Catatan Minggu Siang

Kurang dari 3 jam, Indonesia akan menjalani laga pertama Grup B Piala AFF 2012 melawan Laos. Pertandingan perdana yang biasanya akan menentukan mudah atau tidaknya perjalanan Indonesia di Piala AFF selanjutnya. Indonesia sendiri tergabung bersama dua negara lain Malaysia dan Singapura di Grup B.

Menilik faktor sejarah dominasi Indonesia atas Laos banyak yang memprediksi Indonesia akan menang sore nanti. Rahmad Darmawan, Eks Pelatih timnas U-23, meramalkan Indonesia bisa lolos dari grup B mengingat Malaysia dan Singapura juga sedang mengalami penurunan. Bahkan bek Manchester United, Rio Febrian, dalam salah satu running text tv memprediksi Indonesia menang 5 – 0 lawan Laos.

Pasukan Indonesia bisa dibilang kekuatannya pas – pasan. Efek dari perpecahan kompetisi dan organisasi di Indonesia, mereduksi kekuatan timnas. Pemain- pemain yang biasa tergabung di timnas sempat dicap ilegal oleh PSSI karena berlaga di LSI. Sebelum timnas berangkat ke Malaysia, PSSI sempat memanggil beberapa pemain LSI. Namun itupun gagal, karena PSSI “keukeuh” tetap menangani timnas, tidak menyerahkannya kepada Komite Bersama antara PSSI – KPSI sesuai arahan AFC.

Hanya ada Bambang Pamungkas. Itupun ia bergabung dengan kehendak sendiri. Meski saat ini PSSI masih menganggap Jakarta FC sebagai Persija, tetapi Bambang tetap bergabung dengan timnas. Padahal ia sempat berkata tak akan bergabung dengan timnas selama Persija masih tidak diakui. Apapun tentunya penyerang dengan gelar topskor timnas ini, mempunyai alasan sendiri untuk bergabung dengan timnas.

Kehadiran Bambang bersama beberapa pemain naturalisasi sempat menguatkan kans Indonesia meski tidak sampai dijagokan layaknya 2 tahun lalu. 6 pertandingan terakhir, Indonesia kalah oleh Korea Utara, 2 kali imbang lawan Vietnam. Berpesta 5 gol ke gawang Brunei (seperti biasa), menang atas Timor Leste, dan imbang melawan timnas seleksi Kamerun.

Dukungan terhadap timnas tetap sepi. Masalah keuangan yang sempat dijadikan ajang pencarian koin bagi para pendukung PSSI, nyatanya tidak banyak menggerakkan dukungan terhadap timnas. SUGBK tetap sepi ketika Timor Leste dan Kamerun menjadi lawan Indonesia.

Untuk mencari dukungan, di dunia maya, sempat pula ramai pengecapan tidak nasionalis bagi mereka yang tidak mendukung timnas. Tentu bagi saya ini bukanlah soal nasionalisme namun hanya animo, antusiasme menonton yang menurun.

Memang rasanya tidak adil ketika 2 organisasi, PSSI-KPSI, bertarung meraih kekuasaan, para pemain yang tergabung dalam timnas yang menjadi “korban”. Dukungan yang sepi, plus kekerasan hati PSSI yang berefek secara langsung menurunkan kualitas timnas dan animo penonton ikut mewarnai persiapan pasukan Garuda.

Para pemain mesti menyadari bahwa mereka berangkat “diurus” oleh PSSI yang oleh sebagian besar suporter sepakbola Indonesia tidak disukai. Para pengurus PSSI sudah mengecewakan banyak pihak, belum lagi perang dunia maya, dimana fitnah, hinaan dan ejekan sering diterima oleh orang – orang, klub yang berseberangan dengan PSSI ikut menambah rasa malas orang – orang untuk datang ke stadion mendukung langsung timnas. Suka atau tidak suka pemain akan ikut menjadi korban dalam konflik ini.

Tinggal bagaimana pasukan Garuda bisa mengubah semua ini menjadi sebuah kekuatan positif yang bisa membantu mereka dalam 3 laga grup B Piala AFF. Secara materi pemain, tentunya skuad timnas sangat tidak seimbang untuk bertarung. Hanya ada 4 sosok berpengalaman di timnas yaitu Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, dan Okto Maniani. Hampir semuanya tenaga segar dan belum berpengalaman.

Lantas apakah kita harus mendukung atau tidak? Sebagian akan mengatakan tidak mendukung. Sebagian akan mengatakan mendukung tapi benci PSSI. Sebagian lagi ada yang sangat mendukung. Ini semua pilihan. Toh apapun yang akan anda pilih, tidak akan mengurangi rasa nasionalisme anda. Bagi saya, saya akan hanya menonton tanpa perlu sibuk membuat keputusan mendukung atau tidak. Saya nikmati saja sepakbolanya, tentu jika menang ya ikut senang, jika kalah ya itu sudah biasa.

Pesan saya bagi para pemain timnas, bertarunglah meski kepakan sayapmu lemah.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s