False 9

Kedua kalinya saya menulis bertumpu kepada pertandingan perdana Euro 2012 antara Spanyol vs Italia. Tulisan pertama tentang strategi Italia dan kali ini saya ingin sedikit mengulas strategi Spanyol dalam pertandingan itu.

Vicente Del Bosque, manajer Spanyol, menumpuk gelandang dengan formasi 4 – 3 – 3. Formasi ini meninggalkan striker murni macam Fernando Torres, Fernando Llorente, dan Alvaro Negredo dibangku cadangan.

Meski 4-3-3 namun dalam pelaksanaannya menjadi 4 – 6 – 0 ketika bertahan. Maksud Vicente dengan menempatkan Andres Iniesta – Fabregas – David Silva didepan adalah tentunya untuk menguasai permainan. Tiga nama tersebut merupakan peracik bola handal, dribbling bagus, passing diatas rata – rata. Lantas kenapa tidak ada striker murni yang diturunkan untuk menuntaskan “racikan” para gelandang tersebut?

Dari beberapa sumber, Spanyol memainkan strategi false 9 ( false nine ). False 9 adalah sebuah sebutan bagi pemain depan yang mempunyai fungsi lebih dari seorang striker murni. Seorang False 9 akan jauh turun ke tengah untuk bertarung merebut bola dari lawan. Membuka ruang bagi rekan – rekannya untuk melakukan serangan. False 9 juga dibekali tugas untuk memberikan umpan – umpan matang kepada rekan – rekannya. False 9 juga disebut dengan sebutan Deep – Lying Forward.

Pemain yang ditugaskan sebagai False 9 biasanya mempunyai skill diatas rata – rata. Selain umpan matang dia juga mesti punya kemampuan menahan bola dan mengubah arah permainan. Lionel Messi, Francesco Totti adalah dua pemain yang sering memainkan fungsi ini.

Dari www.faridwajdiarsya.wordpress.com disebutkan bahwa strategi False 9 ini mulai dikenal dalam pertandingan persahabatan antara Inggris melawan Hungaria pada 25 November 1953. Nandor Hidegkuti ( no.Punggung 9 ) menjalankan fungsi ini. Sebagai striker dia turun jauh ke tengah menarik bek Inggris Harry Johnston yang ditugaskan menempel Hidegkuti meninggalkan pos dan membuat lubang dipertahanan Three Lions. Babak pertama saja Hungaria sudah unggul 4 gol.

Inilah contoh dari penerapan false 9. Pemain dengan fungsi ini layaknya “berpura – pura”. Ditempatkan paling depan namun pergerakannya tak dibatasi. Biasanya pemain False 9 ini disandingkan dengan seorang Finisher.

Pada pertandingan Spanyol vs Italia kemarin, rasanya Del Bosque mengharapkan gebrakan dari lini tengah yang ditempati Xabi Alonso, Sergio Busquets dan Xavi Hernandez. Soal urusan mencetak gol, Fabregas, Iniesta, David Silva, Xavi dan Busquets terhitung sebagai gelandang yang subur mencetak gol. Penempatan 4 gelandang Barcelona pun rasanya karena mereka telah fasih menjalankan taktik ini ditangan Joseph Guardiola.

Lantas kenapa hasilnya imbang? Jawabannya adalah karena Italia mampu bermain rapat. Menjaga ketatnya pertahanan. Pun ketika bertahan Italia bisa bertahan dengan 3 bek + 5 gelandang. Sosok Daniele De Rossi yang menjadi Sweeper ( bebas bergerak kemana saja diareal pertahanan dan menjadi breaker ) mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Penguasaan bola, gelandang dengan dribbling baik menjadi percuma berhadapan dengan catenaccio Italia.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “False 9”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s