Timnas ??

Beberapa waktu lalu saya menulis tentang pemilihan Ramadhan Pohan, anggota DPR dari Fraksi Demokrat, sebagai manajer timnas yang bertugas mendampingi skuad Garuda ke turnamen Al-Nakba Palestina yang dihelat dari tanggal 13 – 24 Mei 2012. Alasan penunjukan Ramadhan Pohan, sangat menggelikan, karena Palestina adalah bangsa yang berjuang meraih kemerdekaan, maka dibutuhkan orang yang mengerti politik untuk kesana. Saya berpikir apakah ini pasukan perdamaian atau kesebelasan sepakbola yang dikirim?

Timnas kini sudah dibentuk. Gabungan pemain – pemain IPL plus Titus Bonas yang “kabur” dari Persipura dan Okto Maniani yang juga meninggalkan Persiram Raja Ampat diarsiteki Nil Maizar. Bergabungnya duo papua yang notabene berkompetisi di ISL, membawa kabar tidak sedap. Meski baru sebatas isu yang saya dengar, tapi kabarnya duo ini diiming – imingi berbagai bonus sehingga bergabung ke timnas.

Berikut nama – nama pemain yang ikut ke Palestina :
1. Irfan Bachdim ( Persema Malang );
2. Samsul Arif ( Persibo Bojonegoro);
3. Wahyu Wijiastanto ( Persiba Bantul);
4. Taufiq ( Persebaya 1927);
5. Yoshua Pahabol ( Semen Padang);
6. Jandia Eka Putra ( Semen Padang);
7. Wahyu Tri Nugroho;
8. Nopendi;
9. Hamdi Ramdhan;
10. Jajang Paliama;
11. M.Nur ( Persibo );
12. A.musawwir;
13. Rahmat Syamsuddin;
14. Hendra Bayaw ( Jakarta FC )
15. Endra P.;
16. Kim Kurniawan ( Persema );
17. Novan Setya;
18. Slamet Nurcahyo ( Persiba Bantul );
19. Titus Bonai ( Eks Persipura )
20. Okto Maniani ( Persiram Raja Ampat).

Bergabungnya dua pemain dari ISL juga kemungkinan merupakan langkah PSSI setelah Menpora mengancam dana timnas akan dibekukan seandainya PSSI masih membatasi timnas bagi pemain IPL karena tidak ada larangan FIFA tentang batasan pemain. Penunjukan Ramadhan Pohan pula diprediksi untuk melancarkan lobi – lobi PSSI di DPR terkait pencairan dana PSSI dalam APBN.

Target? ternyata PSSI tetap tidak muluk – muluk. Timnas hanya dibebani target ringan untuk membuat KEJUTAN saja sesuai keterangan penanggungjawab Timnas, Bernhard Limbong. Hal yang cukup menggelikan karena kebanyakan peserta mengirim tim junior seperti Pakistan dan Jordania mengirim tim U-22. Vietnam pun mengirimkan timnas U-23. Indonesia yang mengirimkan timnas senior seharusnya bisa melibas anak – anak muda ini. Seharusnya. Karena al Nakbah turnament ini sampai membuat pelatih timnas, Nil Maizar, meminta kompetisi IPL dihentikan. Padahal Al-nakba bukanlah Agenda Resmi FIFA.

Indonesia tergabung di Grup B bersama Uzbekistan, iraq/kurdistan. Grup A diisi Palestina, Srilanka, Pakistan dan Vietnam. Sedangkan Grup C diisi Tunisia, Yordania dan Mauritinia.

PSSI tentunya membutuhkan turnamen untuk mengatrol harga diri mereka pasca kekalahan 0 -10. Namun melihat berbagai persiapan dan target, rasanya masyarakat Indonesia harus cukup bersabar jika Indonesia kalah di Palestina. Karena menurut Bernhard Limbong, bahwa tim yang berpatisipasi di Al Nakba bukan tim sembarangan.

Pernyataan Limbong itu bermakna BENDERA PUTIH SUDAH DIKIBARKAN SETENGAH TIANG!!! Semoga misi perdamaian tetap terwujud hihihi.

sumber : Footballpakistan.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s