Gol N’Kong Sah atau Tidak?

Partai Arema vs Pelita Jaya memunculkan kisah kontroversial. Kisah ini tentang gol ketiga Arema yang dicetak Alain N’kong yang dianggap “tidak sah” oleh para pemain dan ofisial Pelita Jaya meskipun wasit menyatakan gol itu sah.

Kronologis gol yang dicetak pada menit – 88 ini berawal dari pelanggaran Egi Melgiansyah ( Pelita Jaya ) terhadap Herman Dzumafo ( Arema ) yang sedang melaju mendribling bola mendekati kotak penalti Pelita.

Wasit meniup peluit dan mendekati TKP pelanggaran. Ada dua kejadian disini.

1. Ketika wasit mendekati TKP langkahnya dihalangi Egi Melgiansyah ( dipeluk ).

2. Saat wasit terhalang langkahnya, Dzumafo langsung menempatkan bola ditanah ( dalam keadaan bola diam ) dan merestart permainan cepat – cepat dengan mengumpan kepada N’kong yang ada didepannya. N’kong menyambut umpan dan gol pun terjadi. Wasit yang tertahan tidak melepaskan pandangan dari “quick free kick” Dzumafo dan kemudian mengesahkan gol tersebut.

Para pemain Pelita yang sadar gol itu disahkan wasit, mengejar dan ada tindakan pemukulan terhadap wasit sampai wasit terjatuh. Pertandingan terhenti dan Pelita Jaya memutuskan tak melanjutkan pertandingan. Skor tetap 3 – 2 untuk kemenangan Arema.

Gol bertipe Quick free kick ini bukanlah kali pertama terjadi di sepakbola. Thierry Henry pernah melakukannya ketika masih berkostum Arsenal. Ketika itu wasit menghadiahi Arsenal tendangan bebas. Para pemain Aston Villa masih membentuk pagar pemain dan kiper pun masih mengatur pagar pemain, ternyata bola cepat – cepat ditendang Henry tanpa ada peluit wasit. Gol itu sah !!. Meski mengundang protes sama seperti yang dilakukan Pelita Jaya.

Menanggapi kejadian ini wasit senior Inggris Graham Poll :

With a free-kick around the penalty area, we always ask the players whether they want it quick or slow.
This is their window of opportunity to surprise the defence.

” Tendangan bebas yang terjadi disekitar area kotak penalti, kami selalu menanyakan kepada para pemain apakah akan diambil secara cepat atau tidak”

Itulah jawaban Graham Poll tentang gol Henry. Namun Graham Poll juga menyebutkan bahwa dengan quick free kick ini tendangan bebas tidak bisa diulang seandainya pemain lawan menghalangi laju bola pada jarak 3 yard. Sedangkan jarak antara pagar pemain dan penendang menurut ketentuan Law 13 Fifa Law of the Game adalah 9,15 Meter atau 10 Yard.

Graham juga menegaskan bahwa dalam FIFA Law Of the Game tidak ditegaskan bahwa penendang harus menunggu peluit wasit.

Syarat sah tendangan bebas dalam Fifa Law Of the Game adalah bola ditendang dalam keadaan diam ( stationary ) dan penendang tidak boleh menyentuh bola lagi ( 2 kali dalam waktu bersamaan ) sebelum bola menyentuh pemain lain.

Kembali ke gol Alain N’kong ada beberapa hal yang harus digarisbawahi.

– tendangan bebas diambil beberapa Centimeter dari TKP. Tendangan bebas diambil pada posisi terakhir Dzumafo terjatuh.

Tanda kali Merah : pelanggaran Egi terhadap Herman Dzumafo. Tanda Biru : posisi terakhir Dzumafo terjatuh. Posisi bola terakhir dan posisi tendangan bebas dilakukan.

Dalam hal posisi ini FIFA Law of the Game menyatakan bahwa posisi tendangan bebas dilakukan ditempat pelanggaran terjadi atau dari posisi bola ketika pelanggaran terjadi.

– meskipun pelanggaran ini bersifat indirect free kick. Gol masih bisa disahkan karena Dzumafo tidak menendang bola langsung ke gawang Pelita tapi mengumpan kepada Alain N’Kong. Walau peraturan Law 13 menyebutkan bahwa untuk Indirect Free Kick, tangan wasit tetap terangkat ke atas sampai tendangan bebas dilakukan. Tapi syarat gol dari indirect free kick terpenuhi karena bola diumpan dulu ke pemain lain.

Memang gol tipe quick free kick ini mengundang kontroversi. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di liga manapun. Karena normalnya tendangan bebas dilakukan setelah peluit wasit, dan tim yang bertahan bisa mengatur dulu pagar pemain.

PT.LI sebagai regulator Liga Super Indonesia mempunyai kewajiban untuk mensosialisasikan pemahaman ini kepada para pemain di LSI agar kejadian “mogok main” seperti yang terjadi Sabtu kemarin di Kanjuruhan tidak terulang lagi.

Disatu sisi saya mencoba melihat kenapa tendangan bebas Dzumafo ini kontroversial, karena berujung gol. Padahal para pemain di LSI sendiri sering melakukan ‘tendangan bebas tanpa peluit wasit’ namun sangat jarang berbuah gol.

Jadi menurut saya, Gol Alain Nkong itu SAH. Memang ini sangatlah multitafsir tapi kembali kepada Law 5 tentang wasit, keputusan wasit dalam sebuah pertandingan adalah final, tidak bisa diganggu gugat.

Apakah menurut anda sah atau tidak? kembali ke pemahaman masing – masing.

Semoga bermanfaat.
sumber : Fifa Law Of the Game
bbc.co.uk

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s