To PSSI : Ini Bukan Reality Show

Seminggu kemarin sampai hari ini, ada satu berita yang cukup membuat ( tergantung sudut pandang masing – masing ) menggelikan buat saya. Soal koin untuk timnas. Bukan merendahkan kecintaan segelintir pendukung PSSI kepada timnas yang akan berlaga di AFF Cup 2012 dalam hitungan hari, namun lebih kepada pertanyaan ” ngapain aja sih PSSI?”.

Aksi koin ini didasari alasan, PSSI tidak punya uang untuk membiayai keperluan timnas selama AFF Cup nanti. Bahkan diawal bulan November 2012, Fisioterapis timnas, Matias Ibo, mengundurkan diri karena 5 bulan gajinya tidak dibayar, serta uang pribadinya yang digunakan untuk membeli peralatan kesehatan untuk timnas belum diganti juga.

Bulan Maret 2012, Kemenpora memang menstop dana timnas. Kemenpora memutuskan penghentian dana ini karena masih ada diskriminasi, pemain yang bermain di LSI tidak dipanggil ke timnas.

Pada bulan yang sama, Arifin Panigoro berjanji bahwa dia yang akan menalangi kebutuhan timnas jika Kemenpora masih menstop dana.

Pada Juli 2011, PSSI menggandeng 5 BUMN dan SCTV untuk kebutuhan timnas. Dana yang didapatkan dari perjanjian ini dikabarkan 9 Miliar Rupiah.

Cobalah dirangkai semuanya, rasa – rasanya PSSI tak perlu berteriak kehabisan uang. Coba saja tagih janji kepada Kemenpora dengan alasan Bambang Pamungkas sudah bergabung di timnas. Bisa juga Djohar Arifin menagih janji orang yang membantu ia naik ke kursi ketua umum, Arifin Panigoro. Bukankah dari BUMN dan SCTV pun dapat dana. Terus kenapa berteriak tidak punya dana.

Satu keterangan menarik datang dari Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, yang dilansir tribunnews.com , bahwa proposal sudah dikirimkan ke Kemenpora, tapi dengan prosedur yang ada, belum bisa dicairkan dalam waktu yang dekat.

Nah..nah…keterangan diatas justru membalikkan fakta bokek. Uangnya ada, tapi harus menempuh prosedur resmi. Lalu siapa bilang timnas tidak punya uang? Belum lagi jika berteriak tidak punya uang, lantas bagaimana manajemen keuangan PSSI yang digembar – gemborkan akan transparan.

Ada satu hal yang menarik, seperti dikatakan oleh M.Kusnaeni, bahwa manajemen timnas masih menganut pola lama. Menempatkan orang politik ( Anggota DPR ) dengan harapan dana bisa cair, mungkin tanpa prosedur. Ramadhan Pohan ( Anggota DPR dari Demokrat ) menjadi manajer di turnamen Al-nakba. Sekarang giliran, Habil Marati, anggota DPR dari PPP.

Mungkin juga, karena orang politik yang menangani timnas, ia tak paham bagaimana marketing timnas. Bagaimana meraih sponsor dan tidak hanya berharap dari dana APBN. Meraih sponsor bagi timnas tidak diharamkan FIFA. Inggris menggandeng Vauxhall, Prancis disponsori Carrefour.

Komentar M.Kusnaeni diatas sangat menarik, apalagi jika kita lihat ia sempat bergabung bersama Arifin Panigoro di LPI dengan membentuk Bandung FC.

Satu hal yang saya curigai, adalah sebenarnya gembar – gembor tidak punya uang lebih kepada upaya penarikan simpati masyarakat. Dengan kondisi sekarang Irfan Bachdim dkk kehilangan dukungan. Masyarakat kecewa terutama sejak Indonesia dibantai 10 – 0 oleh Bahrain. Kekalahan dari Brunei pun menambah kekecewaan. Banyak orang pesimis dan mulai kehilangan gairah menonton timnas berlaga, karena PSSI tidak kunjung memperlihatkan perbaikan di timnas. Timnas stagnan.

Ini bukanlah reality show. Dimana penderitaan, kekurangan, ketidak beruntungan dalam hidup, bisa menarik simpati penonton. Ini timnas. Garuda yang disematkan didada. Tidak usah berteriak tidak punya uang, tapi carilah jalan bagaimana mendapat uang. Dengan koin, bukanlah solusi.

Dengan koin, justru menampar muka sendiri. Dengan koin, patut dipertanyakan kinerja mereka. Dengan koin, patut kita bertanya apa yang PSSI lakukan selama ini. Adanya penyetopan dana dari Kemenpora, sejak jauh – jauh hari, carilah cara yang benar untuk membiayai timnas. Adanya prosedur pencairan dana, tempuhlah cepat – cepat, rajin berkonsultasi ke kemenpora.

Menarik simpati masyarakat, haruslah dengan prestasi bukan dengan membuat image menderita.

Sekali lagi, bukan meremehkan aksi koin. Tapi saya lebih bertanya kemana PSSI selama ini????

sumber :

http://www.tribunnews.com
www.jpnn.com
www.zonabola.com

www.bola.net
www.biangbola.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “To PSSI : Ini Bukan Reality Show”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s