Dihambat

ITC merupakan singkatan dari International Transfer Certificate. Sertifikat ini merupakan dokumen yang dikeluarkan antar federasi asosiasi sepakbola satu negara ke negara lain dalam rangka perpindahan pemain dari satu negara ke negara lainnya. Sertifikat ini sangat krusial karena meskipun jika satu pemain sudah teken kontrak dengan klub baru sedangkan ITC belum diterima dari federasi sepakbola dimana ia bermain sebelumnya, maka ia belum bisa dimainkan oleh klub barunya.

ITC ini kini menjadi ramai kembali dinegeri ini, setelah Irfan Bachdim yang dikontrak Chonburi FC dihambat kepindahannya oleh Persema Malang. Persema masih mengklaim bahwa pesepakbola berdarah indo – belanda ini terikat kontrak sampai 2014 walaupun Irfan sudah tidak mereka gaji selama 8 bulan.

Irfan Trial Match vs Suphanburi
Irfan Trial Match vs Suphanburi

Seperti yang disinggung diatas ITC ini dikeluarkan oleh federasi sepakbola satu negara untuk federasi sepakbola negara lainnya. Dalam hal ini PSSI dan FAT .Mekanismenya, FAT akan meminta kepada PSSI untuk menerbitkan ITC .

Dalam satu keterangan yang saya dapatkan, ditegaskan bahwa ITC yang akan diterbitkan oleh federasi negara ini mencantumkan informasi bahwa si pemain tidak terikat kontrak dengan klub manapun, tidak sedang menjalani hukuman dan telah memenuhi kewajiban dengan klub sebelumnya.

Pada keterangan lain ITC ini akan diterbitkan jika kedua klub yang terlibat dalam proses transfer telah memuat data – data pemain yang terlibat dalam proses kontrak ke dalam Tranfer Matching System ( TMS ) dan data – data yang dimuat tidak menemui kejanggalan.

Kembali ke syarat yang pertama, jika ketiga syarat tersebut terpenuhi maka PSSI wajib mengeluarkan ITC untuk Irfan Bachdim yang ditujukan kepada FAT.

Meski Persema malang mengatakan bahwa Irfan Bachdim terikat kontrak sampai tahun 2014 tetapi ada fakta tidak digaji selama 8 bulan membuat Irfan bisa disebut “bebas”. Karena menurut aturan FIFA jika pemain tidak digaji selama 90 hari maka ia bisa dibilang sebagai free agent.

Lalu Irfan pun tidak sedang menjalani hukuman apa – apa baik dari klub atau juga dari PSSI dan bisa dibilang Persema lah yang tidak memenuhi kewajiban kepada Irfan.

Lantas alasan Persema bahwa harus ada komunikasi dahulu dengan Chonburi FC pun sebenarnya bisa ditepiskan jika melihat status Irfan yang sudah free agent.

Maka pertanyaannya apakah Persema ingin mendapat bagian transfer Irfan Bachdim? Jika ya maka seharusnya PSSI sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan ITC mengingatkan kepada Persema bahwa Irfan tidak digaji 8 bulan dan karena itu berstatus free agent.

Jikapun PSSI menyadari itu, seharusnya masalah kontrak ini tidak berlarut – larut. PSSI bisa saja menerbitkan ITC karena ketiga syarat yang mesti dicantumkan dalam ITC sudah terpenuhi oleh Irfan Bachdim.

Semuanya kini berpulang kepada PSSI sebagai pihak yang berwenang menerbitkan ITC. Persoalan dengan Persema seharusnya bisa diatasi oleh PSSI. PSSI bisa memperingatkan Persema agar mau melepas Irfan dan tidak menghambat proses transfer.

Tapi pertanyaan selanjutnya apakah PSSI punya kepedulian atau tidak? mengingat Irfan Bachdim adalah salah satu ikon andalan PSSI dan andalan timnas asuhan Nil Maizar. Ataukah memang sengaja ditahan?? ah tapi rasanya tidak mungkin, karena dengan Irfan Bachdim main di Thailand justru bisa membantu menaikkan pamor PSSI yang sudah hancur.

sumber :

www.westmorlandfa.com

www.fifa.com

http://www.tempo.co

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “Dihambat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s