79 Tahun Persib ( Sebuah Transisi )

Sang Pangeran Biru, Persib Bandung, merayakan hari jadi yang ke – 79 tepat hari ini. Persib yang lahir pada tahun 1933 yang menurut situs wikipedia merupakan gabungan / merger Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) and National Voetball Bond (NVB) tercatat merupakan salah satu klub tersukses di tanah air.

Persib tercatat menjadi juara Liga Perserikatan pada tahun 1937, 1961, 1986, 1989/1990, dan edisi terakhir Perserikatan pada 1993/1994. Persib pun tercatat sebagai klub pertama yang menjadi juara pada Liga Indonesia I, yang merupakan gabungan dari Galatama dan Perserikatan. Gol Sutiono Lamso ke gawang Petrokimia Putra saat final Liga Indonesia I pada musim 1994 – 1995 membawa Persib menjadi kampiun Liga Indonesia edisi perdana ini.

Memang setelah itu prestasi Persib surut. Naik turun dalam klasemen liga setiap musimnya. Namun Persib tetap mencatat sejarah sebagai klub yang sukses menjalani transisi dari APBD ke pembiayaan mandiri. Saat ini Persib merupakan klub yang disokong berbagai macam perusahaan, bisa terlihat begitu penuhnya kostum pemain Persib. Meski gelar juara belum hadir kembali namun Persib tetaplah diminati karena merupakan sebuah klub yang mempunyai basis suporter yang masif.

Persib dikenal merupakan klub penghasil produk – produk lokal yang menjadi andalan timnas Indonesia. Adeng Hudaya, Max Timisela, Adjat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Robby Darwis, Yaris Riyadi, hingga ke era Eka Ramdani dan Jajang Sukmara ( Timnas U-23 ) merupakan beberapa pemain yang berhasil membuktikan kemampuan mereka di Persib berguna bagi timnas Indonesia.

Waktu bergeser, jaman berubah. Persib dengan kekuatan finansialnya semenjak menjadi PT.PBB ( Persib Bandung Bermartabat ) bukanlah penghasil pemain lokal berbakat lagi tapi lebih menjadi klub yang membentuk sebuah kesebelasan dengan pemain – pemain yang sudah berstatus “bintang” di Indonesia.

Beberapa pemain penghuni reguler timnas Indonesia keluar – masuk Persib. Nama seperti Budi Sudarsono, Christian Gonzalez, Nova Arianto, Markus Horison tercatat sebagai para pemain Indonesia yang pernah bermain untuk Persib.

Musim ini Persib kembali menghimpun para pemain berstatus “hot property” yang sebagian besar pindahan dari rival abadinya Persija Jakarta.

Tak ayal, para legenda Persib banyak berkomentar miring soal pemilihan pemain Persib. Para Legenda menyayangkan jarangnya pemain muda hasil binaan sendiri yang berseragam biru menjadi pemain reguler. Padahal gelar juara Persib pada Liga Indonesia I dihasilkan oleh para pemain binaan sendiri yang dididik sejak tahun 80-an.

Tetapi inilah sebuah transisi dan juga merupakan sebuah trend dalam sepakbola. Bagaimana kekuatan uang bisa membuat sebuah tim yang asalnya hanya medioker menjadi tim yang tangguh seperti Manchester City. Bongkar pasang pemain dan pelatih sudah menjadi sebuah kebiasaan pada persepakbolaan jaman sekarang. Demi satu tujuan yaitu gelar juara.

Hanya sayangnya kekuatan uang pula yang kerap membuat suatu klub dipenuhi tuntutan seperti saat ini di Persib. Sering terdengar suara manajemen lebih lantang dibanding suara pelatih ketika berbicara soal kondisi tim.

Seringkali manajemen menyalahkan pelatih karena pemain pilihan manajemen urung dikontrak karena dinilai kurang memadai kebutuhan tim oleh pelatih.

Saya ingat membuat tulisan dengan judul ” Kade Ah Drago Mamic ” menjelang Persib mengontrak pelatih asal Kroasia ini. Kata Kade merujuk kepada sebuah fenomena di Persib yang senang untuk mencoba pelatih – pelatih asing yang baru mencoba berkarir di Indonesia.

Kade pula merujuk kepada sebuah gejala di manajerial Persib Bandung yang lebih “berkuasa” bahkan dalam soal teknis permainan maupun teknis pemilihan pemain.

Mungkin Drago Mamic baru merasakan ( jika memang merasakan ) gejala ini setelah Persib ditahan imbang Persela hari Minggu lalu. Umuh Muhtar, manajer Persib, menilai Drago salah memilih striker karena sebenarnya Umuh lebih menginginkan Marcio Souza untuk dikontrak ketimbang Moses Sakyi.

Tapi kembali ke sebuah masa transisi mungkin inilah gejala yang bisa saja terjadi ketika kekuatan uang sudah berbicara. Perselisihan antar manajer dan pelatih bisa saja kerap terjadi.

Dengan status tim berisi para pemain yang sebagian besar para pemain tim nasional wajar jika manajemen ingin prestasi instan. Tentulah mereka melupakan masa lalu ketika Persib dengan sabar mendidik para pemainnya untuk menjadi juara.

Mungkin wajar juga dengan kekuatan uang manajemen bisa dengan suka – suka memilih pemain yang akan dikontrak walaupun pelatih tidak sreg dengan pilihan manajemen.

Mungkin inilah juga yang menyebabkan pelatih sekaliber Jaya Hartono dan Daniel Roekito tidak bertahan lama di Persib. Semuanya serba mungkin bila ditarik ke ranah cash & flow.

Hanya harapan akan kedewasaan, kesabaran, dan kegigihan manajemen untuk membentuk sebuah tim yang bisa berprestasi tentulah selalu ada. Harapan akan munculnya sebuah keinginan untuk mencontoh pembinaan masa lalu dengan sentuhan masa kini lebih mengemuka ketimbang beli pemain yang sudah jadi. Tanpa menyepelekan jiwa pemain yang di “impor” dari klub lain, pastinya pemain yang dididik sendiri oleh Persib akan mempunyai dan meresapi lebih dalam Jiwa Persib.

Kedewasaan Manajemen dalam memahami alur, fungsi, tugas jabatan masing – masing juga diperlukan agar tidak ada lagi “overlap” fungsi dan tugas.

Terakhir, Persib kini menjadi sebuah klub Go Public ( saham ). Saya rasa inilah sebuah tonggak baru yang ditorehkan Persib di blantika persepakbolaan nasional. Persib menjadi satu klub yang pertama mampu membiayai diri sendiri mengandalkan sponsor.

Selamat ulang tahun Persib semoga gelar juara bisa kembali diraih tahun ini. Kami sudah merindukannya.

sumber : http://www.wikipedia.org
pikiran-rakyat.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s