Syukur

Kadang ga nyangka ketika melihat jumlah total angka yang telah dikurangi berbagai macam potongan. Angka yang tertera dalam buku catatan itu membuat saya bertanya, apakah cukup untuk 1 bulan?

Pengalaman mengurus gaji karyawan selama 2 tahun melangkah ke 3 tahun membuat saya sadar bahwa kita, manusia, hanyalah makhluk yang tidak berdaya. Kenapa? pada waktu pertama kali mengurus gaji karyawan bulan Maret 2009, bulu kuduk saya merinding melihat angka sisa gaji karyawan yang begitu kecil setelah dipotong angsuran berbagai pinjaman. Kembali ke pertanyaan diatas apakah cukup? mengingat karyawan tersebut sudah berkeluarga punya anak yang sedang sekolah.

Life is Mystery. Itu tidak terbantahkan lagi. Bahkan untuk soal rezeki. Secara matematis sisa gaji yang diterima setiap tanggal 1 sangatlah tidak mungkin untuk digunakan sebagai bekal mengarungi 30 hari. Namun disinilah Kasih Sayang ALLAH SWT kepada setiap makhluknya terbukti. Apalagi bagi yang sudah menikah, maka rezeki itu adalah untuk berdua, jika ada anak, maka anak mempunyai jatah rezekinya sendiri. Siapa yang menentukan jatah itu? tentulah ALLAH SWT, manusia tinggal berusaha mendapatkannya.

Kadang rizki itu didapat tanpa susah payah. Kadang perlu juga bersusah payah. Bagi kami kelas karyawan, pinjaman menjadi sesuatu yang akrab ketika kami sedang sangat butuh uang. Mungkin inilah usaha kami. Gaji kami yang digunakan sebagai pembayarnya.

Lantas ketika gaji yang diterima hanya sisa, apakah kami kelaparan? disinilah juga Kasih Sayang ALLAH SWT terpancar. Belum pernah kami mendengar ada anak yang tidak sekolah, keluarga yang tidak makan walau gaji yang diterima bahkan minus. Dalam sebuah perbincangan ringan dengan teman sekantor tentang pengeluaran rumah tangga, dia berujar seperti ini kepada istrinya : Pengeluaran itu dihitung diakhir bulan jangan diawal bulan. Ternyata ketika istrinya menghitung jumlah pengeluaran per bulan lebih besar dari penerimaan gaji yang tinggal sisa. Namun semua pengeluaran itu dapat teratasi. Inilah kekuasaan ALLAH SWT.

Sepandai – pandainya ahli menghitung tidak akan pernah bisa memecahkan bagaimana dengan penerimaan yang kecil neraca bisa seimbang. Matematika manusia bukanlah Matematika Sang Pencipta. Matematika manusia sangatlah dangkal.

Bersyukurlah maka Kami akan menambahkan dan jangan lupa berikan hak – hak orang tidak mampu yang “dititipkan” pada setiap rizki yang diterima. Itulah kunci yang harus selalu dipegang.

Inilah sebuah Kekuasaan ALLAH SWT. Subhanallah.

*renungan diantara perbincangan dengan istriku*

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s