Farewell Bima Sakti

Bima Sakti. Namanya begitu lekat dibenak penggemar sepakbola Indonesia. Ketika disebutkan Bima Sakti, orang akan ingat kepada sosok gelandang bertahan yang punya tendangan bebas akurat.

Bima Sakti Tukiman, nama lengkapnya, lahir di Balikpapan 23 Januari 1976. Pria yang sering mengemban jabatan kapten ini merupakan hasil didikan PSSI Primavera yang berlatih dan berkompetisi di Italia kurun waktu 1993 – 1995.

Disini pula bakat Bima Sakti menggoda klub liga Swedia, Helsingborg IF, untuk mengontraknya selama semusim pada tahun 1995-1996.

Pulang ke Indonesia, Bima Sakti yang sempat memperkuat PKT Bontang dimasa muda, bergabung dengan Pelita Jaya selama 3 musim dari tahun 1996-1999. Bima kemudian dikontrak PSM Makassar dan bertahan disana selama 2 musim. Bersama PSM, ia meraih gelar juara Liga Indonesia musim 1999-2000 dan juga pada musim itu ia terpilih menjadi pemain terbaik liga Indonesia.

Tahun 2002 ia bergabung dengan lulusan primavera lainnya, Kurniawan Dwi Yulianto, diskuad bintang PSPS Pekanbaru. Namun disini pula Bima sempat mengalami masa – masa sulit.

Pada tahun 2002, Bima Sakti dipinjam oleh Petrokimia Gresik untuk mengikuti Piala Ho Ci Minh City di Vietnam. Naas menimpa gelandang ini, ketika tebasan Baichung Bhutia pemain India mematahkan kaki kirinya.

Tulang Fibulanya patah dan engkel kaki kiri mengalami pergeseran. Untuk penyembuhan, manajemen Petrokimia membawa Bima ke National University Hospital Singapura. Meski sembuh, namun tidak demikian dengan mental Bima.

Ia sempat trauma karena cedera yang mengharuskannya istirahat dari lapangan hijau selama delapan bulan. Mentalnya drop dan musim itu ia hanya bemain 6 kali untuk PSPS. Akhirnya dorongan keluarganya pula yang membuat Bima bisa kembali menjadi seorang gelandang yang tangguh. Lepas dari PSPS Bima bergabung dengan Persiba Balikpapan.

Perjalanan karirnya dilanjutkan di Persema Malang. Bima bergabung dengan Laskar Ken Arok dari tahun 2006 sampai dengan sekarang.

Ia memulai caps timnas pertama pada usia 19 tahun di Sea Games 1995 Chiang Mai. Bima menjalani debut timnasnya kala Indonesia menghadapi Thailand.

Gol pertama Bima di timnas dicetak saat Indonesia berhadapan dengan Moldova di Genoa Italia pada 30 Oktober 1996.

Sejak tahun 1995, nama Bima Sakti selalu menghiasi starting eleven timnas sampai dengan pertandingan terakhirnya pada kualifikasi Piala Dunia, saat Indonesia menjamu Cina 27 Mei 2001.

Total caps Bima Sakti bersama timnas adalah 58 kali penampilan dengan catatan 12 gol.

Menghilang hampir 10 tahun dari skuad timnas, nama Bima Sakti kembali menghiasi skuad Garuda kala Indonesia menghadapi Inter Milan beberapa waktu lalu.

Semalam (04/08) saat Indonesia Selection menghadapi Valencia, Bima tampil sebagai pemain pengganti pada babak II. Pada pertandingan yang berakhir dengan kekalalahan Indonesia tersebut, Bima Sakti memutuskan bahwa inilah penampilan terakhirnya untuk Indonesia. Di usia 36 tahun, Bima Sakti mengakhiri masa – masa gemilangnya saat Garuda tersemat didada kirinya.

Bima Sakti sudah memikirkan keputusan ini selama pemusatan latihan dan merasa sudah selayaknya ia memberikan jalan bagi para pemain muda untuk menghuni timnas.

Ia juga berharap dualisme organisasi sepakbola di Indonesia bisa segera terselesaikan.

Farewell, Captain !!!!

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Farewell Bima Sakti”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s