Kalau kamu pelatih timnas, mau ngapain??

Hanya berandai – andai. Andai saja saya adalah pelatih timnas sepakbola Indonesia ada beberapa langkah yang akan saya lakukan. Langkah – langkah ini merupakan tahapan yang membutuhkan dukungan dari PSSI sendiri sebagai pemegang kebijakan / lembaga tertinggi sepakbola Indonesia.

Masalah fisik pemain kita yang sering dikeluhkan hanya bertahan kurang lebih 75 menit tentulah sangat kurang dalam standar pertandingan internasional.

Maka dengan itu saya akan mendesak PSSI untuk membuat semacam bimbingan teknis bagi para pelatih fisik klub – klub Indonesia dengan instruktur profesional luar negeri macam Raymond Verheijen. Cukuplah para pelatih fisik ini digembleng 2 minggu dengan kurikulum padat tentang olah fisik pemain.

Beres belajar, para pelatih fisik dikembalikan ke klub masing – masing dengan ancaman dan iming – iming. Bagi klub yang fisik pemainnya masih jelek akan dikenakan denda, sedangkan bagi klub dengan peningkatan fisik pemain terbaik akan diberikan hadiah. Bukankah bangsa kita senang berlomba? macam lomba kebersihan, lomba lalu lintas bahkan keluarga sakinah pun ada lombanya.

Tak cukup dengan itu, saya akan mendesak badan liga agar menerapkan sistem pertandingan ala J-league ( Liga Jepang ) beberapa tahun yang lalu.

Yaitu tidak ada kalah melalui waktu normal. Imbang 90 menit dilanjut dengan perpanjangan waktu 2 X 15 menit. Masih imbang dilanjut dengan adu penalti untuk cari pemenang.

Dengan sistem ini fisik akan terlatih. Mental pemain akan selalu haus kemenangan. Pemain selama 90 menit akan mati – matian dilapangan karena mereka tahu bertanding 120 menit sangatlah melelahkan apalagi jika dalam 1 minggu 2 kali bertanding.

Belum lagi para pelatih akan memikirkan rotasi pemain. 120 menit sama dengan kaki – kaki yang lelah. Disinilah kans pemain muda untuk manggung. Mau tak mau dengan hanya 22 pemain dalam satu musim. Jika saja 5 kali pertandingan imbang sama dengan 600 menit, maka bahaya cedera pemain yang tampil terus akan besar. Pemain muda layak ditampilkan.

Para pemain dan pelatih juga akan lebih kreatif dalam mengembangkan permainan karena mungkin saja mereka tak mau menempuh ratusan menit dalam satu minggu. 90 menit harus menang.

Secara rating televisi pun bisa saja ini akan menambah daya tarik karena setiap pertandingan layaknya final kejuaraan. Tensinya tinggi.

Oh iya, setiap klub juga harus mempunyai ahli gizi. PSSI membuat panduan makanan bergizi dan harus ditaati. Sekali lagi ancaman dan hadiah mengiringi penerapan gizi.

Lalu saya akan meminta PSSI untuk membuat bimbingan teknis bagi para pelatih. Narasumbernya ambillah Joseph Guardiola, Guus Hiddink, Vicente del Bosque, Jose Mourinho atau siapapun asal pelatih kelas dunia.

Cukup yang dikumpulkan adalah para pelatih di liga tertinggi. Tambah wawasan mereka beberapa hari. Sebelumnya para narasumber ini diminta untuk mengkaji permainan tiap klub sehingga pas dibimbingan teknis pelatih klub Indonesia dan narasumber akan one on one berbagi pikiran tentang bagaimana menyempurnakan permainan.

Tak perlu diberi sertifikat pun saya yakin mereka mau datang.

Kenapa pelatih, ahli gizi dan pelatih fisik harus digembleng lagi? bukan berarti mereka bodoh atau tak becus, tetapi agar wawasan mereka tambah tinggi, agar mereka tambah pintar plus timnas adalah sesuatu yang bersifat jangka pendek. Pemain lebih banyak dilatih diklub. Sehingga ketika timnas membutuhkan, saya tak perlu pusing lagi mikir soal peningkatan fisik ataupun pola permainan.

Karena saya yakin kepintaran pelatih dan pelatih fisik, atau ahli gizi sangat mempengaruhi pemain.

Dengan cara ini pula tak perlu pelatnas jangka panjang yang membosankan bagi saya, staf pelatih dan pemain. Cukuplah ketika pelatnas digelar saya hanya akan fokus komunikasi dan kekompakan pemain.

Dalam pelatnas pula, saya akan datangkan pembicara – pembicara yang bisa menggugah semangat kebangsaan mereka. Karena bukan rahasia lagi, bangsa kita ini suka merasa lemah ketika berhadapan dengan bangsa lain. Terlalu hebat warisan penjajah ini. Sampai sekarang pun masih ada anggapan kalau kita tidak mampu atau memposisikan diri kita bangsa kelas 2, parahnya itu datang dari kita sendiri bukan dari orang lain.

Padahal anak – anak bangsa kita banyak berkontribusi didunia ini. Lihatlah insinyur penerbangan Indonesia tersebar diberbagai belahan dunia, membantu negara lain memproduksi pesawat.

Lihatlah dalam level usia muda, para pemuda kita selalu bisa berprestasi dalam olimpiade fisika.

Kita ini bangsa hebat dan itu yang harus kita sadari. Ada yang bilang kita negara gagal, pakai ukuran siapa? bank dunia atau lembaga internasional lainnya? mereka menyebut kita gagal karena punya maksud kepada negara kita. Mereka ingin menyusup ke negara kita lewat ekonomi, politik dan lainnya. Harus kita sadari hal ini.

Untuk meningkatkan mental pemain kita, maka saya akan merencanakan banyak ujicoba. Minimal 50 kali dalam setahun. Saya buat timnas A dan timnas B seperti yang Inggris punya.

Lawan tanding bukanlah abal – abal seperti bintang dunia & friends atau pertandingan eksibisi lainnya. Tapi pertandingan yang bisa benar – benar menguji kemampuan pemain. Kalau perlu kita banyak bertanding ke kandang negara lain.

Jangan lawan klub, karena sisi kompetisinya tidak ada. Klub eropa yang sering datang hanya mencari sisi bisnis saja.

Nah inilah beberapa program saya.

Hanya yang saya khawatirkan adalah ketika membeberkan semua ini didepan ketua umum PSSI dan jajarannya, dengan penjelasan detail, kalau perlu presentasinya tambah audio dan visual, tanggapan PSSI cuma singkat :

“Jangan muluk – muluk, yang ada saja, lagian juga dananya darimana? Tar banyak ujicoba kalau kalah gimana? kita sih realistis saja”

Maka saya pun akan kembali berandai – andai.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Kalau kamu pelatih timnas, mau ngapain??”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s