Antusiasme bukan Nasionalisme

Nasionalisme. Kata yang menjadi trending word akhir – akhir ini menjelang AFF Cup 2012. Nasionalisme yang bisa diartikan kecintaan kepada tanah air, kebanggaan terhadap bangsa atau juga memelihara kehormatan bangsa.

Menurut Ensiklopedi Indonesia : Nasionalisme adalah sikap politik dan sosial dari sekelompok bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan dengan meletakkan kesetiaan yang mendalam terhadap kelompok bangsanya.

Seringkali kata Nasionalisme diusung oleh PSSI dan rombongannya dalam rangka mencari dukungan bagi tim nasional sepakbola Indonesia yang akan segera bertanding di AFF Cup pada 25 November nanti.

Orang yang tidak mendukung timnas, mereka cap tidak nasionalis, tidak punya rasa kebanggaan pada timnas. Memang pengecap-an ini baru terjadi diranah dunia maya. Dimana perang pendapat, saling caci, saling maki sering terjadi.

Saya tak akan dulu berbicara nasionalisme. Tapi saya akan berbicara “antusiasme” yang turun. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penonton yang hadir langsung di stadion kala timnas bertanding.

Kejadian menarik terjadi saat Inter Milan bertanding lawan timnas. SUGBK dipenuhi oleh orang – orang Indonesia yang mendukung Inter Milan.

Ketika Indonesia masih berlaga di kualifikasi Piala Dunia 2014, antusiasme penonton masih tinggi.

Antusiasme yang turun ini disebabkan beberapa hal.

1. Pemecatan Alfred Riedl oleh PSSI.
2. Naiknya Wim Rijsbergen sebagai pelatih timnas, yang membawa penurunan terhadap permainan timnas.
3. Dualisme kompetisi yang dilanjutkan dengan dualisme organisasi.
4. Pelarangan pemain – pemain yang berkompetisi di LSI untuk bermain di timnas oleh PSSI.
5. Kekalahan 0 – 10 dari Bahrain pada kualifikasi Piala Dunia 2014 yang mencoreng wajah Indonesia di dunia internasional.
6. Kekecewaan terhadap kepengurusan PSSI.

Sebuah kewajaran orang malas datang lagi menyaksikan timnas bermain ketika permainan timnas menurun drastis. Sepakbola merupakan hiburan bagi kebanyakan orang. Untuk apa datang ke stadion bila hiburan itu tidak ada lagi. Ini pula rasanya yang menyebabkan penonton drastis berkurang. Kebanyakan orang lebih memilih duduk di depan tv, daripada harus cape – cape ke stadion.

Tidak bergabungnya para pemain yang berkompetisi di LSI, rasanya tidak menjadi masalah, ketika timnas masih memberikan kemenangan – kemenangan dan permainan bagus.

Rasa pesimis memang menjadi sesuatu yang umum saat ini. Bahkan saat antusiasme sedang naik kala AFF 2010 pun, nada – nada pesimis dan skeptis sering terdengar. Apalagi disaat timnas Indonesia tidak dalam kondisi puncaknya seperti saat sekarang.

Rasa Nasionalisme saya rasa tidak luntur dihati setiap warga negara Indonesia. Hanya semangat mendukung saja yang turun. Juga nasionalisme tidak bisa diukur hanya dengan dukungan terhadap timnas sepakbola. Apakah orang yang sadar dan rutin membayar pajak tidak nasionalis?

Semangat ini erat berkaitan dengan peningkatan prestasi dan kualitas permainan. Masyarakat Indonesia sudah lelah melihat kegagalan demi kegagalan timnas. Setidaknya berikanlah permainan yang bagus, menghibur. AFF 2010, Indonesia hanya sampai runner – up tapi kualitas permainan bagus yang membuat semangat suporter naik.

Belum lagi, semangat penonton berkurang juga rasanya karena konflik sepakbola yang tiada akhir. Masyarakat sudah muak melihat konflik ini. Anehnya kedua pihak yang saling bertikai masih sama – sama egois, saling menunggu kegagalan masing – masing.

Ah, rasanya terlalu kejam mengecap tidak nasionalis kepada warga negara Indonesia yang tidak mendukung timnas. Bagaimana dengan orang yang tidak hobi dengan sepakbola? apakah tidak nasionalis juga??

Sekali lagi ini adalah masalah semangat mendukung yang turun. Ironisnya ini diawali oleh PSSI sendiri.

sumber : www.greatnusa.blogspot.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s