Eksodus Arema

Kurang mulusnya perjalanan kompetisi Indonesian Prima League ( IPL ) dengan ditandai jadwal yang tak tentu dan konflik – konflik diinternal klub peserta rupanya membuat sebagian pemain, dalam hal ini pemain Arema, untuk “hijrah” ke Indonesian Super League ( ISL ).

Perpecahan yang terjadi ditubuh klub Arema yang berkompetisi di IPL dengan adanya klaim 2 kubu yang menyatakan berhak mengelola Arema, rupanya berbuntut kepada ketidaknyamanan pemain. Noh Alam Shah, striker asal Singapura, sudah menyatakan keluar dari Arema. Santer Noh Alamshah akan bergabung dengan Persib atau juga Persebaya 1927.

Rupanya kepergian Along, panggilan akrab Noh Alamshah, merupakan keran pembuka bagi para pemain lainnya. Tercatat T.A Musafri, M.Ridhuan, Hendro Siswanto, Dendi Santoso, Sunarto, Esteban Guillen dan Kurnia Meiga ikut mundur dari Arema IPL.

foto : http://www.wearemania.net

Esteban dikabarkan akan bergabung dengan Persiba Balikpapan. Kurnia Meiga, Hendro Siswanto dan Dendi Santoso dikabarkan telah bergabung bersama Marcio Souza dkk di Arema ISL. Sementara M.Ridhuan masih tanda tanya, namun kehadirannya pada saat laga ISL Arema vs Persija hari Minggu lalu bisa pertanda ia akan bergabung dengan Arema ISL. Sebelumnya Kurnia Meiga pun hadir pada saat Arema mengalahkan PSPS Pekanbaru dan ikut merayakan kemenangan Arema diruang ganti.

Perpecahan kubu Arema sendiri dimulai oleh dua kubu. Ada M.Nur yang disebut – sebut mendapat dukungan dari Arifin Panigoro dan Rendra Kresna yang disebut didukung Bakrie. M.Nur lebih memilih IPL sedangkan Kresna memilih ISL. Ternyata arema IPL pun kembali pecah dengan adanya 2 kubu yang mengklaim paling sah. PT.Ancora menyebut diri mereka berhak mengelola Arema IPL karena membeli saham dari M.Nur tetapi muncul lagi Peni Suparto, Walikota Malang, yang mengklaim berhak atas Arema IPL dengan Yayasan Arema.

PT.Ancora sampai saat ini mengancam melaporkan PSSI dan PT.LPIS karena dinilai lebih memihak kubu Peni Suparto.

Maka pantaslah jika eksodus pemain terjadi di tubuh Singo Edan. Ketidaknyaman pasti menghinggapi para pemain. Jika manajerial sudah pecah maka masa depan klub pun akan muram.

Dari beberapa artikel yang saya baca, PSSI pun turut andil dengan perpecahan ini. Bahkan dengan adanya pemihakan kepada satu kubu, kasus ini mirip – mirip dengan pembajakan Persija Jakarta yang kini sedang dalam tahap pengadilan.

Ini merupakan cara PSSI untuk mengontrol klub hingga kedalam – dalamnya. PSSI yang seharusnya merupakan regulator liga, penyelenggara kompetisi, kali ini melakukan fungsi yang berbeda dengan pengontrolan klub dari dalam. Perpecahan klub merupakan buah dari usaha PSSI untuk memiliki semua klub. Selain itu cara mereka adalah melalui merger antara eks klub IPL dan ISL. Contoh terbaru perpecahan adalah klub PSMS Medan yang sejatinya berada di ISL.

Jargon profesional PSSI tidaklah terbukti sama sekali dengan pengontrolan klub – klub. Lebih penting lagi inilah usaha PSSI untuk mengendalikan neraca keuangan klub.

sumber : wearemania.net
ceritamu.com
angkringanwarta.com
sidomi.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s