Persib Dinanti Persib Pun Pergi

Persib Bandung sebagai sebuah klub yang sudah menjadi ikon Jawa Barat dan klub sepakbola yang sudah menjadi bagian sejarah perjalanan sepakbola Indonesia, akhirnya memilih Liga Super Indonesia sebagai tempat berkompetisi.

Hal yang mengejutkan tentunya, terutama bagi PSSI, karena Persib pun telah menjalani debut IPL melawan Semen Padang 15 Oktober lalu. Keputusan ini diambil oleh direksi PT. Persib Bandung Bermartabat ( PT.PBB) setelah syarat yang mereka ajukan kepada PSSI soal kompetisi tidak dilayani. Persib mengajukan peserta IPL tetap 18 klub dan tidak ada klub gratisan.

Tanggapan PSSI yang tetap mempertahankan keputusannya akhirnya menjadikan Persib, yang sempat dicap diam ditengah, pindah ke LSI per 25 November 2011. Laga pertama Persib di Liga Super Indonesia akan berlangsung 3 Desember mendatang di Stadion Jalak Harupat melawan Persiram Raja Ampat.

Tetapi sampai sekarang, pengurus PSSI masih memberikan “kesempatan” dan mengajak agar Persib mau kembali ke IPL. Namun Persib sudah menetapkan hati untuk tetap di ISL.

Dalam sebuah posting salah seorang jurnalis di forum You Need Me terungkap salah satu alasan kenapa Persib menyeberang ke ISL.

Ternyata PT.LPIS sebagai pengelola kompetisi mewajibkan setiap klub IPL menyetorkan 20 % dari pendapatan sponsorship yang diperoleh klub. Kabar lain menyebutkan bahwa 10 % dari penghasilan tiket juga harus disetorkan klub ke PT.LPIS. Total klub harus menyetor 30 % dari setiap pendapatan mereka.

Sedangkan bagi klub – klub yang merger dengan klub LPI, mereka akan diberikan modal yang bersifat pinjaman.

Menurut saya setoran 20 % + 10 % jika dilihat dari kacamata organisasi adalah wajar. Maksudnya wajar jika PSSI melalui PT.LPIS mengadakan semacam iuran wajib bagi para peserta.

Tetapi jika dilihat bahwa sekarang adalah awal dari pelarangan APBD untuk klub maka ini tidak wajar. Klub – klub pasca APBD dilarang masih kesulitan untuk mencari sponsor, apalagi jika menanggung kewajiban harus setor kepada PSSI. Bagi Persib yang 2 tahun belakangan sudah menjadi klub non APBD pun, persyaratan 30 % ini dinilai sangat merugikan. Padahal Persib banyak mendapatkan sponsor.

Setoran ini bisa dibilang terlalu besar, bahkan jika melihat setiap pertandingan klub – klub harus setor 10 %. Bagaimana jika satu pertandingan sepi penonton? padahal pendapatan dari penjualan tiket adalah salah satu napas klub untuk hidup. Belum lagi ditambah biaya lain – lain yang harus ditanggung Panpel disetiap klub. Bisa – bisa besar pasak daripada tiang.

Pendapatan 30 % inilah yang selama ini menjadi kabar tak sedap yang dulu menjadi isu kini menjadi fakta.

Acapkali IPL dipandang sebagai sebuah liga untuk balik modal setelah LPI hanya berjalan setengah musim, dengan 30 % ini maka semakin kuatlah pendapat ini.

Pun itulah kenapa sampai terjadi dualisme klub dan merger klub. Inilah cara PSSI mengendalikan neraca keuangan klub untuk balik modal. Bagi klub merger semuanya semakin berat, karena selain mereka harus mencicil pinjaman modal, mereka juga harus membayar setoran 30 % yang bisa diibaratkan seperti bunga pinjaman. Kapan klub bisa punya uang sendiri kalau begini caranya?

Itulah juga kenapa PSSI masih berusaha menarik kembali Persib. Karena Persib adalah klub yang mempunyai suporter masif dan itu berarti rupiah yang sangat menguntungkan. Plus ditambah fakta bahwa klub – klub berbasis suporter besar sudah menetapkan tempat di ISL.

Saya rasa, bukan hanya soal lawan kuat yang ada di ISL, tetapi Persib yang dikomando oleh para pengusaha sudah menilai dan mengkalkulasi potensi pembiayaan di ISL. Memang PT.LPIS menjanjikan pembagian saham, namun tidaklah sebanding dengan setoran 30 % itu.

Selain itu ketidakjelasan PT.LPIS dalam merencanakan kompetisi juga menjadi pertimbangan lainnya bagi Persib untuk hengkang.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s