Keputusan AFC Task Force : Awal Kedamaian?

AFC Task Force yang dibentuk untuk menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA akhirnya mengeluarkan keputusan dalam bentuk MoU ( Memorandum of Understanding ) yang ditandatangani dua pihak yang bertikai, yaitu PSSI dan KPSI.

Dalam MOU tersebut dimuat beberapa keputusan :

1. Dibentuknya Joint Comittee ( Komite Gabungan ) yang bertugas untuk membentuk liga profesional baru. Komite ini juga bekerja bersama AFC dan FIFA untuk mereview statuta dan menyelesaikan masalah – masalah organisasi lainnya.

2. 4 anggota Exco PSSI yang dipecat : La Nyalla Mattalitti, Tony Apriliani, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dikembalikan lagi posisinya di PSSI.

3. Liga Super Indonesia akan terus berjalan dibawah payung PSSI.

4. KPSI tidak akan mendirikan organisasi sepakbola sendiri.

AFC sangat berharap bahwa penandatangan MOU ini akan menjadi tonggak baru dalam sepakbola Indonesia dan juga merupakan sebuah kesempatan untuk menyatukan dua pihak yang berseteru.

AFC sendiri menegaskan akan terus membantu Indonesia untuk membuat liga profesional yang baru.

Tentunya kita mengharapkan ini memang akan menjadi sebuah solusi menuju sepakbola indonesia satu tanpa ada perpecahan lagi.

Memang masih banyak pertanyaan seperti bagaimana penyelesaian kasus dualisme klub, bagaimana pola kompetisi musim depan? apakah ISL – LPI akan merger, karena tentunya dengan merger masalah dualisme klub harus diselesaikan terlebih dahulu.

Semoga saja dalam proses dan perumusan kompetisi, statuta, dan masalah organisasi lainnya tidak ada lagi saling telikung, tidak ada lagi saling hujat, tidak ada lagi arogansi, tidak ada lagi kebohongan – kebohongan yang sering diumbar PSSI. Semoga semua pihak mampu tetap bersatu demi kemajuan sepakbola Indonesia.

Karena jika dilihat dari ranking FIFA, Indonesia ditangan PSSI Djohar Arifin sudah terkalahkan oleh Filipina yang selama ini selalu dibawah Indonesia. Berarti PSSI sekarang membawa Indonesia terpuruk.

Pun PSSI harus sadar bahwa awal mula pertikaian disulut,ditambah membara oleh tingkah laku mereka sendiri.

Semoga saja ini menjadi perdamaian yang indah.

sumber : the-afc.com
kompas.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Keputusan AFC Task Force : Awal Kedamaian?”

  1. PSSI adalah satu-satunya institusi negara yang mengurusi sepakbola di indonesia yang sah secara hukum. Sebagai institusi tentulah PSSI tidak dapat dijadikan kambing hitam atas kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh Timnas.
    Adalah “orang-orang” yang ada di dalam tubuh PSSI yang harus bertanggungjawab atas ketidakbecusan mereka mengelola Timnas. Kenapa sampai bisa ada dualisme kompetisi? Kenapa ranking indonesia melorot sampai posisi 151 jauh di bawah vietnam?
    Saya sebagai pecinta sepakbola tanah air, tidak mempermasalahkan “siapa-siapa saja” yang ada di dalam PSSI, tapi harus ada langkah konkret untuk kemajuan sepakbola. Pembinaan U-15, U-17, U-19, U-23 sebaai kerangka timnas di masa yang akan depan sebaiknya menjadi prioritas PSSI ketimbang menggelar pertandingan persahabatan internasional di luar negeri.
    Salam Satu Jiwa…!

    1. betul bukan badannya, tapi orang2nya..tapi ketika orang2nya bertindak salah ya nama badan pasti akan terbawa salah. saya pun tak akan mempermasalahkan andai orang2 tersebut tidak membuat keadaan kacau seperti sekarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s