Terimakasih Timnas U-23

Takdir berkata lain. 120 menit perjuangan yang tak kenal lelah, akhirnya terjawab dalam drama adu penalti. Skor 3 – 4 dibabak adu penalti membuat Malaysia kembali membawa emas ke negeri mereka setelah pada Sea Games 2009 Laos mereka juga berhasil meraih medali emas.

Penyesalan pasti ada. Apalagi jalan cerita timnas U-23 asuhan Rahmad Darmawan seakan mengulang kisah manis Alfred Riedl digelaran Piala AFF 2010 lalu. Hebat di awal, namun ketika di final, Malaysia yang bersorak gembira.

Pun walau hanya merebut medali Perak. Tetapi kita tidak bisa memandang enteng perjuangan Garuda Muda. Dari gelaran Sea Games pada era milenium, inilah hasil terbaik Indonesia. Setelah pada tahun 2001, 2003, 2005, 2007, 2009 Indonesia nihil medali.

Walau bukan medali emas seperti yang diidam – idamkan, tapi pencapaian Rahmad Darmawan bersama pasukannya layak diacungi jempol. Setelah puasa medali selama 12 tahun, inilah medali pertama kembali bagi Merah Putih.

Diluar itu semua, perjuangan Garuda Muda kembali membangkitkan animo publik terhadap timnas. Semangat mendukung yang sempat hilang setelah hasil buruk timnas senior dibawah asuhan Wilhelmus Rijsbergen.

Kekompakan anak – anak muda ini membangkitkan harapan tinggi, membuat bangsa ini kembali bersorak, membuat bangsa ini kembali bermimpi. Karena apa yang mereka perlihatkan membuat Indonesia menatap masa depan yang menjanjikan.

Pondasi timnas masa depan sangat menjanjikan. Trio Papua, EM8 ( Egi Melgiansyah ) dan Dirga Lasut,Ferdinand Sinaga, Andik Vermansyah, Gunawan Dwi Cahyo, Abdulrahman, Hasyim Kipuw, Diego Michiels, dan Kurnia Meiga adalah bibit – bibit harapan Indonesia dimasa depan. Plus tentunya semua skuad Garuda Muda yang masuk ke timnas U-23 Sea Games 2011.

3 bulan dengan masa persiapan yang tidak terlalu mulus. Bisa dilihat dengan ujicoba timnas U-23 yang kebanyakan hanya bertanding dengan klub – klub Indonesia. Sementara Timor Leste U-23 dan Hongkong U-23 menjadi lawan dari kelas yang lain. Dengan masalah klasik timnas, sulitnya mencari lawan latih tanding dan ketakutan pengurus PSSI untuk berlatih tanding dengan lawan yang lebih bagus, Rahmad Darmawan mampu menghasilkan yang terbaik.

Rahmad Darmawan tak bisa dibilang gagal, bahkan kapten marinir ini layak mendapatkan penghargaan. Masa – masa tanpa medali selama 12 tahun mampu dijawabnya dengan perolehan Indonesia di Sea Games 2011.

Medali Perak, membangkitkan kembali kecintaan khalayak terhadap timnas, melupakan hingar bingar PSSI yang tak kunjung usai. Saya layak berterimakasih kepada timnas U-23 dan jajaran staf kepelatihan atas hasil baik ini.

Perjuangan tak pernah selesai. Saatnya kita menatap, merancang, dan menjalani mimpi masa depan yang lebih cerah.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s