Dirindu & Dibenci

Masih gonjang – ganjing ya???!!!…entah kapan beresnya masalah sepakbola ini. Episode ini bisa dibilang merupakan ulangan apa yang terjadi ketika Nurdin Halid mencoba bertahan dari serangan gencar Arifin Panigoro Cs dan pemerintah melalui Menpora dan Koni.

Sampai sejauh ini ada jalan cerita yang sama. Pihak pemerintah menjadi pihak yang dirindukan tetapi kemudian dibenci oleh pihak yang berkuasa di PSSI.

Dirindukan sebagai sekutu menggoyang PSSI dan dibenci oleh pihak yang menduduki jabatan di PSSI.

Dulu, ketika perang ini dimulai, Arifin Panigoro memperoleh support penuh dari Kemenpora. LPI didukung oleh kemenpora dengan alasan banyak liga justru akan semakin bagus untuk pembinaan.

Koni pun ikut mendukung langkah sesepuh jenggala ini dengan mensupport LPI. Soal izin kerja pemain asing yang bermain di LPI bahkan ikut dibantu oleh kedua sekutu ini.

Pemerintah menjadi musuh bagi Nurdin Halid yang mencoba bertahan. Alasan Nurdin Halid dan alasan Djohar Arifin soal pemerintah kini sama yaitu tidak boleh ada intervensi pemerintah dalam sepakbola seperti yang diamanatkan FIFA.

Nurdin pun lengser. Setelah fungsi dan tugas PSSI diambil alih FIFA dan diembankan kepada komite normalisasi yang diketuai oleh Agum Gumelar.

Namun ternyata kemesraan Arifin Panigoro dan pemerintah tidak berlangsung lama. Setelah PSSI tindakan radikal yang berefek pada dualisme kompetisi, ditambah pelarangan pemain LSI memperkuat timnas oleh PSSI, pemerintah mundur. Bahkan dana bantuan PSSI pun dikabarkan sempat ditahan oleh Kemenpora.

Kini setelah kondisi semakin semrawut pemerintah bisa dibilang ingin segera membenahi PSSI. Dibuatlah Task Force yang untuk menjembatani kedua pihak yang berseteru. Kali ini pemerintah menjadi lawan bagi pihak Arifin Panigoro. Karena dianggap mengintervensi.

Sebetulnya kondisi ini bisa terhindarkan jika saja pemerintah bisa memainkan perannya dengan baik tidak asal dukung. Terlihat seperti plin plan karena mereka mudah menjadi kawan dan menjadi lawan.

Jika saja, kemenpora saat LPI digulirkan tidak mendukung mungkin keadaan sekarang tidak terlalu hancur seperti ini. Setidaknya pemerintah bisa bertindak sebagai rem bagi pihak – pihak yang ingin bertindak diluar aturan FIFA.

LPI adalah sebuah kesalahan karena membajak peserta liga resmi dan bukan kompetisi PSSI.

Sayangnya Kemenpora dan KONI tidak bertindak seperti itu. Jika dikatakan intervensi bisa dibilang mereka sudah mengintervensi secara halus dengan menggoyang kemapanan liga resmi, juga mereka ikut menggoyang kemapanan organisasi.

Kini apakah mereka mampu menyelesaikan ini semua lewat task force? memadamkan api yang mereka juga nyalakan? seharusnya mereka bisa.

Catatan bagi mereka adalah jangan asal dukung.

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s