Indra Tohir : Persib’s Specialist

Tak bisa dipungkiri, rentetan hasil buruk Persib diakhiri semenjak eks pelatih Persib pada Ligina I 1994/1995, Drs.Indra Tohir dipercaya menjadi penasehat teknis tim. Tanpa mengesampingkan peran caretaker, Robby Darwis, namun kehadiran “sesepuh” sepakbola Jawa Barat ini memang membuat Maung Bandung kembali menapaki track yang benar dalam perjalanan Liga Super Indonesia.

Pria kelahiran Bandung, 7 Juli 1941 ini merupakan pelatih bertangan dingin yang dikenal mempunyai disiplin keras dan pendirian teguh dalam cara melatihnya. Dari beberapa sumber, Indra Tohir sangat mengutamakan ketahanan fisik dalam timnya. Ada pula yang mengatakan bahwa filosofi sepakbola Indra Thohir adalah “99% permainan sepakbola adalah berlari”.

Indra Tohir mengantarkan Persib menjadi juara Liga Indonesia I 1994/1995 bermodalkan para pemain lokal binaan Persib. Indra Tohir pun sempat membawa Persib ke perempatfinal Liga Champions Asia musim berikutnya. Persikabo pun pernah merasakan tangan dingin Indra Tohir ketika dibawa promosi ke divisi utama musim 1997.

Musim ini pria penyuka olahraga Golf ini membawa kembali ciri khas permainan Persib yang sempat hilang yaitu permainan bola pendek, 1- 2 sentuhan.

Situs mengbal.com lewat twitternya menyebutkan bahwa pasca Indra Tohir datang, Persib memainkan formasi 4-2-4-0 yang berarti tidak ada striker yang menjadi target man. Bisa dilihat beberapa pemain bergiliran masuk scoresheet Persib. Marcio Souza maupun Noh Alam Shah memainkan peran yang sebelumnya tidak mereka mainkan dengan bermain agak ke tengah.

Disisi lain, dua pemain “bengal” ini kemudian bisa membuktikan bahwa mereka tidak sekedar menjadi goal getter. Along dan Souza mempunyai peran lain sebagai pemberi assist.

Dari grafik situs simamaung.com bisa dilihat bahwa Persib mengalami perbaikan dilini belakang dan peningkatan agresifitas dalam mencetak gol.

Satu dua sentuhan kembali dalam skema permainan Persib. Dalam salah satu penjelasannya, pria penyuka rokok kretek ini menyebutkan bahwa dengan 1 – 2 sentuhan bisa menghemat fisik namun tajam dan lawan kesulitan mencuri bola.

Indra Tohir pun dikenal sebagai pelatih yang jeli melihat potensi pemain. Selain itu juga dia dikenal sebagai sosok yang bisa mempersatukan tim. Contohnya lihat saja bagaimana dua pemain temperamental macam Noh Alam Shah dan Souza bisa agak “jinak” musim ini.

Soal idealisme dan pendirian teguh bisa kawan – kawan lihat pada beberapa Qoute Indra Tohir dibawah ini :

#Bagaimanapun, Marek Janota telah membuat pondasi yg bagus sehingga Persib bisa juara di era perserikatan dan Liga I
#Dulu saya sempat ditawari oleh bapaknya Airlangga utk melatih Persija. Saya bilang: “pepeus atuh engke genteng imah aing”
#Di tangga sebelum menuju bench saat final liga Dunhill, Agum Gumelar datang menghampiri saya sambil berbisik “ini nasional, harus juara!”.
#Pada perkenalan peserta 8 besar Liga Dunhill di Jakarta, Persib underdog. Pelita bawa Kessack, Milla, Dejan, Petrokimia bawa Jacksen, Darryl
#Pas bagian Perkenalan skuad Persib, euweuh nu keprok. Pereus hate aing.
Partai pertama 8 besar Liga I di Senayan, saya cuman bilang: asal tong jadi peringkat 8 weh. Can mikir jadi juara.
#Kalo Yusuf Bachtiar absen, ada Yudi Guntara, ada Asep Kustiana, tapi jujur, tdk ada pemain yg bisa menyamai kualitas Yusuf.
#Tour ke Medan sama ke Deli Serdang itu tour neraka.
#Mulyana pemain yg paling setia. Lawan Arseto, dia saya suruh jaga Rocky Putiray. Mulyana kesangan sampe ka kanjut2.
#Instruksi Thohir ke Mulyana pas final: “aing teu hayang nyaho, eta Jacksen Tiago tong sampe leupas. Kamana Jacksen lumpat, tuturkeun terus”
#Saya mensetting semua strategi dimulai dari strategi Kick Off. Syamsudin Umar sampe kaget pas lawan PSM hampir jebol di detik awal.
#Anwar Sanusi jeung Gatot Prasetyo kalo tour ke Medan nyalina sok ciut. Si Samai tah jagoan mun partai tandang.
#Thohir ke Yudi Guntara pas 8 besar: “Yud nu nggeus mah enggeus, ayeuna Yudi cetak gol nya!” Bener, Yudi gol via tendangan bebas!
#Asep Dayat di Liga hiji masih ngora keneh, bapana sok mawa singkong ka imah.
#Pa Ateng Wahyudi selalu datang di sesi latihan sore Persib. Kalo libur, saya sering maen golf sama dia.
#Kalo TC di Bdg, pemaen dtng jam 3. Makana sy lbh suka TC di Subang. Isuk2 hajar sampe jam 12, istirahat, nyatu, hajar fisik deui sampe sore!
#Saya gak berani kalo tanpa ujicoba masang pemain. Gak ada modal buat saya.
#Marek Janota telfon saya untuk jd asisten nya. Saya tolak. Musim depannya minta lg, saya tolak lagi.
#Tapi waktu Ateng Wahyudi yg minta saya jd pelatih, saya gak bisa nolak. Ini panggilan tanah kelahiran.
#Saya mau jd pelatih, tapi pola 4-3-3 harus diganti 3-5-2. Malah Ateng Wahyudi yg bingung.
#Bae da aing mah boga prinsip. Urang mah teu menta jd pelatih Persib. Pokona mun henteu 3-5-2, urg embung ngalatih.
#Seminggu semua pengurus rapat. Ngerayu2 saya dan bilang “gelo sia mah pake syarat sagala, tarima weh atuh”.
#Akhirnya beberapa pengamat bola ada yg memusuhi saya karena maksa pake 3-5-2. Mereka meragukan kemampuan saya.
#Di koran mah urang teu ngalawan. Cicing. Tapi pas rapat saya jelaskan secara keras semua alasan pake 3-5-2.
#Aing ngomong: “maraneh karak maca buku halaman 10, aing geus nepi halaman 100”.
#Ngapain pake 3 striker dan 2 nya sebagai flank ketika speed pemain sendiri sudah menurun? Mending pake 2 striker dan 5 gelandang.
#Akhirnya ujicoba pake 3-5-2. Persib ngurung lawan. Kiper Gatot Prasetyo sampe ada 30 meter di depan gawang.
#Robby Darwis jd lebih bebas maju. Pemain baru menyadari pola 3-5-2 ternyata cocok dan enak dipakai.
#Hasil ujicoba memang 0-0. Tapi kita unggul secara permainan. Yg lucu, Ateng Wahyudi telfon “Seri eta sama dengan eleh, Hir!”
#Saya ketawa. Saya jelaskan permainan bagus, tapi Ateng gak peduli. Dia bilang gak butuh hasil seri, harus selalu menang!
#Bukannya kecewa, saya malah senang dimarahi pak Ateng. Bagi saya, dia sosok pemimpin yg jempol. Saya respect sama beliau.
#Kata Thohir, kalo ada yg bisa mem filmkan kejadian pas welcome party 8 besar Liga Dunhill, berapapun harganya saya beli.
#Kalo Persib maen di Senayan, liat Senayan membludak penuh warna biru, muringkak tah bulu kuduk urang.
#Di benak saya cuman 1, bisa gak yah saya bikin bahagia mereka. Bikin mereka pulang dengan kemenangan dan bahagia.
#Karena diantara penonton itu, saya mah yakin aya dulur sayah, aya alo sayah.
#Di ruang ganti pas sebelum final saya sudah gak bicarain strategi. Itu udah dibahas jam 11 siang. Saya cuman kasih motivasi.
#Saya punya Kekey, Suti, Asep Dayat, Poni.. Teu gampang eta ngawinkeun komposisi eta. Ampe dipuasaan tah ku sayah!
#Setelah Persib juara liga 1 saya mengundurkan diri. Saya sudah nazar kalau Persib juara saya mundur.

Pelatih yang juga merupakan dosen FPOK UPI rasanya memang terlahir untuk Persib. Ditangannya Persib menjadi juara ditangannya pula Persib menyimpan harapan dimusim ini.

Jika Liverpool punya sosok pelatih legenda pada diri Kenny Dalglish. Persib punya Indra Tohir.


sumber :
http://www.simamaung.com
@mengbal
http://www.dedenana.heck.in
http://www.pikiranrakyat.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s