Persib Tetap Besar

Persib. Klub ini seakan menjadi isu yang “seksi” ( Kalo kata bahasa – bahasa tipi ) yang selalu dibahas oleh siapapun. Apalagi oleh segelintir kaum Jenggala ( Pro PSSI ), Persib selalu menjadi salah satu bahan utama hujatan dan kritikan. Bisa dilihat disalah satu forum di facebook yang pro – PSSI, yang tak perlu saya sebutkan lagi namanya, Persib selalu menjadi “peluru” untuk memanaskan situasi forum oleh para Jenggalers.

Pertanyaannya kenapa? Meski saya tak tahu pasti, namun rasanya ini berkaitan dengan kepindahan Persib ke Liga Super Indonesia musim lalu. Padahal Persib telah melakoni laga perdana IPL lawan Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat bulan Oktober 2011.

Persib akhirnya pindah karena ada hal – hal prinsip yang tidak sejalan dengan PSSI. Persib memutuskan pindah setelah LPI tidak sesuai dengan hasil kongres Bali.

Hal ini rasanya yang membuat kaum pembela PSSI sakit hati. Karena Persib adalah klub besar yang diharapkan bertahan namun akhirnya tak sesuai harapan mereka.

Kepindahan Persib membuat LPI semakin kehilangan greget. Mengingat (kalo tidak salah ) Persib klub terakhir yang memutuskan pindah dari LPI. PSSI pun sangat mengharapkan Persib bertahan. Punya pendukung yang besar, dukungan sponsor yang besar, membuat Persib diincar oleh PSSI. Plus Persib adalah salah satu ikon sepakbola Nasional.

Dalam tulisan saya Persib dinanti Persib Pun Pergi, saya kutip keterangan salah satu jurnalis yang menyebutkan bahwa PT.LPIS mewajibkan setoran 30 % dari setiap pemasukan klub. Bisa dibayangkan kenapa kepindahan Persib membuat PSSI meradang.

Mungkin juga kemandirian Persib dengan banjir sponsor, membuat Jenggalers iri. Kenyataan bahwa sekarang klub – klub LPI “ngamuk” karena tak bisa membayar gaji pemain, sangat bertolak belakang dengan kemapanan Persib.

Bukan saya menghina ( toh kenyataan PT.LPIS hampir bangkrut dan konsorsium LPI habis modal ). Tapi inilah fakta, yang mungkin saja, saya bilang mungkin, menjadi bahan iri hati bagi kaum – kaum yang tidak suka dengan KPSI dan LSI.

Soal kemandirian, Persib sudah terlepas dari APBD sebelum Djohar Arifin manggung jadi ketua umum PSSI. Tapi kenapa Persib selalu jadi bahan diskusi hangat menjurus menghina di forum facebook itu? Bahkan hinaan – hinaan itu juga tidak menyurutkan dukungan sponsor – sponsor kepada Persib.

Entahlah. Tapi yang pasti setiap hinaan, kritikan dan cacian mereka, membuktikan bahwa Persib setidaknya memang mereka harapkan. Persib sebagai klub dengan sejarah panjang dan punya pendukung dimana – mana pastilah akan menaikkan pamor LPI sekiranya Persib masih bertahan disana.

Jadi apapun yang mereka bilang soal Persib, kebesaran Persib tidak akan tergoyahkan. Bahkan hinaan – hinaan ( tak jarang fakta – fakta palsu ditebar ) itu semakin membuktikan bahwa mereka cemburu kepada Persib.

Bobotoh pun tidak goyah dengan hinaan itu, bahkan seringkali hanya tertawa melihat tingkah polah para penghina. Hinaan mereka tidak akan melunturkan setitik pun kecintaan bobotoh kepada Persib, bahkan menambah tebal rasa cinta bobotoh kepada Persib.

Satu hal yang membuat saya aneh adalah bahwa admin di forum itu mengaku sebagai bobotoh. Aneh bukan?? Apa dia bobotoh atau bukan??

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Persib Tetap Besar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s