Menaklukkan Wamena, La Paz Indonesia

Bagi para penggemar Indonesian Super League ( ISL ) tentunya sudah mengerti betul bahwa tanah Papua adalah daratan yang sulit ditaklukkan klub manapun. Hampir semua klub yang berkunjung ke Papua baik ke Wamena atau Jayapura pulang membawa kisah kekalahan. Hasil seri adalah yang paling terbaik hingga saat ini.

Khususnya bagi klub – klub yang harus bertanding ke kandang Persiwa Wamena, Stadion Pendidikan, inilah salah satu stadion terangker di Indonesia. Pieter Rumaropen dkk hampir selalu tampil sempurna dikandang mereka. Dukungan suporter yang melimpah membuat mereka ganas. Berbanding terbalik jika Persiwa melakoni laga tandang setengah keganasan mereka menghilang.

http://www.sonnapriliano.wordpress.com

Tetapi ada satu fakta yang menjadi halangan terbesar klub – klub tamu untuk tampil buas di Stadion Pendidikan. Fakta bahwa Wamena terletak di Lembah Baliem adalah sebuah keunggulan bagi tuan rumah. Letak Wamena berada lebih dari 500 meter Diatas Permukaan Laut ( DPL ) menyebabkan lapisan oksigen tipis. Belum lagi kondisi cuaca ekstrem Wamena yang disiang hari bisa sangat panas dan dimalam hari bisa teramat dingin.

Lapisan oksigen yang tipis inilah yang dikeluhkan oleh para tamu stadion Pendidikan. Terakhir Persib Bandung dihantam 3 – 0 oleh Persiwa Wamena. Tipisnya oksigen ini membuat para pemain yang tidak terbiasa membuat mereka cepat kelelahan.

Bek Persib dan Timnas Indonesia, Zulkifli Syukur, seusai pertandingan mengatakan bahwa dengan lapisan oksigen tipis dirinya tidak bisa lari terus menerus, harus sejenak berhenti untuk mengumpulkan energi.

Wamena adalah La Paz Indonesia. La Paz yang merupakan ibukota Bolivia terletak 3.600 meter DPL merupakan kuburan bagi tim Amerika Selatan termasuk Argentina dan Brazil sekalipun. Bulan April 2009 Argentina dihantam 6 – 1 oleh Bolivia di Estadio Hernando Siles Bolivia. Pemain sekelas Lionel Messi dan Carlos Tevez yang dikenal sebagai “sprinter” kehilangan kecepatan mereka disini.

Maka tidaklah aneh, jika alasan oksigen tipis menjadi alasan wajib yang menyertai kekalahan klub – klub ISL. Soal cuaca dingin, menurut Zulkifli, bukanlah masalah besar, tetapi soal oksigen tipis dia mengakuinya sangat menghambat.

Stadion Pendidikan Wamena yang berkapasitas penonton 20.000 orang sesungguhnya merupakan aset berharga bagi persepakbolaan Indonesia dengan kondisi geografisnya. Mengapa tidak suatu waktu dalam pertandingan resmi AFC atau FIFA, Indonesia menjamu tamu disini. Tentu dengan catatan, timnas Indonesia telah berlatih lama dan mampu beradaptasi dahulu dengan baik di Wamena. Jika kini pertandingan internasional bisa digeser ke stadion lain tidak harus di SUGBK, maka suatu hari Wamena layak jadi tuan rumah ataupun juga Stadion Mandala Jayapura. Walau dengan catatan Stadion Pendidikan mesti dibenahi dulu sesuai standar AFC.

sumber : http://www.wikipedia.org
http://www.inilahjabar.com
http://www.sonnapriliano.wordpress.com
http://www.vivanews.com
http://www.balikpapaners.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s