Tibo…Tibo..Nasibmu

Titus Bonai baru saja mencetak rekor baru sebagai pemain Indonesia yang dikontrak klub luar negeri yang langsung dipecat tanpa pernah bermain sekalipun. Selidik punya selidik ternyata Tibo, panggilan akrabnya, tersandung masalah administrasi. Salah siapa?

Telunjuk mengarah pada orang – orang dibalik transfer Titus Bonai. Titus Bonai kabur dari Persipura Jayapura sekitaran bulan Mei 2012. Pemain yang terkenal bersama Persipura sehingga menjadi penyerang utama Timnas U-23 pada Sea Games 2012 dihasut PSSI untuk bergabung dengan timnas yang dipersiapkan ke turnamen Al-Nakbah Palestina.

Semenjak itu Titus Bonai tidak pernah kembali ke Persipura, bersama dengan Okto Maniani yang juga ikut kabur dari Persiram Raja Ampat. Sedangkan Patrich Wanggai masih bermain bersama Persidafon hingga LSI usai.

Keikutsertaan Titus Bonai dengan timnas juga menyisakan permasalahan administrasi karena passport Tibo masih dipegang Persipura. Keberangkatannya tentu “cacat” dari segi administrasi. Entah bagaimana akal PSSI sehingga Tibo bisa main di Palestina.

Akhir Juli Tibo mengikat kontrak dengan klub Thailand, BEC Tero Sasana. Transfer Tibo ini dipuji oleh PSSI dan tentunya mendapat dukungan penuh Djohar Arifin dan kawan – kawan.

Namun cerita indah ini berakhir tragis karena Tibo terganjal masalah administrasi. Ternyata Tibo menggunakan surat keluar dari Persebaya 1927.

Surat keluar tersebut diberitakan mempunyai beberapa keganjilan. Tak ada nomor surat, tandatangan Dityo Pramono selaku CEO Persebaya 1927 pun dinyatakan palsu, setelah Dityo menolak bahwa dia pernah menandatangani surat tersebut.

Aktor dibelakang ini adalah Llano Mahardika, yang sempat memimpin Persebaya 1927. PT.LPIS yang ketiban malu akhirnya menjatuhkan sanksi tiga bulan kepada Llano Mahardika.

Sanksi yang ringan mengingat Llano melakukan kesalahan fatal dan membuat surat palsu.

Anehnya PSSI yang semula mendukung malah berbalik menyerang Tibo. Padahal rasanya tidak mungkin jika PSSI tak mengetahui hal ini. Toch, mereka yang merayu Tibo untuk keluar dari Persipura tanpa sebab jelas. Iming – iming mereka terhadap Tibo perlu dibuktikan, karena sekarang nasib Tibo tidak jelas, tanpa klub.

Mengingat pula Llano adalah orang PSSI,tak mungkin PSSI tak tahu.

Kini bagaimana nasib Tibo selanjutnya karena Bec Tero pun telah membatalkan kontraknya. Inilah buah dari tingkah laku dari PSSI yang mengajarkan pemain tidak profesional.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s