan para jurnalis olahraga ini sangatlah menarik. Satu hal yang membuat saya tergiur untuk bergabung ( walau saya bukan jurnalis dan hanya penikmat sepakbola ) adalah kekritisan mereka dalam menanggapi berbagai tingkah polah PSSI.

Proses penyelesaian dualisme klub menjadi isu hot sekarang. Bagaimana mungkin PSSI meloloskan Persija versi Bambang Soetjipto dan Hadi Basalamah yang memiliki banyak kekurangan. Ferry Paulus yang lebih lengkap dokumennya justru dianggap ilegal oleh PSSI.

Tidaklah mengherankan kenapa PSSI lebih memilih Hadi Basalamah. Karena dia adalah pemilik Jakarta FC salah satu kontestan LPI. Menurut kabar Persija akan diisi oleh beberapa pemain Secaba, sekolah kerjasama antara TNI AD dengan Arifin Panigoro.

PSSI pun memenangkan Arema kubu M.Nur juga dengan segala kontroversi. Begitupun dengan Persebaya. Rapat Exco PSSI memutuskan agar dibentuk PT.baru dengan pembagian saham klub anggota 40 %, Saleh Mukadar 30 %, dan Diar Kusuma 30 %.

Semuanya kini berwarna LPI kawan. Kemenangan kubu jenggala lewat Djohar Arifin Husin – Farid Rahman benar – benar merevolusi persepakbolaan Indonesia. Revolusi ke titik nadir, revolusi menuju kehancuran.

Orang bakal bilang biarlah mereka membuktikan kemampuan mereka dulu jangan dulu dihujat. Tetapi untuk membangun sesuatu yang bagus harus diawali dengan start yang baik. Beda halnya dengan PSSI kabinet baru ini yang justru membangun sepakbola tanpa memakai peraturan yang berlaku.

Mungkin mereka alergi karena peraturan itu dari jaman Nurdin Halid. Tetapi mereka harus ingat jika peraturan itu belum dirubah, maka itulah panduan yang harus mereka turuti. Mereka bisa merubah dalam kongres, sebelum kongres diadakan maka mereka harus mengikuti yang sudah ada dahulu.

Kini PSSI ngotot tetap mempertahankan kompetisi 24 klub. Promosi gratis kepada 6 klub diluar eks LSI dan 4 klub promosi. Banyak yang mempertanyakan, jika pada awalnya PSSI gencar membuka pintu selebar – lebarnya bagi klub dari berbagai divisi untuk ikut di kompetisi teratas asal memenuhi syarat, maka untuk apa semua itu dilakukan jika pada akhirnya pesanan sponsor yang lebih diperhatikan.

Lucunya dengan rencana 24 klub PSSI tetap berencana membatasi budget disetiap klub. Semua klub anggarannya disamaratakan. Bagaimana mungkin anggaran dibatasi jika frekuensi pertandingan bertambah, ongkos transportasi bertambah. PSSI membatasi anggaran klub dari mulai kontrak pemain, pelatih, akomodasi, transportasi dll 15 Miliar Rupiah!! Semua manajemen berteriak protes.

PSSI ingin semua teratur dan jangan ada lagi penunggakan gaji pemain. Jika melihat pembatasan anggaran, penunggakan gaji pemain akan terjadi lagi. Karena dengan anggaran terbatas seperti itu bisa saja klub lebih mementingkan transportasi untuk bertanding. Karena jika tidak mampu hadir dikandang lawan mereka akan dinyatakan WO kalah 3 – 0. Mana yang lebih rugi? menunggak gaji pemain 1 bulan atau kalah sebelum bertanding?

24 klub. Kompetisi direncanakan kick off 15 oktober 2011 dan berakhir Oktober 2012. Sungguh suatu perjalanan yang panjang. Setiap klub bertanding 46 kali. PSSI nampaknya tidak memikirkan kiprah klub Indonesia di liga Champions Asia dan AFC Cup. Jika kompetisi baru selesai Oktober sedangkan pendaftaran peserta liga Champion terakhir bulan Juni 2012, bagaimana mengatasinya?

Efek lain dari banyaknya pertandingan adalah para pemain kelelahan. Bagaimana nasib timnas?

PSSI menempatkan eks orang – orang LPI untuk mengatur kompetisi. Maka tak aneh jika melihat sekarang. Orang – orang LPI bukanlah orang – orang yang pengalaman untuk mengurus kompetisi.

Taktik bumi hangus tanpa pandang bulu terhadap semua peninggalan kabinet lama, saya yakin, pada akhirnya akan dirasakan kembali oleh Djohar Husin dan kabinetnya. Mereka akan merasakan dampak kesombongan
mereka, tanpa mau melihat peninggalan apa yang telah diwariskan oleh yang dulu, tanpa mau mempelajari apa saja yang bisa diambil dari apa yang dulu.

Beruntung masih banyak yang sadar, masih ada yang waras. Saya belum ingin mengucapkan kata pahlawan. Lebih baik menyebut oposisi saja yang selalu berpikir kritis dan siap melawan semua ketidakwarasan yang sedang dimainkan PSSI.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

5 thoughts on “Lawan Ketidakwarasan Ini ( Sadarlah PSSI )”

    1. dengan 24 Klub Indonesia muatahil ikut ke liga champion asia 2012….seharusnya tim eks PSSI (LPI) d hukum berlaga di level 2 bukan seenaknya masuk ke level 1….sungguh tidak adil untuk klub yg susah payah berjuang untuk promosi ke ISL…..Klo ini terus d pakasakan kita akan melihat kehancuran sepak bola Indonesia oleh PSSI yg sekarang…
      thanks

  1. saya tidak Pro NH…justru saya setuju NH turun…tapi kenyataan sekarang Djohar Husin disetir oleh GT dan AP…SANGAT MENGECEWAKAN…untuk apa LPI dipaksakan masuk ke kompetisi resmi

  2. era djohar ini g’ lbh baik k tmbang era rezim nurdin .

    jdwl msh d godok .
    24 club . 6 club gratisan haha7x

    kick off 15 oktober ?
    msh tnda tnya .

    PSSI sekarang isinya antek2 LPI smw .

    yg mementingkan satu kelompok ato seseorg .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s