Cinta dan Benci

Apa itu Cinta? pada postingan sebelumnya saya sudah memberikan definisi benci dari beberapa sumber. Sekarang saya akan memberikan beberapa makna cinta dari beberapa sumber dan ternyata ada kesamaan antara cinta dan benci.

Cinta. Betapa kita sering mendengar kata itu tapi luput untuk memaknai apa arti kata cinta. Kebanyakan mungkin akan bilang bahwa cinta itu suka. Definisi yang tidak salah. Namun patut diingat bahwa SUKA bukanlah Cinta.

Kita bisa merasakan suka kepada teman dari gaya bicara, tingkah laku. Kita bisa merasakan suka ketika seseorang ternyata sangat cocok pemikirannya dengan kita. Kita bisa menyukai seorang teman karena cakap dalam bekerja. Tapi itu bukanlah cinta.

Ada satu definisi cinta dari Paramahansa Yogananda :

“untuk menjelaskan cinta sangatlah sulit, sama seperti ketika anda ditanya bagaimana sesungguhnya rasa sebuah jeruk. Anda harus memakan dulu jeruk baru tahu apa rasanya jeruk. Begitu pula dengan cinta, anda harus merasakannya dulu baru tahu apa arti cinta”

Seringkali bahkan seorang yang sedang dalam hubungan ditanya apa arti cinta, akan terdiam dulu. Pertanyaan selanjutnya mengapa anda mencintai seseorang? bisa juga membuat seseorang terdiam. Jawaban umum, seperti dia baik, romantis dan lainnya adalah sedikit penggambaran apa yang teralami dalam sebuah hubungan yang didasari cinta.

Ada sebuah pepatah jika kamu bersama seseorang karena kebaikannya bisa jadi itu sebuah simpati. Namun jika kamu bersama seseorang dan kamu sangat ingin bersamanya tanpa bisa memberikan alasan jelas kenapa bisa jadi itulah cinta.

Lantas apa hubungannya antara cinta dan benci. Para ilmuwan ternyata menemukan bahwa jaringan syaraf di otak yang memproses rasa cinta ternyata juga memproses rasa benci.

Sebuah penelitian dengan scanner otak menemukan ternyata “jaringan syaraf” benci mempunyai sifat yang sama dengan “jaringan syaraf” cinta.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perasaan cinta dan benci sama – sama bisa menghasilkan perilaku yang irasional, luar biasa apakah perilaku heroik atau buruk. Bagi para peneliti perasaan benci bukanlah hasrat jahat tetapi perasaan/ambisi/dorongan yang sejajar dengan cinta.

Ini seakan membenarkan anggapan bahwa cinta dan benci itu bedanya tipis. Karena dalam proses diotak pun dua perasaan ini bisa menghasilkan sesuatu yang sama.

Inilah kenapa seperti yang telah diposting sebelumnya, Elie Wiesel mengatakan bahwa :

Kebalikan dari cinta bukanlah benci, tetapi ketidakpedulian.

Sedangkan makna cinta mungkin bisa tergambarkan dari qoute Mark Overby :

Cinta seperti mawar yang tumbuh liar, cantik dan damai, tapi rela berkorban untuk bertahan.

Sumber : http://www.independent.co.uk
http://www.quotations.about.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Cinta dan Benci”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s