Bangkit, Sib !!!

1 kemenangan, 3 hasil draw, dan 2 kekalahan merupakan hasil yang diraih Persib sejauh ini. Persib sudah mencetak 10 gol, hanya saja kemasukan 11 gol. Apakah sebanding dengan datangnya para pemain bintang ke kubu Maung Bandung?

Secara kewajaran dengan melihat label “timnas” pada diri Firman Utina, M.Ridwan, I Made Wirawan dan Supardi rasanya hasil ini tidak terlalu pantas. Melihat juga pada kiprah Asri Akbar dan Kenji Adachihara musim lalu di Persiba, bahkan Herman Dzumafo hasil yang diraih selama ini sungguh jauh dari ekspektasi.

Harapan publik sempat melambung ketika Persib berhasil menjuarai Celebes Cup. Meski bertajuk turnamen pra musim tetapi keberhasilan menjadi juara membuka harapan bahwa dahaga akan gelar juara bisa terjawab musim ini. Apalagi kini Persib diarsiteki Djajang Nurjaman yang notabene merupakan bagian dari sejarah kejayaan Persib.

Masih diturnamen Pra musim, fase grup Inter Island Cup dilewati dengan mulus. Masalah baru muncul ketika disemifinal Persib mesti berhadapan dengan skuad muda Persisam.

Sartono Anwar, arsitek Persisam, menjadi lawan tangguh bagi Persib. 11 Mei 2010 saat masih melatih Persibo, Sartono menghadang laju Persib di Piala Indonesia dengan hasil imbang 1 – 1. Magis Sartono atas Persib kembali berlanjut di ISL, karena Persib belum bisa membalas kekalahan di semifinal Inter Island Cup, bahkan kembali harus ditekuk oleh skuad Persisam.

Lantas apa yang salah? karena performa Persib terus menurun sejak kekalahan atas Persisam di Inter Island Cup. Bahkan kini Sergio Van Dijk pun telah dibawa, tapi tetap saja kekalahan 2 – 4 atas Mitra Kukar, kembali menyurutkan harapan akan gelar juara.

Formasi kegemaran Djanur adalah pola 4 – 2 – 3 – 1. Satu striker ditopang tiga gelandang serang yang biasanya ditempati oleh M.Ridwan di sayap kanan, Atep di sayap kiri dan Firman Utina ditengah. Posisi dibelakang 3 gelandang biasa ditempati Asri Akbar, Mbida Messi dan Hariono. Centre back dihuni Abanda Herman dan Naser el Sebai, dikanan Supardi mengawal pertahanan dan Tony Sucipto atau Jajang Sukmara disebelah kiri.

Dzumafo yang biasa dimainkan diposisi striker biasa bermain melebar ke sayap, mencoba memberikan peluang gerak kepada 3 gelandang dibelakangnya. Dzumafo tidak hanya berperan sebagai goal getter tetapi juga sebagai pemberi assist.

2 kekalahan pada tur Kalimantan adalah kegagalan lini tengah Persib memenangkan pertarungan. Dari situs Mengbal, disebutkan bahwa formasi 4-2-3-1 akan berhasil jika 3 gelandang bisa mengeksplorasi lini tengah dengan baik. Hanya saja Firman Utina sebagai pembagi bola di lini ini menemui kesulitan karena Lancine Kone ( Persisam ) dan Frangipane ( Mitra Kukar ) yang langsung berhadapan dengan Firman Utina. Kedua pemain ini dengan baik mampu menguasai daerah mereka, menyebabkan Firman tidak leluasa bergerak.

Penyelesaian tipikal Firman dalam kesulitan adalah melepaskan bola – bola panjang ke sayap atau langsung ke kotak penalti. Ini pun bisa dibilang percuma karena finishing touch Persib sangat buruk.

Pada tur Kalimantan kemarin, dua sayap lawan memiliki pergerakan yang cepat. Bayu Gatra dan Ferdinand Sinaga di Persisam, Zulham Zamrun dan Arif Suyono di Mitra Kukar. Konsentrasi 2 gelandang disayap bisa dibilang terpecah antara bertahan dan menyerang.

Sayangnya Djajang Nurjaman gagal untuk adaptif dalam mengatasi tekanan lawan. Lini tengah yang sudah terlihat kalah, terus dipertahankan tanpa melakukan perubahan, meski Persib terus dalam tekanan. Ketiadaan Hariono ketika melawan Mitra Kukar menyempitkan pilihan Persib untuk memasang tembok dilini tengah.

Mungkin ada baiknya, jika Djajang Nurjaman mulai menerapkan 4-4-2. Meskipun formasi ini selalu dipakainya ketika babak II pertandingan berlangsung dengan memasukkan Kenji atau Airlangga. Ketika melawan Persiwa, Persib langsung bermain dengan 2 striker dan hasilnya cukup baik, berbeda dengan ketika hanya memasang satu striker.

Memang saat melawan Mitra Kukar Sergio dan Dzumafo sudah berduet sejak babak pertama, hanya masalahnya adalah lini tengah yang mandek. Djajang perlu memikirkan bagaimana melindungi Firman Utina yang diharapkan menjadi “kreatifitas” lini tengah Persib.

Sore ini, Persib akan bertemu dengan PSPS. Formasi 4-3-3 disebut – sebut akan digunakan Persib. Dzumafo dikanan, Sergio Van Dijk ditengah, dan Kenji dikiri. Hariono menempati pos defensive midfielder, Firman dikiri dan M.Ridwan dikanan. Perubahan dilini pertahanan, adalah masuknya Maman menggantikan Naser yang tampil buruk ditur Kalimantan.

Secara Head to Head, PSPS masih unggul atas Persib. 10 pertemuan menghasilkan 5 kemenangan PSPS, 2 kemenangan Persib dan 3 seri. PSPS pun saat ini berada diperingkat 9 klasemen sedangkan Persib diposisi 17 meski hanya berselisih 3 angka. PSPS meski tidak terlalu baik kondisinya namun bisa mengalahkan skuad bintang Arema. Agresifitas mereka pun cukup baik, meski produktifitas gol rendah.

Ini momen yang baik bagi Persib untuk segera berbenah. Meski kini selisih 10 poin dengan pimpinan klasemen tapi perjalanan masih panjang. Investasi mahal manajemen dalam hal pemain harus sebanding dengan hasil yang bagus. Setidaknya ada diposisi atas klasemen cukup memberikan kelegaan.

Hudang Sib….

sumber :

http://www.ligaindonesia.co.id
http://www.mengbal.com
http://www.pikiran-rakyat.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s