SEAG 2011 : This Is The Time

20 tahun. Waktu yang dibutuhkan bagi Indonesia untuk berharap mengulang prestasi tahun 1991 pada South East Asian Games. Inilah saya kira waktu yang paling mendekati harap untuk Indonesia kembali meraih medali emas.

Setelah kegemilangan pada 1991, Indonesia melewati fase sulit karena pada Sea Games 1993 Singapura, Indonesia kalah di semifinal. Sea Games 1995 Thailand, Indonesia bahkan terhenti difase grup. Dua tahun kemudian dirumah sendiri, Indonesia yang diperkuat Widodo C Putro, Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Kurnia Sandi menyerah dibabak final lewat adu penalti melawan Thailand.

Sea Games Brunei 1999 Indonesia meraih medali Perunggu. Sea Games 2001 Indonesia hanya berada di peringkat keempat. Sea Games Vietnam 2003, Indonesia terhempas dipenyisihan grup. Sea Games Filipina 2005 kembali di peringkat 4. Sea Games Thailand 2007 Indonesia tak mampu keluar dari penyisihan grup. Pencapaian buruk itu kembali diulangi pada Sea Games Laos 2009.

Kenapa begitu dekat? karena pada Sea Games 2011 yang diadakan dirumah kita sendiri ini, Indonesia tergabung di Grup A yang disebut Grup neraka. Disini bergabung negara – negara yang menjadi barometer kekuatan sepakbola Asia Tenggara dan secara tradisi merupakan musuh bebuyutan Indonesia.

Singapura, Malaysia, Thailand, dan Kamboja menghuni Grup ini bersama skuad Garuda. Singapura dan Thailand telah merasakan ganasnya Garuda Muda dibawah kendali Rahmad Darmawan. Singapura dihantam dua gol tanpa balas, Thailand yang meski dengan 9 pemain tetap berbahaya, mampu dipaksa tunduk 3 – 1. Hasil ini juga mengirim pulang Thailand yang dikenal sebagai raja di sepakbola Sea Games, karena paling sering juara.

Kamboja walau masih belum bisa melepaskan predikat sebagai tim penghibur, namun di Sea Games kali ini membuat Thailand, Malaysia, Singapura, harus berjuang keras mengalahkan mereka. Hanya Thailand dan Indonesia yang mampu menang besar, sedangkan Malaysia hanya unggul dengan selisih dua gol dan Singapura berselisih satu gol.

Indonesia mempunyai segalanya sekarang. Lini depan yang tajam, Patrich Wanggai dan Titus Bonai merobek jala setiap lawan mereka. Didukung Oktavianus Maniani, mereka menjadi trio Papua yang menakutkan. Lini tengah diisi pemain – pemain muda yang sudah menunjukkan kematangan mereka. Egi Melgiansyah, kapten Indonesia, mampu menjadi jembatan antara depan dan belakang. Sedangkan lini belakang Indonesia mempunyai bek – bek dengan postur tinggi, Abdul rahman, Gunawan Dwi Cahyo, Diego Michiels, Septia Hady dan yang lainnya mampu menjaga gawang yang dikawal Kurnia Meiga baru kebobolan 1 gol.

Indonesia harus memanfaatkan dengan baik momen ini. Dua musuh bebuyutan sudah dikalahkan. Musuh bebuyutan yang akan mendampingi Indonesia ke babak semifinal masih belum jelas antara Malaysia dan Singapura. Sementara Vietnam dan Myanmar sudah menanti Indonesia.

Besar kemungkinan inilah saat Indonesia kembali menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan sepakbola. Hanya kepercayaan diri harus tetap dijaga jangan sampai lepas kendali. Tetap menjaganya pada level tinggi tidak terlalu tinggi.

Selain itu masalah krusial Indonesia adalah pada babak kedua. Babak pertama mereka bisa menekan habis – habisan lawan. Babak kedua pasukan Rahmad Darmawan ( RD ) ini selalu tertekan oleh lawan.

Faktor emosi anak muda yang masih meluap – luap muncul lewat emosi Patrich Wanggai. RD harus secepatnya mencari kendali atas mesin gol Indonesia ini jangan sampai merugikan tim sendiri.

Kreasi serangan Indonesia tidak selalu bisa menggantungkan pada kecepatan lari. Vietnam ataupun Myanmar calon lawan Indonesia disemifinal, pastinya sudah mempelajari ini. Kreasi – kreasi lain dibutuhkan oleh Garuda Muda.

Indonesia patut pula waspada. Karena peta grup Sea Games kali ini hampir menyerupai Piala AFF 2010. Indonesia kala itu tampil ganas mampu mengalahkan Malaysia dan Thailand difase grup, tapi dibabak final, Malaysia justru membalikkan keadaan dan mampu membalas dendam. Pengalaman ini layak diteladani skuad timnas U-23 Sea Games 2011. Apalagi tiga punggawa Timnas U-23 ini, Yongki Ariwibowo, Oktavianus Maniania dan Kurnia Meiga menjadi bagian dari skuad AFF Cup 2010.

Pengalaman dikombinasi dengan kepercayaan diri, kewaspadaan, kesiapan mental dan fisik, dan dukungan berjuta rakyat Indonesia, semoga saja medali emas kembali ke Indonesia.

source : http://www.wikipedia.org
oneclick.indiatimes.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s