Name

Enam bulan lagi. 180 hari lagi ia akan hadir disini. Melengkapi kisah hidup kami berdua. Sejak Ramadhan kemarin, Istriku mengandung. Anak pertama kami, penerus cita – cita kami, penerus mimpi kami.

Semalam, kami mencoba mengutak – ngatik kira – kira apa nama yang cocok baginya. Kami tidak ingin memberikan nama yang kebarat – baratan, karena dia orang Indonesia. Mungkin kearab – araban, tapi itu pun rasanya menjadi opsi kedua.

Bisa saja kami memilih nama david, michael, carol dan lainnya. Atau karena saya senang sepakbola bisa saja saya kasih nama Boaz atau Paolo sesuai dengan nama pesepakbola. Tapi rasanya kehilangan identitas. Kami ingin memberikan sentuhan Indonesia atau setidaknya sunda. Karena darah kami darah sunda.

taken from http://www.anti-simpel.blogspot.com

Dicobalah menuliskan nama lengkap kita berdua, lalu layaknya permainan kata mencoba menggabung – gabungkan. Biasanya nama anak adalah gabungan nama kedua orang tuanya. Hanya malam tadi kami belum mendapat inspirasi. Belum menemukan campuran yang cocok.

Saya pun mencoba untuk menggabungkan latar belakang pendidikan kami, mencoba mengulik – ulik sekiranya dapat nama yang bagus dari situ. Tapi tetap saja belum dapat.

Biasanya kata “pra” umum disematkan pada nama anak pertama. Tapi saya kira sudah banyak, dan masih banyak kata yang bisa menggambarkan jiwa yang pertama.

Nama tentu saja bukanlah hanya “panggilan”. Namun nama harus mempunyai kedalaman makna. Doa dan harap untuk si anak kelak, disimpan juga dalam nama.

Sesepuh – sesepuh bilang nama itu harus pantas “kakolotnakeun”. Artinya nama harus cocok untuk sepanjang umur, dan pas sesuai dengan apa adanya. Itulah petuah orang tua yang sering saya dengar.

Inspirasi itu belum hadir kawan. Sangat mudah menuangkan apa yang ada dalam pikiran dalam bentuk tulisan, tetapi “nama” walau menggunakan alfabet yang sama, sulitnya minta ampun.

Karena tidak bisa asal – asalan. Tidak bisa sekenanya, nama adalah refleksi, nama adalah harapan, nama adalah doa.

“permainan kata” ini masih akan kami lanjutkan kawan. Sampai kami mendapat nama yang benar – benar pas dan sesuai. Cocok dengan harapan kami, membawa doa orangtuanya.

Apakah kawan punya ide?

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s