Should clause in PSSI case

Therefore, should the process set in the MoU fail for whatever reason, we remind you that PSSI must fully comply with FIFA Statutes and violation to do so may lead to sanction.

Kalimat diatas merupakan penggalan dari isi surat FIFA yang ditandatangani oleh Sekretaris Jendral FIFA, Jerome Valcke, tertanggal 9 Oktober 2012. Penggalan kalimat ini menjadi Kalimat Sakti PSSI untuk menggelar Kongres Palangkaraya tempo hari dan untuk membatalkan MOU dengan KPSI secara sepihak.

PSSI menganggap dengan adanya kalimat ini dalam surat tersebut, FIFA menilai bahwa MOU telah gagal dan dengan ini batal. Anehnya, KPSI maupun AFC justru menyayangkan pembatalan sepihak PSSI. Ini menandakan jika KPSI maupun AFC tak pernah menggangap  MOU gagal.

Memang selama ini sejak ditandatangani di Kuala Lumpur, MOU yang diimplementasikan lewat komite bersama PSSI – KPSI banyak tersendat karena kedua pihak sama – sama belum satu visi. PSSI belum memulihkan status 4 anggota exco, dipihak lain gagalnya timnas Indonesia diperkuat para pemain yang bermain di LSI menjadi duri lain dalam kinerja Komite Bersama.

Meski demikian, karena MOU ini merupakan inisiatif AFC, rasanya PSSI tidak main membatalkan begitu saja dengan alasan mereka sendiri. Selama ini juga terhambatnya kinerja komite bersama disebabkan pula oleh mundurnya perwakilan PSSI dalam komite bersama. Sudah terhambat semakin macet.

Kembali pada penggalan kalimat diatas, cukup mengganggu saya untuk menelaah lebih dalam struktur kalimat tersebut. Meski saya bukan ahli tapi rasanya ada yang janggal dengan terjemahan versi PSSI. PSSI menganggap kalimat ini adalah penilaian FIFA yang menganggap MOU gagal.

Ada dua yang menjadi perhatian saya. Pertama adalah untuk menerjemahkan maksud FIFA secara menyeluruh tentunya kita perlu mengetahui isi surat tersebut secara lengkap. Kata Therefore ( bahasa indonesia bisa diartikan oleh karena itu, maka ) rasanya tidak akan begitu saja muncul tanpa ada suatu pendahuluan, dalam hal ini kalimat sebelum kalimat yang diawali kata Therefore.

Dengan ada katanya therefore maka bagi saya ada kemungkinan bahwa FIFA menjelaskan parameter – parameter yang menjadi tolok ukur kesuksesan MOU AFC – PSSI – KPSI dalam kalimat atau paragraf sebelumnya.

Kedua, adanya kata Should. Kata ini membuat saya terusik jika PSSI mengganggap bahwa FIFA menilai MOU gagal. Bongkar – bongkar pelajaran grammar, membawa saya kepada satu perkiraan bahwa penggunaan kata Should lebih merupakan bagian dari conditional sentences ( kalimat pengandaian ).

Tentunya tanpa perlu menjelaskan lebih jauh kita akan tahu maksud penggunaan kalimat pengandaian. Jika diterjemahkan maka dalam versi saya adalah :

Oleh karena itu, Jika/ andai proses dalam MOU gagal karena alasan apapun maka PSSI harus kembali pada statuta FIFA…..

Kalimat yang mengandung kata jika adalah kalimat yang belum mengandung kebenaran sesuai kenyataan karena masih berandai – andai. Biasanya sebelum kata should akan diikuti oleh kata “if” namun kata if bisa dihilangkan untuk penggunaan kalimat yang lebih ringkas tanpa mengubah makna.

Jika ingin tahu lebih jauh soal penggunaan kata should dalam kalimat pengandaian bisa klik wikipedia.org dan eslcafe.com.

Itulah pemikiran saya soal penggalan kalimat surat FIFA tersebut. Meski akhirnya FIFA masih memberikan kesempatan tetapi PSSI kembali mencoreng perjanjian dengan membatalkan MOU dan parahnya mereka menganggap FIFA lah yang menilai MOU batal. Soal ingkar  mengingkari emang PSSI banget.

 

sumber :

www.bola.net

wikipedia.org

eslcafe.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s