Control your Feeling

Mengendalikan perasaan. Kalimat itu sering kita dengar dalam kehidupan kita. Kalimat yang menunjukkan manusia harus mempunyai untuk mengontrol apapun yang dirasakan. Kalimat yang menunjukkan agar apapun yang sedang dirasakan tidak membuat kita terlena didalamnya.

Mempunyai kendali bisa berarti, dalam bahasa saya, tahu batas. Batas imaginer yang dibentuk oleh pikiran yang logis, batas imaginer yang dibentuk oleh kesadaran.

Lantas sejauh mana manusia bisa mengendalikan perasaan?. Walaupun kalimat “mengendalikan perasaan” nampak memberikan makna yang kuat, tetapi dibalik itu semua kita kembali lagi pada kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah.

Manusia tidaklah pernah memegang benar – benar kendali atas tubuh, jiwa dan pikiran. Memang bisa tetapi tidaklah benar – benar mengendalikan sepenuhnya. Tetap saja ada sisi – sisi yang tidak mampu dikendalikan.

Manusia disaat berani akan terselip rasa takut, disaat bahagia akan terselip kesedihan, disaat keramaian akan ada kesepian. Tidak akan seutuhnya kita memiliki sebuah rasa. Tidak sepenuhnya kendali itu akan kita miliki.

Kenapa kita tidak akan memiliki kendali sepenuhnya? Itulah yang membuat kita tetap manusia. Itulah yang membuat kita tetap mempunyai kesadaran.

Pernahkah anda melihat film – film yang menceritakan tentang seorang pembunuh berdarah dingin. Biasanya dalam film itu dikisahkan seseorang akan dengan mudah memnghilangkan nyawa seseorang tanpa banyak pertimbangan, tanpa alasan pasti. Entah karena si pembunuh itu memang mempunyai mental dissorder atau tidak, namun saya berpikir itulah yang akan terjadi jika manusia memiliki kontrol penuh.

Jika mengendalikan perasaan bisa memiliki kendali penuh, maka manusia tidak akan merasakan apa – apa. Bisa jadi dengan kendali penuh, maka yang ditunjukkannya adalah kepalsuan belaka. Cinta padahal benci, berani padahal takut dan lainnya.

Lantas sejauh mana makna mengendalikan perasaan? hemat saya adalah kita jangan sampai terlena dalam sebuah perasaan. Kita harus tahu batas, kita harus selalu waspada akan apa yang terjadi.

Mengendalikan perasaan adalah membuat diri kita tidak terlena dan tenggelam.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s