Kami Kalah Bukan Berarti Kami Menang…Eh Mengalah…

Tim Futsal Kantor PDE, Arsip Daerah dan Humas Kota Sukabumi kembali membuktikan eksistensi dalam peta persaingan futsal diantara SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Kehadiran tim yang akrab dipanggil INFOKOM ini diperhitungkan secara serius oleh tim lain. Karena kekuatannya tidak terbaca, tidak diketahui dan memang tidak pernah latihan. Terbukti tidak ada yang SKPD lain yang mau menjadi lawan Infokom pada kejuaran Futsal HUT KORPRI ke 40 ini. Akhirnya Kementerian Agama Kota Sukabumi yang ditentukan menjadi lawan Infokom pada kompetisi yang menggunakan sistem gugur ini. ( Padahal memang kitu hasil ngocok na…)

Bertanding pada pukul 13.45 hari Selasa 22 November 2011. Tim Infokom mempersiapkan diri dengan serius. Seragam tim telah diorder sejak hari Jumat sebelumnya ( dengan memperjuangkan proposal sekuat tenaga kepada Manajer Nehnik , bahkan tawar menawar pun sempat terjadi). Komposisi pemain sudah ditetapkan sejak jauh – jauh hari. Pemantapan strategi bertanding ( nehnik ) pun dimatangkan. Diantaranya :
1.Biar kami kalah asal ada tumbal.
2.Biar kami kalah asal lawan ketika meninggalkan lapangan rada pinced leumpang na.
3.Mun bisa aya gelut saeutik
4.Selain itu, kekuatan tatajong pemain ( diantaranya yang dilakukan salah satu pemain dengan cara menendang – nendang meja walau tidak sampai rusak) pun dilatih beriringan dengan latihan kualitas vokal “babagong”. Kelantangan dan kejernihan vokal sangatlah penting karena akan bermanfaat untuk melemahkan mental lawan.

Nehnik ini sangat ditekankan karena waktu persiapan sangat mepet dan mustahil mematangkan sisi teknik dan fisik.

Tiba di Gor Merdeka Kota Sukabumi pukul 13.00, tim Infokom langsung melakukan pemanasan. Sementara lawan ditribun timur ( teuing da poho mawa kompas) tampak berleha – leha dengan duduk – duduk menonton pertandingan yang sedang berjalan.

Tiba saatnya Infokom mempertunjukkan kualitas permainan. Infokom menurunkan komposisi awal Dikdik ( Penjaga Gawang), Usan & Fiky ( Bek ), Riksan dan Rendy ( Penyerang). Cadangan : Rahman, Soni Erawan, Endang Sumardi, dan Barlian Hady. Berada dipinggir lapangan Direktur tim, H.Oscar Lesnusa,SH,MM, dan pelatih Yuli Noviawan.

Pemanasan Tim Infokom

Peluit dibunyikan dan permainan pun dimulai. Tim Kemenag langsung mendapati bahwa pertahanan Infokom sulit ditembus. Duet Maut Usan dan Fiky berhasil menjinakkan serangan – serangan lawan.

Bahkan tim Kemenag semakin terkejut setelah Infokom mencetak gol lebih dulu pada menit – 2 lewat tendangan gunting salah seorang pemain ehem…ehem…Riksan yang terlebih dahulu mendapat umpan lob Usan.

Menahan bola lob dengan dada, Riksan yang membelakangi gawang dan bahkan tak sempat melihat gawang, langsung menendang sambil menjatuhkan diri ( padahal sieun bisi kaburu beunang deui bola na ). Bola melengkung ke pojok kanan gawang, meninggalkan kiper Kemenag yang olohok dan hanya pakeupis menangkap angin. 1 – 0 Infokom memimpin.

Sayang Fotografer telat menjepretkan kamera...saat gol terjadi

Sungguh tak bisa dipercaya. Kemenag hanya menunjukkan muka terkaget – kaget. Sementara penyerang Infokom pun kaget…hor asup geuning..teu sangki. Sama – sama reuwas. Alhamdulillah yaaaaaaaaa sesuatu banget.

Hanya sayangnya, seperti Timnas U-23 dalam final Sea Games setelah unggul 1 – 0, Infokom agak mengendurkan permainan. Kemenag pun leluasa menyerang dan memborbadir gawang Infokom. Ketangguhan Kiper Dikdik membuat gawang Infokom tetap perawan.

Namun akhirnya gol tercipta juga setelah scrimmage didepan gawang Infokom. Babak pertama disudahi dengan skor 1 – 1.

Berjibaku

Selain itu, pergantian pemain mulai dilakukan untuk memberi kesempatan pemain lain untuk menjajal lapangan ( padahal geus cape). Bahkan salah seorang pemain langsung memilih untuk tidak bermain lagi, duduk diatas tribun penonton dan Ngupi.

Serangan demi serangan berhasil dihalau. Disisi lapangan DirektuR Tim sibuk memberikan instruksi.”Tajong kamana we Bolana!!!!” Kiper Itumah Goreng patut!!!”.

Tercatat hanya seorang pemain terkena kartu kuning. Namun kebingungan sempat terjadi ketika kartu kuning diberikan. Karena pemain pengganti yang diberi kartu kuning baru 3 detik masuk lapangan dan permainan pun dalam keadaan terhenti. Ternyata sang pemain lupa memakai kaos kaki dan dianggap pelanggaran oleh wasit.

Sayangnya level permainan Infokom menurun seiring dengan hah heh hoh nya napas semua pemain. Tercatat beberapa pemain sempat mengalami Konengeun ( gejala pandangan yang tak jelas akibat kelelahan).

Pertahanan yang kuat pun akhirnya melemah. Bek Usan yang trengginas sepanjang babak pertama, mesti keluar sebentar, Kiper Dikdik dilanda kebingungan karena bek teu araya duka kamana teu sms – sms acan, ngoper bola ka hareup eweuh sasaha.

Bahkan salah seorang pemain malah sempat dikejar bola. Gejala aya jang lumpat eweuh keur najong melanda semua pemain ( Ada tenaga untuk lari, tapi ga ada buat nendang).

Ditengah ketidakjelasan tersebut, salah seorang pemain mengalami cedera. Pemain yang disebut – sebut gaya permainannya mirip Okto Maniani kata pemain yang ngopi, kesakitan setelah dijejek kiper lawan. Sayangnya tak ada pemain yang mengetahui kejadian tersebut, padahal para pemain ingin aya saeutik gelut dalam permainan.

Bingung akhirnya Infokom ikhlas Kemenag menambah 5 gol lagi. Strategi untuk menahan lawan sampai adu penalti buyar setelah para pemain dalam hati menjerit “hayo atuh geura enggeusan…capeeeeeee!!!”

Akhirnya pemain yang ngopi kembali turun ke lapangan untuk meraih kemenangan. Tercatat pemain itu hanya bermain 5 menit diawal dan 5 menit diakhir babak kedua. Selebihnya Ngopi.

Dalam Konferensi Pers setelah pertandingan, pencetak satu – satunya gol Infokom ketika ditanya kenapa sampai bisa mencetak gol padahal selama ini lebih banyak jadi kiper, menjawab dengan tegas :

“KARENA MANAJER NEHNIK SUDAH MEWANTI – WANTI JIKA TARGET TIDAK TERCAPAI MAKA KAMI HARUS MENYICIL SERAGAM TIM DARI UANG MAKAN…TEU SUDI!!!!!”

Namun hasil ini tetap disyukuri karena beberapa target tercapai :

1.mencetak gol
2.menghibur penonton, bahkan panitia pun senang ada infokom
3.Tagog dan Gogog ( gaya dan penampilan ) terjaga
4.untung eleh, bisi isukan maen deui, tong boroning isukan ayeuna wae awak geus nyareuri.

Hanya satu orang pemain yang menyesal yaitu Dens yang tidak bisa bermain karena rapat ke Bandung. Pemain yang melabeli dirinya Bintang ini ( duka bintang tujuh duka bintang dilangit) berkata bahwa hasilnya mungkin akan lain jika saya bermain ( elehna meureunnya leuwih gede).

Namun diluar itu semua eksistensi dan gaya Infokom tetap terjaga level kualitasnya dengan baik. Gaya dua jari saat difoto tetap muncul.

Perjuangan belum selesai kawan, masih ada pertandingan lain. Lawan kami harus ingat bahwa kami kalah bukan berarti kami menang…eh mengalah!!!!

#seperti yang diupload dalam akun Facebook Ku #

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s