Jenuh & Kehampaan

Hari – hari yang menjemukan. Rutinitas yang menjenuhkan. Antara melamun dan bekerja. Diantara sela – sela menyusun dokumen dan menghisap dalam – dalam rokok. Diantara itu semua ada sebuah ruang hampa.

Ruangan yang kosong, bagai sebuah lubang dalam. Entah dimana dasarnya ataupun tak berdasar, samar seperti permukaannya. Bagai blackhole yang menghisap semua semangat, keceriaan, antusiasme, kebahagiaan, meninggalkan kehampaan yang luas.

Kata – kata mungkin sudah basi. Usang tak guna lagi untuk diucapkan. Berharap pancaran wajah, gerak dan laku bisa lebih menggambarkan apa yang sedang terjadi secara lebih rinci.

Jika apa yang terpikir dalam otak dan apa yang terasa dalam jiwa bisa terpancar layaknya gelombang elektromagnetik tak kasat mata menyampaikan pesan – pesan singkat dan suara, mungkin semuanya akan terasa lebih mudah.

Menderingkan dan memanggil otak dan rasa agar memahami apa yang teralami langsung, tepat menuju otak dan rasa kembali, tentulah akan lebih terpahami. Karena mungkin lidah tiba-tiba kelu. Kata – kata rentan salah dipahami.

Jikalah para ilmuwan diluar sana mampu membuat sebuah alat penyambung pikiran dan rasa, hidup akan menjadi lebih gampang, tak sekedar menekan tombol – tombol, mengetik kata yang terbatas, ingat terbatas. Kata – kata mungkin luput menceritakan gambaran yang sesungguhnya, gambaran yang lebih menyakitkan dari kenyataan.

Kata – kata mungkin lebih baik dipendam atau sebaliknya mungkin perlu diungkap lebih sering. Tak tahulah.

Kehampaan ternyata lebih mematikan daripada kejenuhan. Lebih mematikan. Kejenuhan bisa diatasi dengan mencari keramaian. Tapi kehampaan akan tetap terasa sekalipun ramai mengelilingi diri.

Kehampaan itu tandus. Kehampaan itu kesunyian. Kehampaan itu kesedihan. Kehampaan itu harapan yang tak kunjung padam. Kehampaan bisa menjadi berbagai makna.

Kehampaan itu lebih menyakitkan dari kejenuhan. Kehampaan itu menyebabkan manusia bagai seonggok tubuh tanpa jiwa. Tanpa hasrat tanpa kehendak untuk bergerak. Tanpa gairah untuk berpikir, tanpa gairah mencari kebahagiaan.

Kehampaan……..

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s