FLARE

http://www.boston.com

Gambar diatas merupakan aksi para pendukung Barcelona merayakan kemenangan klubnya atas Real Madrid. Perayaan yang ditandai dengan menyalakan flare.

Flare merupakan pyroteknik yang menghasilkan cahaya terang ( api ) atau panas yang intens tanpa disertai ledakan. Flare ini biasanya digunakan sebagai sinyal, alat penerangan, atau sebagai perlengkapan militer.

Dalam ranah sepakbola Flare ini memiliki fungsi lain. Flare lebih kepada untuk memeriahkan suasana sekaligus sebagai simbol dukungan suporter kepada tim kesayangan mereka. Bisa juga Flare diartikan sebagai “tekanan” terhadap lawan.

Di Liga Super Indonesia, suporter klub – klub sering menyalakan flare sebagai bentuk dukungan. Pusamania, pendukung Persisam, merupakan salah satu suporter yang sering menyalakan flare ketika Persisam bertanding di Stadion Segiri Samarinda. Biasanya flare “dibakar” ketika pertandingan memasuki 5 menit terakhir.

Apakah penggunaan flare ini dilarang? Karena ketika pertandingan Arema vs Gresik United malam ini ( 30 / 06 ), komentator pertandingan menyayangkan Aremania yang menyalakan flare ketika pertandingan memasuki menit – menit akhir.

Dalam FIFA Safety Regulation mengenai Security Checks, flare tidak disebutkan sebagai barang yang dilarang untuk dibawa suporter masuk ke stadion. Memang disebutkan bahwa seseorang yang ingin masuk ke stadion tidak boleh membawa barang berbahaya, tapi tidak ada penyebutan flare disitu. Bahkan FIFA lebih menekankan kepada Alkohol yang mungkin dikonsumsi penonton selama menonton pertandingan.

Flare dalam Safety Regulation disebut dalam artikel 17 tentang Security Officer. Hanya saja FIFA menyebut secara lebih luas menggunakan kata Pyrotechnic. Artikel 17 poin 3 menyebutkan wewenang Security Officer ( penanggung jawab keamanan ) untuk menimbang resiko dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam sebuah pertandingan dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian, pihak kesehatan, pemerintah, dan berbagai pihak yang lainnya yang terlibat dalam manajemen sebuah even pertandingan. Hal yang perlu dipertimbangkan oleh Security Officer termasuk jika ada riwayat pendukung yang sering menggunakan pyroteknik. Tetapi tidak ada penegasan bahwa pyroteknik dilarang.

Ini berarti penggunaan pyroteknik semacam flare aturannya diserahkan kembali kepada organisasi sepakbola masing – masing negara dengan koordinasi dengan pihak keamanan. Seperti halnya di Inggris yang tidak melarang flare.

Flare selama tidak membahayakan jiwa penonton lainnya, selama tidak digunakan untuk membakar objek lainnya, selama tidak dilempar ke dalam lapangan sebelum, saat, dan sesudah pertandingan berlangsung, ataupun asapnya tidak masuk ke lapangan,menurut saya sah – sah saja jika merujuk pada peraturan FIFA.

Sementara di Indonesia, khususnya Liga Super Indonesia, PT.Liga Indonesia sepengetahuan saya belum melarang penggunaan flare.

so, kenapa diributkan???

sumber : www.fifa.com
http://www.boston.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s