Persib 1933?

Persib memang lahir pada tahun 1933, namun bukan itu yang menjadi bahasan kali ini. Ini seputar perseroan terbatas ( PT ) yang dinamai Persib 1933 yang beranggotakan 36 klub anggota persib yang didirikan baru – baru ini.

PT.Persib 1933 ditujukan untuk mengambil alih kembali saham PT.Persib Bandung Bermartabat ( PT.PBB ) yang menguasai 30 % saham Persib. PT.PBB pada penunjukan awal memang mendapat delegasi dari Dada Rosada, ketua umum, pada waktu tahun 2009 ( mohon dikoreksi jika ada kesalahan tahun ) sebagai perwakilan klub – klub anggota Persib Bandung yang memiliki saham sebesar 30 %. Sementara 70 % saham Persib Bandung dimiliki oleh PT.Suria Eka Persada yang juga merupakan gabungan pengusaha – pengusaha.

Terbentuknya PT.PBB adalah jawaban dari pelarangan dana APBD bagi klub sepakbola profesional. PT.PBB sendiri beranggotakan Umuh Muchtar ( manajer ), Zaenuri Hasyim, Kuswara s Taryono, Iwan Hanafi, Yoyo S Adireja. Selama 3 tahun Persib dibawah komando PT.PBB yang juga menyuntikkan dana bagi Persib diluar sponsor – sponsor.

Kini hadir PT.Persib 1933 yang diketuai Dudi Sutandi yang ingin mengklaim saham 30 % milik PT.PBB. Seperti dijelaskan diatas bahwa PT.Persib 1933 merupakan bentukan dari 36 klub anggota Persib.

PT.Persib 1933 selain ingin menguasai saham juga beralasan bahwa selama ini lima orang perwakilan mereka dalam PT.PBB yang ditunjuk Dada Rosada gagal memenuhi aspirasi 36 klub anggota. Termasuk gagal dalam pembinaan pemain muda.

Pihak Persib 1933 menekankan bahwa keinginan mereka untuk mengambil kembali saham adalah niat untuk mengkoreksi apa yang mereka lihat selama ini salah.

Memang niatan bagus. Tetapi yang terlihat adalah sebuah kekhawatiran ketika Persib 1933 ini akan menarik kembali Persib ke dalam kubangan soal masalah pendanaan. Persib selama ini mempunyai modal yang kuat dan tidak pernah bermasalah soal fulus.

Persib 1933 masih dipertanyakan soal kemampuan mereka mengelola dana dan menghadirkan dana bagi Persib. Belum lagi adanya kekhawatiran soal Persib pecah.

Seharusnya semuanya bisa dikomunikasikan dengan baik antara Persib 1933 dan PBB. Apa yang dijadikan permasalahan oleh Persib 1933 kuncinya ada diorang yang memberikan delegasi bagi PBB. Memang Persib 1933 mendesak Dada agar segera mengadakan RUPS ( Rapat Umum Pemegang Saham ).

Isu ini sudah memunculkan isu lain yaitu mundurnya Umuh Muchtar, Zaenuri dan Kuswara jika Persib 1933 memaksa untuk mengambil alih saham. Umuh Muchtar bahkan mengatakan kemana orang – orang tersebut ( orang – orang Persib 1933 ) saat Persib butuh dana.

Jika dirunut ke belakang nama Persib 1933 bukanlah suatu nama yang baru. Bambang Sukowiyono, eks pemain Persib, yang baru saja dilantik oleh Bernhard Limbong sebagai ketua Pengprov PSSI Jawa Barat ada dibalik Persib 1933.

Bahkan November tahun lalu, Bambang Sukowiyono mencetuskan ide gila yaitu memecah belah Persib dengan menghadirkan Persib 1933. Bahkan PT.Persib 1933 yang sekarang pun berniat untuk bermain di divisi 3.

Bagi kebanyakan bobotoh munculnya Persib 1933 adalah pengancam keutuhan Persib. Kekhawatiran bahwa Persib akan dikloning merupakan satu ketakutan nyata.

Persib 1933 pun belum apa – apa sudah melepas statement ke media. Padahal mereka belum mendapat mandat apa – apa dan belum jelas mereka “duduk” dimana. Hanya satu hal yang pasti Bambang Sukowiyono dekat dengan PSSI Djohar Arifin.

Semoga saja tidak ada dua Persib.

sumber : www.sidomi.com

www.pikiran-rakyat.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s