Keep the Faith

Beberapa hari ini saya mendapati setumpuk cerita yang berintikan sama, yaitu kepercayaan kepada takhayul, hal – hal mistis. Cerita – cerita seperti ini biasanya menarik untuk disimak, karena apa yang tidak terlihat secara kasat mata tapi dipercaya ada selalu menyajikan rasa penasaran bagi kita. Tetapi beberapa cerita tersebut bukanlah tentang jin, namun bagaimana hal – hal mistis tersebut bisa membuat seseorang bertindak dan berpikir diluar nalar.

Keterbatasan manusia dalam berpikir memecahkan persoalan – persoalan kehidupan bisa membawa kepada satu pola pikir yang offstream, pun begitu halnya dengan kemampuan melihat manusia yang sengaja dibatasi ternyata membuat manusia justru mengejar hal – hal tak kasat mata.

Keterbatasan itu bisa mengarah kepada kesesatan keyakinan. Sebagai muslim kita memang diwajibkan untuk percaya dan memang benar adanya bahwa didunia ini kita tidak sendiri. Ada makhluk yang berasal dari api yang tak bisa dilihat oleh mata kita yaitu Jin. Hanya seperti yang diisyaratkan dalam agama, bahwa cukup sampai situ keyakinan kita. Jangan berlebih. Karena Jin diciptakan sebagai penggoda manusia dan penyesat manusia.

Tetapi rupanya banyak manusia yang justru menjadikan jin sebagai tempat mereka bergantung. Ini selaras dengan keinginan kaum jin yang mempunyai tujuan untuk menyesatkan manusia sampai kiamat tiba.

Begitu hebatnya tipu rayu jin ini sehingga manusia sering terbawa. Sekalipun manusia tersebut telah dididik sedemikian rupa agar mempunyai logika yang berfungsi sebagai alat pemecah persoalan, tapi ketika manusia dihadapkan pada suatu masalah yang sulit untuk ditemukan jawabannya, bukan tidak mungkin ia akan terbawa sesat.

Ketika seseorang sudah termakan hasutan jin ini, dia akan bertindak diluar akal sehat. Hasutan jin ini merasuk ke dalam mental. Ketika mental sudah terkontaminasi maka otak pun tak akan berfungsi.

Bagaimana seseorang bisa duduk bersila dibawah guyuran deras air terjun, bagaimana seseorang rela menghabiskan waktunya menunggu seekor kambing kencing ( karena begitu yang diperintahkan agar bisa sukses ), adalah contoh – contoh konkrit betapa rusaknya mental ketika hidup seseorang ditumpukan kepada kepercayaan seperti itu.

Rusaknya mental juga akan terlihat ketika seseorang yang percaya hal seperti itu mudah menuduh orang lain telah mengirimkan penyakit pada dirinya. Begitu banyak lagi contoh kerusakan kehidupan seseorang akibat ketergantungan kepada hal yang mistis.

Bukan hanya tidak memakai logika, namun orang yang tersesatkan ini pula hidupnya akan selalu tidak tenang.

Parahnya lagi saat ini dukun, paranormal, banyak yang menyelubungkan praktek kesesatan mereka dengan membawa kata “zikir”. Orang yang goyah keyakinannya akan mudah larut karena merasa ini tidak sesat. Ada juga yang menyelubungkan dengan kata “alternatif”.

Kita akan mudah terpedaya jika tidak hati – hati. Inilah suatu hal yang harus kita jauhi sampai maut berpisah dengan raga.

Beberapa cerita yang saya dengar, menjadi pelajaran bagi diri saya bahwa tetap ketika masalah menimpa hidup kita, hanya satu tempat kita bergantung yaitu ALLAH SWT. Juga kehati – hatian dalam mencari solusi. Bukan tidak mungkin kita mengajak seseorang untuk bertukar pikiran memecahkan suatu masalah, disinilah kehati – hatian kita harus berperan yaitu ketika si teman tukar pikiran tersebut mulai menawarkan hal – hal diluar nalar, diluar perintah agama untuk jadi solusi, saat itu juga kita harus pergi meninggalkannya.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s