Saturday’s Thought : Timnas

Kejadian berantai saya alami sabtu kemarin. Ketika sampai dirumah baca koran, seperti biasa saya langsung menyasar halaman olahraga dulu sebelum membaca yang lain. Pada halaman olahraga tercetak “menpora prihatin timnas”. Rupanya ini merupakan komentar sang ahli telematika soal kekalahan timnas Indonesia ditangan Jordania.

Rupanya hari itu juga saya mendapati paket kiriman adik saya. Saya udah curiga ini pasti kaos karena diraba – raba empuk hehehe. Pas saya buka ternyata jersey timnas Indonesia. Saya kaget.

Dua kejadian ini membawa saya kepada 2 hari sebelumnya, saat saya bergonta – ganti channel saat menyaksikan film the unborn dengan pertandingan live Jordania vs Indonesia. The unborn menarik karena saya belum menonton, timnas saya tonton ingin melihat sejauh mana perkembangan menghadapi Pra Piala Asia 2015 terutama menghadapi pertandingan perdana lawan Irak, 6 Februari mendatang.

Berat. Itu yang simpulkan kalau berbicara peluang Indonesia lolos ke Piala Asia 2015. Mengingat di grup C ada Irak, Juara Piala Asia 2007, Arab Saudi Juara Asia 1984, 1988 dan 1996, dan juga Cina runner up Asia pada tahun 2004.

Ketiga negara ini merupakan kekuatan – kekuatan sepakbola Asia. Arab Saudi dan Cina pernah mewakili Benua Asia di Piala dunia. Sedangkan Irak merupakan kekuatan salah satu kekuatan asia di kawasan Arab.

Lawan yang berat, dilengkapi pula skuad Indonesia yang banyak kekurangan. Bahkan Irfan Bachdim pun kini malah berkonsentrasi di Chonburi FC Thailand. Timnas yang dihuni para pemain IPL sudah ngos – ngosan bahkan untuk tingkat Asean belum lagi harus bersaing dengan kekuatan utama Asia.

Bahkan jika para pemain ISL pun diizinkan bergabung, peluangnya akan tetap berat. Meskipun jika berkaca pada hasil dua ujicoba pada 2011 lalu saat menang lawan Palestina dan pada 2012 saat menahan Arab Saudi 0-0, tetap akan berat. Bahkan pada babak 3 kualifikasi Piala Dunia saat para pemain ISL masih bergabung Indonesia gagal menang lawan negara – negara arab.

Fakta lain yang memberatkan adalah Indonesia pernah bertemu Cina pada Piala Asia 2000, dan kala itu ( saya masih ingat rocky putiray jadi striker timnas ) Indonesia kalah 0 – 4. Head to Head Indonesia lawan Arab Saudi juga tidak menggembirakan. Pada Piala Asia 2007, Indonesia dikalahkan 1-2 dalam pertandingan yang emosional di SUGBK. Lawan Irak, Indonesia pernah menang pada kualifikasi Olimpiade 1968 dan sekali menahan seri pada event yang sama. Juga Indonesia pernah menang atas Irak pada Piala Kemerdekaan 2000. Beberapa hasil seri juga pernah dialami ketika dua negara ini bertemu. Hanya saja, Irak kini sudah berbeda dengan Irak pada tahun 2000. Raihan Piala Asia 2007 adalah bukti nyata dan saat ini juga mereka masih berpeluang lolos ke Piala Dunia 2014.

Materi pemain tim asuhan Nil Maizar pun sangat pas – pasan. Tiada pemain – pemain pengalaman dari ISL karena PSSI dan KPSI masih berselisih. Dua kubu ini masih belum mau dan belum menemukan kata damai.

Soal timnas, dua kubu punya pemahaman masing – masing. KPSI siap melepas jika timnas diurus oleh pihak netral ( bukan PSSI ) sesuai pertemuan komite bersama sebelum Piala AFF 2012, sedangkan PSSI tidak mau seperti itu.

PSSI tetap menganggap paling sah untuk mengurus timnas karena pengakuan internasional masih mereka dapatkan. Inilah yang menjadi pegangan PSSI yaitu adanya pengakuan internasional. Meski AFC pun tidak memandang sebelah mata KPSI.

Jadi kondisinya serba sulit dan serba berat. Rasanya, meski berusaha menghindari sikap pesimis dan meremehkan, headline dengan kata “prihatin” atau “kalah” atau kata – kata lainnya yang bermakna kegagalan dan kesedihan akan sering kita dapatkan dalam Pra Piala Asia 2015 ini.

Sering dibilang inilah timnas akibat dualisme. Tapi menurut saya inilah timnas hasil arogansi, egoisme dan sifat otoriter. Jadi terimakan saja apapun hasilnya dan jangan pernah menganggap datangnya “gerbong bisnis” klub – klub eropa ke Indonesia adalah buah kerja keras mereka yang sekarang menduduki jabatan dipersepakbolaan Indonesia.

Garuda tengah Berduka.

sumber :

http://www.wikipedia.org
wwww.rsssf.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

3 thoughts on “Saturday’s Thought : Timnas”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s