Dosa PSSI

detikpos.net

Belum genap setahun bekerja, Kabinet PSSI Djohar Arifin banyak menimbulkan masalah. Masalah – masalah yang mereka picu, lebih didasarkan kepada “balas dendam” terhadap kepengurusan lama. Berikut “Dosa” PSSI :

1. Memutus kontrak Alfred Riedl, pelatih Timnas Indonesia secara sepihak. Pemutusan kontrak memang lazim terjadi, namun pemutusan kontrak Riedl diiringi isu bahwa Riedl tidak dikontrak PSSI melainkan dikontrak Nirwan Bakrie. Dituduh seperti ini Riedl pun meradang dan melaporkan masalah ini ke FIFA. Akhirnya FIFA meminta PSSI memenuhi kewajiban kepada Riedl seandainya kontrak diputus sebelum habis masa. Pemecatan ini juga “melukai” perasaan banyak masyarakat Indonesia, karena Riedl berhasil membangkitkan gairah masyarakat untuk mendukung timnas lagi. Ditambah pengganti Riedl, Wim Rijsbergen gagal total.

2. Pelanggaran terhadap hasil Kongres Bali terkait kompetisi.

– PSSI pada awal kabinet merombak habis kompetisi dari mulai ISL sampai divisi dibawahnya. PSSI menghapus divisi – divisi dan mempersilahkan semua klub dari divisi manapun untuk bergabung dengan liga level teratas asal memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan PSSI. PSSI membawa syarat – syarat AFC sebagai kualifikasi klub. Tetapi setelah menuai banyak kritikan akhirnya PSSI menggagalkan rencana ini padahal beberapa klub telah mengajukan kelengkapan administrasi.

– PSSI setelah menerima kritikan terutama dari anggota komex ( kini dipecat ) kembali ke format Indonesia Super League sesuai dengan hasil kompetisi musim lalu. Ternyata PSSI kembali berbuat ulah dengan mempromosikan 6 klub secara gratis dengan alasan konyol seperti sejarah klub, klub icon. Inilah yang membuat para peserta ISL musim lalu akhirnya “hijrah” dari IPL ( Liga PSSI ) dan kembali membentuk ISL.

Dikemudian hari Wakil Sekjen bidang Kompetisi, Saleh Mukadar, mengakui bahwa 6 klub promosi gratis melanggar statuta.

– PSSI “merampas” Persija Jakarta. PSSI malah mengakui Jakarta FC sebagai Persija Jakarta dikompetisi IPL. Padahal Persija Jakarta dipimpin oleh Ferry Paulus yang dipilih berdasarkan mekanisme klub bukan Hadi Basalamah atau Sonny Sumarsono. Para suporter Persija, Jakmania pun mengakui Persija Jakarta yang berkompetisi di ISL. Fakta dilapangan membuktikan bahwa sebenarnya PSSI tahu bahwa yang mereka lakukan adalah pembajakan dan kemudian Jakarta FC yang diakukan Persija bermarkas di Madiun.

– Bukan hanya Persija yang dirampas PSSI, tetapi Arema, PSMS termasuk klub – klub yang diacak – acak oleh PSSI.

– PSSI memasarkan “merger” kepada klub – klub sebagai salah satu cara untuk memasukkan klub – klub eks LPI kedalam liga resmi.

– Mengganti pengelola liga dari PT. Liga Indonesia menjadi PT.Liga Prima Sportindo.

3. Kekalahan memalukan 0-10 dari Bahrain dan 0-2 dari Brunei Darussalam. Kekalahan 0-10 membuat FIFA turun tangan untuk menginvestigasi. Parahnya lagi PSSI sendiri mencurigai para pemain timnas yang bertanding di Bahrain ikut bermain menentukan skor.

Kisruh ini akhirnya membuat sebagian anggota PSSI yang mempunyai hak suara membentuk KPSI. Menyikapi masalah ini akhirnya membuat AFC untuk mengadakan inspeksi langsung. AFC membuat Task Force ( satgas ) untuk mengetahui dan mengadakan rekonsiliasi antara pihak yang bertikai di persepakbolaan Indonesia.

Satgas AFC ini beranggotakan Wakil Presiden AFC, Tengku Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, anggota Komite Eksekutif (Komeks) AFC dan anggota Komeks FIFA, Dato’ Worawi Makudi, Sekretaris AFC Alex Soosay, serta Ketua Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional James Johnson.

PSSI sendiri belum mengetahui secara pasti agenda Satgas AFC ke Indonesia. Satgas hanya meminta PSSI untuk memfasilitasi mereka. Menurut kabar hari ini ( 09/04) Satgas akan mengadakan roadshow ke klub – klub ISL.

Satgas ini merupakan hasil perjuangan AFC kepada FIFA agar Indonesia terhindar dari sanksi FIFA. AFC juga meminta pengunduran waktu deadline bagi penyelesaian dualisme kompetisi Indonesia sampai 15 Juni. AFC meminta kepada FIFA agar bisa mengusahakan rekonsiliasi dahulu untuk menghindari sanksi yang mungkin dijatuhkan.

Harapan saya, mungkin juga semua pihak, AFC maupun FIFA bisa tahu kondisi sebenarnya yang dilakukan PSSI dan bisa kembali membawa PSSI ke jalan yang lurus.

sumber : www.tempo.co

www. republika.co.id

www.indonesiarayanews.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Dosa PSSI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s