Flashback sepakbola II 2011

PSSI di tahun 2011 yang akan segera tutup buku masih penuh dengan kekacauan. Buntut dari persaingan menuju kursi PSSI I masih bisa terjadi sampai saat ini.

Hadirnya figur penggoyang George Toisutta dan Arifin Panigoro ( GT – AP ) sebagai penantang Nurdin Halid – Nirwan Bakrie diwarnai dengan lahirnya liga sepakbola tandingan Liga Primer Indonesia ( LPI ) yang digagas Arifin Panigoro didukung oleh George Toisutta beserta Menpora, KONI, dan BOPI.

Masa jabatan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang memang habis pada 2011 dibumbui dengan kegagalan 2 kongres. Kongres Pekanbaru 26 Maret 2011 ricuh begitu pula saat Komite Normalisasi bentukan FIFA menyelenggarakan kongres di Jakarta pada 21 Mei 2011.

Munculnya mosi tidak percaya kepada Nurdin Halid dimasa – masa perpindahan ini bagai jamur dimusim penghujan. Muncul gerakan SOS, Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional, dan Kelompok 78 ( K-78 ) yang merupakan pengusung duet GT -AP meramaikan panggung persepakbolaan Indonesia yang sudah bagai arena politik saling sikut pemerintahan.

Bahkan rasa politik makin kental karena banyak mengaitkan bahwa pertarungan ini dibalik wajah aslinya adalah persaingan antara Partai Demokrat dan Golkar.

Kongres Pekanbaru yang ricuh, karena ulah para pendukung GT-AP, akhirnya mengharuskan FIFA untuk membentuk Komite Normalisasi, mengambil alih fungsi dan tugas PSSI sebagai induk persepakbolaan Indonesia. Komite Normalisasi yang diketuai Agum Gumelar mengusung 3 misi yaitu :

1. Menjalankan fungsi komite pemilihan

2. Mengontrol liga dibawah PSSI termasuk menyelesaikan LPI.

3. Menjalankan fungsi keseharian PSSI.

FIFA memberi tenggat waktu kepada Komite ini untuk menyelenggarakan pemilihan paling lambat 21 Mei.

Jakarta menjadi tempat kongres pada 21 Mei. Namun kongres yang dihadiri wakil FIFA dan AFC pun ricuh, karena banyaknya silang pendapat peserta kongres kepada Komite Normalisasi.

Kondisi deadlock membuat Komite Normalisasi kembali mengulang kongres pada 9 Juli 2011. Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta, Arifin Panigoro, dilarang mencalonkan diri kembali. Pada akhirnya, usungan duo GT-AP , Djohar Arifin Husin dan Farid Rahman terpilih sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum.

Sampai disini, harapan persepakbolaan akan semakin baik sempat muncul. Tetapi harapan tersebut sirna seiring Duet baru PSSI ini, membawa PSSI semakin dalam ke arah kehancuran.

Langkah mereka yang pertama adalah dengan memecat pelatih timnas, Alfred Riedl. Alfred mereka nilai dikontrak secara pribadi oleh Nirwan Bakrie. Tudingan dan fitnah yang kemudian harus ditanggung sendiri oleh PSSI karena terbukti Alfred dikontrak secara sah oleh PSSI dan FIFA meminta PSSI untuk memenuhi kewajibannya jika Alfred Riedl diputus kontrak secara sepihak sebelum masa kerja habis.

Langkah selanjutnya adalah dengan membubarkan Liga Super Indonesia. Mencabut mandat PT.LI dan memperbolehkan semua klub sepakbola dari berbagai divisi untuk “melamar” ikut serta di kompetisi level tertinggi asal syarat terpenuhi. PT.Liga Prima Sportindo ditunjuk menjadi pengelola.

Langkah PSSI ini mengingkari hasil Kongres II PSSI di Bali pada bulan Januari 2011. Kongres ini membuahkan keputusan bahwa Liga Super Indonesia diikuti 18 klub, Saham PT.LI dikuasai 99% oleh klub peserta LSI dan PT.Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi.

Sebelumnya PSSI menunjuk para anggota exco untuk menjadi koordinator bidang – bidang PSSI. Selain itu menganggap bahwa Rapat exco adalah forum tertinggi setingkat kongres.

Pembubaran kompetisi diikuti oleh langkah PSSI untuk memasukkan klub – klub eks LPI ikut dikompetisi resmi lewat cara merger. Merger yang pada akhirnya ditujukan untuk mengambil alih kekuasaan klub banyak ditolak.

Akhirnya rencana PSSI untuk membentuk liga level tertinggi baru dengan peserta – peserta yang baru gagal karena banyak kritik. Liga tertinggi kembali diisi oleh eks LSI sejumlah 18 klub. Namun kembali PSSI bermanuver dengan memberikan promosi gratis kepada 6 klub sehingga peserta menjadi 24 klub.

Kompetisi yang sedianya telah dibuka pada 15 Oktober 2011 banyak memunculkan persoalan. Pembajakan klub oleh PSSI, jadwal yang tidak pernah rampung, setoran 20 % dari setiap sponsor klub dan 10 % dari pendapatan tiket, akhirnya membuat para eks LSI kecuali Semen Padang untuk kembali meminta PT.LI menggelar kompetisi LSI.

1 Desember LSI pun kembali bergulir. Dualisme kompetisi kembali terjadi. Jika dulu LPI adalah sebagai alat pengambil alih kekuasaan, kini LSI kembali berjalan karena tingkah PSSI sendiri yang semena – mena terhadap klub.

PSSI sendiri pecah. Sebagian anggota exco menentang ketua umum, sebagian lagi ikut ketua umum. Ketua umum tampak tidak bisa mengatasi keadaan karena seperti disinyalir semua pihak Arifin Panigoro lah yang mengendalikan PSSI sesungguhnya.

Tingkah laku PSSI yang melabrak statuta seperti pendahulunya Nurdin Halid, akhirnya memunculkan KPSI ( Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia ) yang dibentuk di Hotel Pullman pada 18 Desember 2011 lalu. KPSI yang beranggotakan para pemegang suara PSSI diantaranya menuntut agar kembali diadakan Kongres Luar Biasa untuk mengganti Djohar – Farid.

PSSI bergeming. KPSI kembali melakukan rapat pada 28 Desember 2011 dan mengambil wewenang PSSI. PSSI menjadi dua. KPSI menargetkan Kongres Luar Biasa pada 6 Maret 2012.

Tahun 2011 menjadi tahun yang tidak menentu bagi perjalanan organisasi PSSI. Kesalahan – kesalahan Nurdin Halid semasa memimpin PSSI ternyata kembali diulangi oleh Djohar. Bahkan kini lebih parah, karena tersiar kabar bahwa modal yang telah dikeluarkan oleh Arifin Panigoro untuk memutar LPI hendak diganti dengan jalan lewat memutar kompetisi resmi. Namun semua itu ditutupi dengan jargon Non APBD dan Profesional.

Tahun 2011 adalah masa kegelapan bagi persepakbolaan Indonesia.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

9 thoughts on “Flashback sepakbola II 2011”

  1. yakin yg bikin ancur sepakbola djohar arifin?

    Langkah selanjutnya adalah dengan membubarkan Liga Super Indonesia. Mencabut mandat PT.LI dan memperbolehkan semua klub sepakbola dari berbagai divisi untuk “melamar” ikut serta di kompetisi level tertinggi asal syarat terpenuhi. PT.Liga Prima Sportindo ditunjuk menjadi pengelola. –> kenapa PSSI menunjuk PT LPIS? karena sampai tenggat waktu yg ditentukan, PT LI blm jg menyerahkan hasil audit. Lalu tiba2 ada laporan PT LI rugi 200 milyar? ini yang mau dibagi ke klub? ngemplok utang 200 M? klub dungu aja yang mau dikibulin jok-dri :D

    Akhirnya rencana PSSI untuk membentuk liga level tertinggi baru dengan peserta – peserta yang baru gagal karena banyak kritik. Liga tertinggi kembali diisi oleh eks LSI sejumlah 18 klub. Namun kembali PSSI bermanuver dengan memberikan promosi gratis kepada 6 klub sehingga peserta menjadi 24 klub –> promosi gratis? ga ingat verifikasi AFC? yang dinilai semua klub yg mau ikut, sampai dengan level Divisi II!!!!! coba liat ISL. Persiram, Gresik United, PSAP, dan PSMS naik divisi. Kali ini apa dasarnya? Tanpa verifikasi? nah lo..!!

    PSSI sendiri pecah. Sebagian anggota exco menentang ketua umum, sebagian lagi ikut ketua umum. Ketua umum tampak tidak bisa mengatasi keadaan karena seperti disinyalir semua pihak Arifin Panigoro lah yang mengendalikan PSSI sesungguhnya –> dicek bos 4 exco yg dipecat itu latar belakang (terutama politik)nya apa? pasti merujuk satu partai yg pernah dinaungi NH. cek juga kenapa stasiun TV yg menyerang PSSI itu2 saja. telusuri pemiliknya. pasti nemu partai yg pernah dinaungi NH.

    makanya bos… buka wawasan jangan cuma liat tipi yg logonya dominan warna merah. kena adu domba plus pembodohan sampeyan entar….

  2. 1.apakah PSSI sudah pernah meminta PT.LI untuk melakukan audit?? apakah PSSI sudah pernah mengundang PT.LI untuk bertemu atau apakah PSSI sudah pernah mengundang pengurus lama untuk serah terima jabatan?? Hal yang juga mesti ditanyakan diluar anggapan “bodoh” yang anda ajukan, kenapa klub – klub besar lebih memilih LSI?

    2. Persiram, Gresik, PSAP, PSMS naik ke LSI karena menggantikan Persiba Bantul, Persiraja, Semen Padang dan Persijap Jepara. Acuannya PT.LI menaikkan Persiram, Gresik, PSAP dan PSMS ke LSI adalah hasil divisi utama musim kemarin.
    Sedangkan 6 klub gratis di LP apa acuannya? verifikasi AFC? Kalo verifikasi kenapa PSSI mengeluarkan statement klub naik gratis karena ada pesanan sponsor????

    3. Hahaha partai lagi partai lagi…ente ga liat latar belakang politik Saleh Mukadar dan yang lainnya?? berarti secara tidak langsung anda mengakui bahwa pertarungan kekuasaan sepakbola Indonesia adalah pertarungan partai – partai politik

  3. 1. oke kalo situ minta sumbernya media,apakah PSSI sudah pernah meminta PT LI? baca —> http://www.tribunnews.com/2011/12/05/pt-liga-indonesia-niatnya-buruk-kepada-pssi

    knp klub besar pilih LSI? karena mereka memang ngga rela kehilangan asupan APBD. dulu klub itu dianggep besar, karena pemainnya sarat bintang yang dibayar dg sokongan APBD gedhe. lebih gedhe dari klub lain. AFC ngaku cuma 4 klub yg steril APBD pelita, arema, semen padang n persib.

    2. sumber statement PSSI klub naik gratis??

    3. emang ada yg salah dg jawaban saya diatas? memang PSSI dari dulu bermuatan politik. sejak jaman nurdin brad.sekarang jd cuma 4 orang exco yg treak2, dilihat latarbelakang… ealah… sak geng sama nurdin. kliatan kan kalo ga rela jabatan nurdin ilang?
    masalah saleh mukadar orang politik, memang. ngga salah dan memang dia sudah nyata jatuh bangun mbayari persebaya sejak pertengahan 2000-an. lha si la nyalla?!?!?! kemana aja waktu nurdin digoyang? kemana aja waktu persebaya dipaksa degradasi untuk nyelametin pelita jaya? sekarang tiba2 muncul seolah-olah sudah puluhan tahun berdarah-darah di sepakbola. pake bikin persebaya abal2. saya di surabaya bos. jadi ngerti gimana persebaya. gimana walikota dan saleh mukadar sampe njual mobilnya buat mbayari persebaya. dan juga ngerti basic la nyalla itu kek apa…. :)

    1. sekarang sebutkan tim mana yang memakai APBD di LSI?

      monggo diklik linknya http://bola.inilah.com/read/detail/1779289/pssi-memang-ajaib dan juga ini http://www.detiknews.com/read/2011/10/05/102845/1737096/471/pssi-rasa-lpi-kompetisi-tanpa-visi

      bukannya Saleh yang juga ikut menaikkan La nyalla? untuk menggoyang haruna soemitro? mohon tanggapannya atas berita dilink ini http://www.surya.co.id/2011/06/11/la-nyalla-kandidat-kuat-ketua-pssi-jatim

      dan juga ini http://surabayasore.com/index.php?3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962aeb3052a238b10efed7d52728c3ccf0f

  4. monggo cek –> http://aceh.tribunnews.com/m/index.php/2011/12/21/pemkab-siap-cairkan-dana-psap#.TvGPqG-aZ-Y.twitter

    yah… itu baru satu, mungkin akan datang klub2 berikutnya yg make uang untuk sekolah, kesehatan sama kesejahteraan rakyat… who knows….

    trus link anda yg pertama, itu siapa yg ngasih statement? lalu mara? hahahaha sudah tau dia gedibalnya NDB di pelita jaya.

    trus yg kedua… maan..!! itu opini, bukan berita….. miko a akbar anggota exco? tahun kapan? jaman nurdin? no comment kalo iya… :D

    trus link berikutnya ‘Dia bersama Saleh Ismail Mukadar yang jadi pelopor perlawanan kelompok status quo di saat Nurdin Halid berkuasa’ –> hahahaha… bos… kita disurabaya lebih tau, siapa yg rela rugi demi persebaya, siapa yg cuma ‘plagiat’ niru saleh mukadar.
    nyalla orang politik, dia cari ‘suntikan’ pendukung via suporter. th 2009 dia nyalon pake parte patriot. cuma ga ‘nyucuk’ suaranya. kapan hari dia nyebut mau nyalonin dahlan iskan jadi ketum PSSI. dilogika saja bos, orang politik ndompleng nama orang paling populer saat ini di indonesia itu buat apa? ya itu gawe politik 2014. trus coba cek di baju persebaya abal2 (DU). di depannya ada tulisan ‘arek tv’. harap tau saja, itu tivi lokal milik… eng ing eng…. bakrie pemirsaaa.!!! kenapa bakrie yg perusahaan2nya sudah go public masih main lokal-lokalan? yah…. buat ngeredam gejolak lumpur lapindo, gan… ;)

    di semua link itu, tidak ada yg menyebutkan saleh mukadar membenarkan bersama nyalla melakukan ‘ini-itu’. yg ada statement penulis sama nyalla sendiri yg nyebut2 saleh. karena tau, dari dulu cuma saleh yg berani ‘nglawan’ sama baginda Nurdin halid. biar kelihatan ndukung reformasi pssi….

  5. mayoritas klub LSI sekarang sudah disponsori perusahaan mas…coba anda cek di setiap seragam tim

    Wah saya yakin opini tidak datang begitu saja…justru ada sebuah alasan dibalik naiknya 6 tim promosi gratis, karena pesanan sponsor, ada historis sepakbola…dll…logika kompetisi itu mas ada pembinaan yang berjenjang, satu tim bisa naik ke level atas jika lulus di level yang ada dibawahnya. sekarang dengan 6 klub promosi gratis tanpa menyandarkan pada sebuah hasil kompetisi sebelumnya, apakah bisa disebut kompetisi yang berlogika? Boleh anda bilang verifikasi AFC…tapi apakah verifikasi AFC saja bisa menaikkan atau menurunkan level sebuah klub?

    Apakah anda pikir di PSSI sekarang tidak ada kepentingan politik yang mengarah ke 2014? menurut pandangan saya jika dilihat dari kongres sepakbola nasional, munculnya LPI, dukungan menegpora, pada waktu itu, ada indikasi percobaan menguasai sepakbola oleh partai biru demi 2014. Hanya sekarang partai biru melalui menegpora lepas tangan, karena ternyata situasi chaos.

    Mungkin anda lebih tahu kiprah la nyalla daripada saya. Walau bagi mas Saleh mukadar adalah seorang pahlawan, tapi bagi saya dia tak lebih dari seorang oportunis, pencari peluang. Dia memang pernah disakiti Nurdin Halid, tapi juga dia punya dosa yang membuatnya dihukum dari sepakbola.

    Pertanyaan saya yang menggantung soal dua persebaya, adalah kenapa Saleh membiarkan ada dua Persebaya? padahal seharusnya dia bisa menuntut persebaya DU. ketika itu. Apakah dia takut gerakan menggulingkan Nurdin Halid lewat LPI gagal sehinggan perlu memasang 2 kaki di LSI dan LPI?

    Oh soal Lumpur Lapindo, apakah mas tahu bahwa perusahaan Arifin Panigoro, MEDCO, ikut andil dalam tragedi lumpur sidoarjo?

  6. sponsor… alhamdulillah kalo memang itu benar.

    trus anda percaya saja opini itu? tanpa dinalar, dilogika dl? ah…. ya no comment kalo gitu. masalahnya indonesia bisa disebut bangsa yg mudah lupa. juga mudah diadu domba. media berperan disini….

    verifikasi AFC datang dari AFC sendiri yg menyebut hampir semua klub indonesia blm bisa disebut profesional. adanya verifikasi AFC, membuat semua kompetisi refresh. karena refresh, otomatis semua nilai dari kompetisi terdahulu jadi NOL. kalo lolos verifikasi, ya udah level satu. walopun itu dari klub divisi II.

    iya PSSI sekarang penuh politik. dan yg saya tangkap pelakunya ya yg ga rela ISL bubar. kalo partai biru? ah…. tugas menegpora sebagai stake holder wakil pemerintah ngurusi olahraga, khususnya bola. ya embuh kalo sampeyan mikir sampe kesana.

    saya ga nyebut saleh pahlawan. yg saya ketahui dia lebih berdarah-darah di persebaya daripada nyalla yg cuma nongol sebentar, tapi koar2nya kek orang sejak bayi ngurus sepakbola. ini yg yg saya garis besarkan (kembali ke 4 exco yg bikin rusuh)

    setau saya saleh ga ada hubungannya sama persebaya DU. bgitu pula sebagian besar bonek. kalo di berita ada bonek dukung dua-duanya, itu cuma ‘komendan-komendan’ yg ga tau diapain sama persebaya abal2. dibayar kali. kalo grassroot…. besok cek persebaya vs PSM. :)

    masalah medco dll, saya ogah komentari. yg saya tau, lapindo dan pemiliknya adalah pembuat onar di negeri ini trutama jatim bos. kalo dipikir, hampir semua kasus di negeri ini ada hubungannya sama ARB dan anteknya ( itu kalo sampeyan juga mencoba berlogika masalah2 di luar sepakbola kek gayus, century, dll. WTH buat ARB)

  7. opini…tentunya saya nalar, pikirkan, dengan melihat apa yang terjadi sekarang. Saya pun tidak menerima mentah2 begitu saja..dan menuliskannya itu di blog saya…dengan melihat apa yang terjadi saya punya dugaan, dan ketika muncul petunjuk – petunjuk dalam bentuk opini ataupun berita, saya pikirkan, saya yakini dan saya tuliskan.

    Saya pun tidak menyematkan “pahlawan” pada la nyalla dan 3 exco lainnya, walaupun mas bilang bayi, tapi kalau konsisten sama aturan, ya itu yang benar.

    Kompetisi kan tidak dibubarkan AFC dengan status klub yang masih tidak profesional. Buktinya kalau mau kenapa AFC tak membubarkan LSI sejak dulu. Kesan yang anda berikan adalah verifikasi AFC membuat semua kompetisi bisa kembali di nolkan..padahal PSSI lah yang merefresh kembali kompetisi bukan AFC. AFC justru membina secara bertahap klub – klub agar menjadi menjadi profesional, tidak sekali jadi harus profesional, ada tahapannya. AFC hanya memverifikasi tidak membubarkan kompetisi. PSSI yang membubarkan kompetisi.

    Saya tahu mayoritas bonek pasti mendukung persebaya 1927. tapi kenapa dualisme ini dibiarkan sejak persebaya 1927 di LPI..Persija saja yang dibajak kini mempidanakan kasus ini. Apa persebaya tidak?

    Kenapa masalah medco ogah dikomentari? ada hubungan dengan Medco? saya pun tidak berdiri di sisi Bakrie… hanya kenapa soal lapindo malah dijadikan “peluru” untuk urusan sepakbola? soal sepakbola ya sepakbola tidak usah melebar ke lapindo, gayus dan lainnya. Kan mas yang bawa2 lapindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s