Password is Confidential

I just wanna make comment, not judging or whatever it is.

courtesy of http://www.facebook.com

Ada 1 fenomena yang aku dapat dari obrolan – obrolan teman yang saat ini masih dalam hubungan pacaran. Yaitu saling tukar password facebook, twitter atau media sosial lainnya. Memang yang paling sering disorot adalah facebook. Menurut gue karena facebook punya kelengkapan fasilitas komunikasi dibanding media sosial lainnya ( sebelum facebook booming ada friendster sebagai jejaring pertemanan sosial yang lengkap). Lengkap disini berarti bisa saling lihat foto dengan teman yang ada di friendlist, bisa berteman dengan siapa saja, bisa saling chatting.

Saling tukar password ini bisa ada beberapa cara :

1. Pasangan meminta / memaksa password facebook pasangannya dengan alasan membangun kepercayaan.

2. Pasangan tiba – tiba memberikan password facebooknya, dengan tujuan agar dipercaya dan dia pun bisa mendapatkan password facebook pasangannya.

3. Ini jarang terjadi ( seengganya belum pernah gw denger ) saling tukar satu sama lain tanpa paksaan apapun.

Ketiga poin diatas dilandasi satu alasan yaitu “kepercayaan”. Memang dalam sebuah hubungan, kepercayaan mesti dibangun. Ga perlu dijelasin lebih lanjut, kepercayaan adalah salah satu kunci dalam hubungan dan kepercayaan akan memberikan rasa nyaman dalam hubungan.

Hanya saja, jika kita pandang bahwa facebook atau media sosial lainnya sebagai area “pribadi” mungkin kita perlu mempertimbangkan untuk berbagi password atau tidak.

Soalnya ga jarang setelah buka – bukaan password, bukan kepercayaan yang terjalin malah pertengkaran yang sering terjadi.

Selayaknya dalam sebuah hubungan akan selalu ada perasaan cemburu. Ini yang akan selalu membuat bara dalam hubungan ketika password sudah diumbar.

Cemburu ini bukan hanya misalkan karena kita mengomentari status temen – temen kita yang cewe ( jika yang pegang password cewe kita ) tapi juga sebaliknya. Bagaimana kita haha hihi ( baca bercanda ) dengan kawan – kawan kita, bagaimana kita misalkan janjian mau kumpul – kumpul bareng temen, bagaimana kita mengomentari komentar orang lain, semuanya bisa mengakibatkan kecemburuan pasangan.

Dengan pasangan kita memegang password facebook kita, selama 24 jam X 7 hari, dia bisa memantau aktifitas kita. Selama itu pula akan selalu timbul pertanyaan kenapa, mau apa, dari pasangan tentang aktifitas kita di jejaring sosial.

Some says, kita akan selalu berada dalam pantauan. Tidak ada tempat sembunyi untuk merenung sejenak, menyegarkan pikiran sejenak, jika kejenuhan melanda atau kita sedang dilanda permasalahan dengan pasangan. Selalu ada “mata – mata” memantau pergerakan kita.

Dalam sebuah hubungan, kita butuh ruang pribadi yang memungkinkan kita untuk mengekspresikan diri kita. Kita pun butuh untuk berhubungan dengan teman, karena kita tumbuh dengan teman – teman disekeliling kita. Biasanya kehadiran teman – teman akan membawa keceriaan tersendiri bagi kita.

Bagaimana seandainya, cara bercanda kita dengan teman – teman tidak disukai oleh pasangan kita. Bagaimana seandainya, pasangan kita komplain bahwa kita terlalu sibuk bercanda dengan teman – teman di facebook, meskipun sebelumnya kita sudah bertemu dengan pasangan didunia nyata dan menghabiskan hari dengannya. Hal – hal seperti ini akan muncul meski mungkin bentuknya berbeda.

Ketika pasangan kita yang memata – matai kita tidak senang dengan apa yang kita lakukan, bukan tak mungkin ia akan melakukan perubahan – perubahan dalam jejaring sosial kita. Apakah menghapus teman, mengganti poto profil atau lainnya. Bukankah dalam hubungan kita akan saling mempengaruhi, membuat pasangan kita seperti yang kita inginkan???.

Faktor suka atau tidak suka, akan selalu ada bahkan diluar faktor cemburu. Seperti ” aku ga suka foto profil kamu..aku ganti sama yang ini!” . Ini diluar cemburu. Ato mungkin aja “kamu maen game ini, karena aku maen” , mungkin saja ini terjadi.

Faktor suka atau tidak suka bisa berlawanan dengan faktor mau atau tidak mau. Ketika tidak suka berhadapan dengan tidak mau, inilah yang akan membuka jalan pertengkaran.

Satu hal lainnya, media sosial adalah sesuatu yang rentan. Maksudnya rentan menimbulkan percekcokan bahkan tanpa saling sharing password. Toh tanpa sharing password pun karena kita berteman dengan pasangan kita, maka kita akan tetap terpantau. Berbagi password akan membuat area pribadi itu hilang.

Buat gue, sharing password bukanlah satu cara membangun kepercayaan. Jika pasangan meminta password facebook, itu tandanya tidak ada saling percaya dalam hubungan. Membangun kepercayaan bukan dengan cara saling memata matai.

Juga dalam hubungan, seseorang butuh ruang pribadi. Seperti alasan diatas untuk berekspresi, untuk kembali merasakan keceriaan dengan teman – teman yang mungkin saja sudah terpisah jarak, atau juga untuk sekadar relaksasi setelah menjalani hari yang melelahkan. Diluar itu semua, seseorang dalam hubungan butuh waktu untuk sendiri sesekali. Tidak baik rasanya jika hampir setiap waktu “orbit” kita adalah si Dia. Dia memang penting, tapi hidup bukan hanya tentang Dia. Tentunya ini dalam konteks yang masih pacaran. Bahkan bagi yang menikah pun, seseorang butuh waktu sejenak untuk aktualisasi diri.

So, timbang-timbang dulu sebelum berbagi password. Karena dari pengalaman yang sudah – sudah, justru lebih banyak bertengkar setelah sharing password. Bukan hanya itu, bisa saja jika seseorang lelah selalu dipantau pasangan, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama ia akan berhenti ber-media sosial. Kedua, ia akan membuat akun baru tanpa sepengetahuan pasangan.

Bangunlah kepercayaan dengan komunikasi. Bukan dengan menjadi mata – mata.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

2 thoughts on “Password is Confidential”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s