Saatnya Indonesia Berjaya

Penantian itu akan menemui jawab petang ini. Penantian yang terlalu panjang karena mencapai usia 20 tahun. Emas sepakbola SEA Games sudah terlalu lama menjadi “barang mewah” bagi Indonesia. Terakhir kita mencicipi kemewahan tersebut saat Sea Games Manila 1991.

Patut kita berharap banyak pada saat ini. Timnas U-23 punya segalanya untuk menjadi juara. Lini belakang yang tangguh, lini tengah yang solid, lini depan yang tajam.

Partai semifinal melawan Vietnam (19/11) menjadi bukti keganasan dan tekad baja Garuda Muda. Determinasi tinggi, tak kenal lelah, mengubur kegagahan Vietnam yang selama penyisihan Grup merupakan salah satu tim tersubur dengan pertahanan ketat.

Malaysia, dilain pihak, sebagai juara bertahan juga telah mampu membuktikan kualitasnya layak menuju perebutan emas Sea Games. Permainan bertahan dengan mengandalkan serangan balik telah menjadi trademark Malaysia. Hal serupa juga ditunjukkan saat Final AFF Cup 2010 kemarin.

Bukan hanya Indonesia yang kesulitan membongkar pertahanan Malaysia kala itu. Vietnam yang dikenal gigih pun buntu ketika berhadapan dengan Harimau Malay.

Gaya permainan serupa rasanya akan kembali diterapkan Malaysia. Apalagi gaya Indonesia yang menyerang cepat dari sisi kanan dan kiri sulit diimbangi tim manapun. Hanya Malaysia yang mampu meredam dengan dengan kedisiplinan pemain belakang mereka yang tak terpancing untuk meninggalkan pos mereka.

Coach Rahmad Darmawan ( RD ) mesti memiliki taktik jitu untuk mengajak Malaysia bermain cepat, melonggarkan pertahanan mereka. Mengajak mereka beradu kecepatan.

Faktor emosi pun menjadi sisi yang harus dibenahi oleh RD. Anak – anak asuhnya tampak agak sedikit lepas kendali ketika menjalani partai terakhir Grup A melawan Malaysia. Kesabaran dan ketekunan untuk membuka pertahanan lawan akan menjadi kunci ada sore nanti.

Umpan panjang yang langsung menuju Okto, Patrich Wanggai, Titus Bonai, juga harus dicarikan alternatifnya. Walau Patrich Wanggai absen, Okto baru main pada babak kedua, saat perjumpaan pertama lawan Malaysia, tapi Malaysia sudah mampu membaca gaya permainan tersebut. Plus lini belakang mereka sangat disiplin.

Kegigihan Garuda Muda saat melawan Vietnam, sangat diperlukan sore nanti. Pantang menyerah, berani bermain cepat, berani beradu fisik, akan menjadi modal berharga. Kepemimpinan Egi Melgiansyah seperti Sabtu kemarin sangatlah dibutuhkan oleh timnas U-23. Egi yang terus – terusan menjadi target untuk dimatikan geraknya tak kenal kata menyerah untuk terus berjuang memenangkan bola.

Life is never Easy for Malaysia at Gelora Bung Karno Stadium harus tetap dipertahankan. Dukungan puluhan ribu suporter Indonesia akan menjadi tekanan lain yang harus mereka redam selain permainan Indonesia.

Walaupun Indonesia telah menjadi juara umum Sea Games 2011, tanpa memandang remeh perjuangan duta Indonesia dalam berbagai cabang olahraga, namun rasanya tanpa emas sepakbola ditangan, rasanya kurang lengkap.

Penantian itu harus diakhiri sekarang jangan diperpanjang lagi. Dahaga ini harus segera diberikan kesejukan. Terlalu lama bahkan sangat lama kita menunggu.

Berjuanglah demi kejayaan Indonesia Garuda Muda…kami selalu bersamamu.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s