Go Publik….

Diitung – itung ternyata bisa lebih dari 100 keping. Ada berbagai macam genre. Action, komedi, drama dll. Saking banyaknya tempat yang disediakan untuk keping – keping film dvd dibawah komputer sudah engga bisa menampung. Sering kali keping dvd jatuh ketendang – tendang. Walau akhirnya dikumpulkan dalam 2 dus bekas sepatu tetap saja, dvd – dvd terus bertambah karena banyak film yang baru – baru.

Seringnya panduan yang saya pakai untuk membeli film adalah iklan dikoran, tv atau internet. Pastinya film – film hollywood terbaru yang saya incar. Film Korea, Jepang, Cina ada didaftar prioritas pilihan ke – 2 setelah film amerika. Saya jarang membeli film – film dari Rusia, Spanyol, Jerman walau banyak tersedia di tukang dvd pirate langganan. Beli film Inggris pun jarang – jarang paling yang saya ingat judulnya adalah “Hot Fuzz”, film komedi.

Tapi saya paling anti sama film India. Memang beberapa film sempet menghebohkan masyarakat jadi bahan obrolan sama temen – temen, tapi ga tahu kenapa, rasanya males sekali. Mungkin ini ada hubungannya dengan “trauma” menonton India. Bosennya minta ampun nonton film dari negara Shahrukh Khan ini. Jaman dulu waktu kebagian sekolah siang pas SD. TPI ( sekarang MNC TV ) pasti muter film India dari pagi sampe siang, RCTI juga sama. Tarian yang sama dan durasi film 2 jam bahkan lebih membuat saya kapok nonton India. Memang sih aktrisnya montok2 dan cantik heheh..tapi itupun tak cukup menggoda saya menghabiskan waktu nonton Indihe.

Genre yang saya sukai adalah action dan komedi. Drama juga masuk, tapi yang terlalu romantis biasanya jarang saya pilih. Kecuali film action romantis ( yang gimana tuh…?? hihihi). Sebagai penikmat film komedi, akhir – akhir ini menurut saya film komedi AS kadar kelucuannya sudah turun. Kebanyakan cuma parodi – parodi yang terlalu memaksakan. Seperti Vampires Suck atau Get Spartan. Adegan slapstick yang terlalu dipaksakan, nampak lucu padahal gariiiiiinggggg, keringggg, mengerak. Inilah seperti halnya industri musik, semua produser film ingin meniru kesuksesan satu film dengan cara yang sama.

Oh ya, film Indonesia pun tidak menjadi pilihan saya kalau datang ke lapak dvd. Sampai saat ini hanya beberapa judul saja yang saya tonton, kaya petualangan Sherina, AADC, Jalangkung I dan II, Laskar Mimpi, selebihnya hanya membuat saya miris dan eneg. Komedi horror yang banyak ditampilkan difilm – film Indonesia, sungguh sangat tidak menarik buat saya. Maraknya genre Komedi Horror justru menutupi film – film yang layak ditonton.

salah satu film favorit

Terus?? ah bingung juga meneruskan tulisan ini. Yang pasti semua investasi saya bersama kaka dan adik saya dalam bentuk share keping – keping dvd akhirnya di go public kan hari minggu kemarin.

Investasi yang lumayan, karena keping dvd koleksi kami bisa mencapai jumlah 100 keping. Jika dihitung satu keping = Rp.5.000 maka kami sudah menginvestasikan sekitar Rp.500.000 dalam jangka waktu sejak komputer kami pake dvd rom.

Mengapa Rp.5.000 karena ini semua bajakan. Walau pemerintah melarang membeli bajakan, tapi uang kami tak cukup untuk membeli dvd original. Harga dvd original bisa mencapai sekitar Rp.50.000, lumayan besar mending beli rokok atau pulsa, bisa untuk 2 – 3 hari. Entahlah walau salah, tapi sedikitnya ada rasa benar. Setidaknya ikut membantu pekerjaan orang lain dan kami ingin nonton film dengan harga yang terjangkau dan murah. Kami tidak boleh boros.

Akhirnya karena investasi kami ini sudah memakan tempat dan juga sudah sangat jarang kami tonton akhirnya kami memutuskan untuk melepas investasi ini ke publik. Setelah melalui pemilahan film – film yang layak untuk dijadikan koleksi, maka terpilihlah sekitar satu dus penuh sepatu Y.Komaladi, bahkan meleber, karena dvd yang mau dilelang ke publik melebihi kapasitas dus.

Diantara dvd – dvd itu adalah beberapa film yang menipu saya dengan cover mereka, ternyata pas ditonton sangat teu pararuguh. Investasi yang gagal.

Setelah menunggu dalam masa pelelangan, akhirnya sang calon pembeli investasi pun datang lengkap dengan gerobak dan timbangannya. MOU pun tercapai. Bahwa investasi dvd ini akan kami lepas dengan harga 1 Kg = Rp.2.000. Inilah ekonomi kreatip dalam masa sulit.

teu rame??? tong dibaca.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s