catatan harian

Beberapa hari belakangan diwall FB saya, penuh dengan satu kata “toleransi”. Ya berbagai macam pendapat menjelaskan perlukah kita ikut memberikan selamat pada umat agama lain yang merayakan hari besarnya. Ada yang bilang boleh dan ada yang bilang tidak boleh.

Saya ikut yang tidak boleh. Karena aturannya sudah jelas, toleransi agamaku adalah dengan membiarkan mereka merayakan sendiri tanpa perlu mengucap selamat ala toleransi yang baru tumbuh setelah reformasi dan pelbagai kasus bom.

Toh, pertanyaannya apakah mereka butuh untuk kita berikan selamat? seperti halnya kita ketika sedang merayakan lebaran tak perlu dan tak meminta ucapan selamat.

29 tahun bertetangga dengan umat agama lain, kami saling cuek ketika hari raya masing – masing datang. Tokh selama itu pula sampai sekarang, hubungan bertetangga kami baik – baik saja dan akrab. Tak ada yang kurang hanya karena tidak saling mengucapkan selamat.

Toleransi bukan berarti harus ikut memberikan selamat. Model toleransi macam sekarang yang seakan – akan “menyuruh” untuk saling mengucapkan selamat baru tumbuh akhir – akhir ini. Entah siapa yang memulai. Pastinya kerukunan umat beragama di Indonesia sebelum reformasi pun damai – damai saja padahal waktu itu tidak saling mengucapkan selamat.

Entahlah Indonesia ini dianggap negara yang kurang bertoleransi. Padahal menurut hemat saya Indonesia adalah negara yang paling bertoleransi antar umat beragama. Simak saja pidato KH.Hasyim Muzadi di Jenewa, Swiss pada Juni 2012 lalu dalam sidang PBB. Indonesia adalah negara muslim paling toleran se-dunia.

Lihatlah negara – negara lain yang tidak memperbolehkan agama minoritas bahkan untuk sekedar menggunakan simbol – simbol keagamaan pribadi. Sebagai contoh, Tidak semua negara didunia memperbolehkan jilbab. Tapi Indonesia memperbolehkan semua umat beragama untuk memakai simbol keagamaan mereka.

Jadi, kesimpulan saya, Indonesia ini kalau begini dibentuk oleh pemandangan dan pendapat negara lain. Masyarakat Indonesia diberikan pandangan bahwa kita ini adalah orang – orang tidak toleran. Anehnya justru pandangan dan pendapat negara lain sangat kita perhatikan dan kebanyakan mengikutinya.

Sama dengan pandangan bahwa Indonesia ini negara gagal. Saya tidak percaya!!! . Ada negara – negara yang kehidupannya lebih buruk dari Indonesia. Secara umum kondisi Indonesia masih aman – aman saja. Setiap negara mempunyai kelemahan dan kekurangan masing – masing.

Sayangnya orang – orang yang diberikan kepercayaan mengendalikan negara ini larut dalam persepsi negara lain. Persepsi yang mempunyai niat “ada udang dibalik batu”. Dibalik persepsi pasti ada maksud – maksud tertentu yang tidak lebih dari infiltrasi negara lain kepada Indonesia.

Itu saja yang menggelitik nalar dan perasaan saya beberapa hari ini. Sepakbola?? untuk saat ini saya jenuh ( sementara ) dengan konflik yang tak mereda. Intervensi pemerintah ( seperti tulisan sebelumnya ” dirindu & dibenci ” ) ikut menciptakan konflik ini. Semoga saja tahun 2013 bisa diraih kedamaian.

sumber : kabarnesia.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s