Bad Boy Sepakbola Indonesia

Hari minggu lalu menonton satu acara sepakbola mancanegara yang mengupas para “bad boy” dalam sepakbola. Melihat dua kata itu kita sudah bisa menebak artinya. Bad boy kerap disematkan pada para pemain yang mempraktekkan permainan keras, punya karakter pemberontak dan badung didalam dan diluar lapangan, susah untuk disiplin. Para Bad Boy ini biasanya juga adalah para pemain yang menjadi andalan, punya skill diatas rata – rata, tetapi seringkali “kekerasan” mereka membayangi ( walau tidak menutupi ) kegemilangan mereka dilapangan hijau.

Bagaimana dengan sepakbola Indonesia? Permainan keras memang dimiliki oleh beberapa pemain sepakbola Indonesia yang sering berujung kepada kartu baik kuning atau merah. Meski menguak sisi kehidupan diluar lapangan agak sedikit susah, karena kehidupan pribadi para pemain jarang dikupas. Namun beberapa pemain saya pikir layak disematkan julukan “bad boy”.

Inilah daftar para Bad Boy Indonesia :

Kurniawan di Persisam

Kurniawan Dwi Yulianto, striker Indonesia yang telah menjaringkan 31 gol bagi timnas Indonesia. Didikan primavera yang sempat merumput di Liga Swiss ini tidak diragukan lagi adalah salah satu striker berbakat yang pernah dimiliki Indonesia. Hanya saja kehidupan malam dan kasus penyalahgunaan Narkoba pada tahun 1999 sempat meredupkan karirnya, pada saat itu ia masih menjadi andalan timnas. Beruntungnya kurus, panggilan akrab Kurniawan, berhasil bangkit kembali. Beberapa klub yang pernah dibelanya adalah Pelita Jaya, PSPS Pekanbaru, Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan Sarawak Malaysia.

Irfan Bachdim. Pemain keturunan Belanda ini juga masuk dalam kategori bad boy. Pemain yang mencuat di AFF Cup 2010 ini, mulai terlena dengan kehidupan layar kaca. Pencoretan dirinya dari skuad Timnas U-23 oleh Rahmad Darmawan dikarenakan dirinya lebih mementingkan pembuatan iklan. Walau Irfan mengatakan pula bahwa harus mengurus istrinya. Tetapi Januari ini, Irfan kembali berulah karena mangkir latihan selama sepekan dari klubnya Persema Malang. Akibatnya pemain ini dikenai sanksi oleh manajemen Persema. Alasan Irfan tidak ikut latihan adalah untuk merampungkan pembuatan iklan.

Hariono. Gelandang bertahan Persib Bandung ini dikenal sebagai pemain yang mempunyai tipe permainan keras. Tackle – tacklenya yang keras membuat dia oleh para bobotoh disamakan dengan Gennaro Gattuso, gelandang AC Milan. Pada Liga Super Indonesia 2008 dan 2009 dihiasinya dengan satu kartu merah. Namun pada Liga Super Indonesia 2011/2012, Hariono terlihat lebih kalem dan taktis dalam bermain, meski sesekali ciri kerasnya kembali muncul.

Isnan Ali. Nama pemain bertahan Mitra Kukar ini saya masukkan karena ciri khas tackle kerasnya. Pemain yang menempati posisi bek sayap ini punya kecepatan dan agresifitas. Satu kartu merah sudah dikantonginya pada Liga Super 2011/2012. Emosinya yang meledak – ledak sering menjadi “noda” dalam permainannya.

Sutikno. Pemain Persiba Balikpapan ini ketika masih memperkuat Deltras Sidoarjo di Liga Super 2010/2011 dikenal dengan permainan kasarnya. Dalam sebuah pertandingan Deltras menghadapi Persija pada 12 Juni 2011, Sutikno pernah memukul kepala Greg Nwokolo. Rahmad Darmawan yang menukangi Persija kala itu menyebut Sutikno pemain yang bagus hanya sayang sering lepas kendali. Ketika membela Persitara pemain ini pernah dikenai sanksi tidak boleh bermain dalam 3 pertandingan dan denda 25 Juta rupiah akibat tackling kerasnya terhadap Anang Ma’ruf pada tahun 2009. Uniknya kedua pemain sempat membela Deltras ditahun yang sama.

Budi Sudarsono. Striker yang dijuluki ular piton ini dikenal sebagai bad boy ketika memperkuat Persib Bandung pada Liga Super Indonesia 2009/2010. Entah apa yang membuat pemain yang kini memperkuat Deltras Sidoarjo ini kerap kehilangan kendali, padahal ia adalah salah satu pemain berbakat Indonesia. Pada pertandingan melawan Persitara Budi dikenai kartu merah karena memukul Ledi Utomo pada 28 April 2010. Kasus ini membuat karir Budi di Persib tamat. Manajemen Persib memarkir Budi hingga musim berakhir, karena selain emosional Budi pun kerap absen dalam latihan.

Cristian Gonzales. Striker naturalisasi ini juga dikenal mempunyai temperamen tinggi yang sempat membuatnya dikenai sanksi larangan bermain saat masih memperkuat Persik Kediri. Saat ini pemain kelahiran Uruguay yang membela Persisam Samarinda ini telah berangsur – angsur berubah menjadi pemain yang kalem.

Boaz Solossa. Striker haus gol asal Papua ini juga dijuluki bad boy karena kerap tidak memenuhi panggilan timnas. Kasus paling anyar adalah ketika Alfred Riedl mencoret namanya dari skuad AFF Cup. Walau Boaz sempat beralasan masalah keluarga namun hampir setiap timnas membutuhkan tenaganya Boaz tidak datang tepat pada waktunya.

Isdiantoro ( Rambut Panjang)

Isdiantoro. Bek sayap Persisam ini menjadi bad boy pilihan terakhir saya dalam daftar kali ini. Bek dengan ciri khas rambut gondrong ini seringkali melakukan tackle – tackle keras dan memancing emosi lawan.

Itulah para bad boy pilihan saya. Beberapa nama seperti Okto Maniani, M.Ilham menurut saya juga layak digelari bad boy. Walaupun begitu kerasnya permainan mereka, ketidakdisiplinan mereka, tidak membuat kilau mereka surut. Bengalnya mereka membuat mereka seperti dua sisi mata uang, dibutuhkan tetapi tak jarang dicibir karena “kenakalan” mereka. Tapi inilah sepakbola dengan berbagai ceritanya.

Jika teman – teman punya calon bad boy lain…share disini….

sumber :

http://www.wikipedia.org
http://www.tempo.co
http://www.detik.com
http://www.balikpapanpos.co.id
http://www.republika.co.id
http://www.goal.com
http://www.jpnn.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Bad Boy Sepakbola Indonesia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s