tentang horor

Film horor, The Posession, itu berlalu tanpa ketegangan berarti. Tanpa menimbulkan efek samping, celingak – celinguk pas mau ke kamar mandi, agak berlari – lari melintas ruang TV karena lampu gelap. Bisa dibilang tensi ketegangannya kurang tak sebanding dengan label “based on true story” diawal film.

Meski didukung dengan teknologi bagus, salah satunya saat tangan muncul ditenggorokan, sempet bikin bergidik tapi lanjutannya film yang bercerita tentang Dybbuk ini kalah tegang sama the Orphan yang sama bercerita soal Dybbuk.

Film horror hollywood dan film horor asia sangat berbeda. Perbedaan paling kentara adalah soal wujud hantu. Asia familiar dengan penggambaran hantu perempuan berambut panjang menutupi wajah dengan baju warna putih. Mau di Jepang atau Indonesia, penggambaran sosok hantu ini sama.

sadako

Film hollywood kebanyakan lebih ke penggambaran hantu berupa cahaya – cahaya atau juga sosok yang membawa senjata contoh freddy krueger.

Dalam tulisan di http://www.elrcnsysu.blogspot.com, perbedaan ini juga ada karena biasanya dalam film hollywood film bertema horor lebih kepada pembunuh psikopat yang menghasilkan banyak adegan berdarah – darah. Seperti film SAW atau juga Texas Chainsaw Massacre. Film Hollywood lebih menekankan kepada kejadian – kejadian nyata atau juga urban legend yang ada dimasyarakat.

Pada film asia pun urban legend ini diangkat hanya saja biasanya film horor asia lebih berputar dalam tema kemunculan makhluk – makhluk gaib yang biasanya beredar dalam kepercayaan masyarakat.

Perbedaan kebudayaan ikut juga mewarnai dalam perbedaan antara hollywood dan asia. Karena cerita yang diangkat adalah cerita yang tumbuh dan hidup dimasyarakat maka kebudayaan akan sangat kental membedakan dua industri film ini.

Kalau ditanya lebih tegang yang mana? ini akan kembali ke selera masing – masing. Penonton Asia akan lebih menyukai horor asia dan begitu pula dengan para penonton hollywood. Hanya saja saat ini penonton dari dua benua ini sama – sama saling menonton produksi hollywood dan asia.

Uniknya saat ini, pembuat film Hollywood mulai melirik film – film horor Asia. Kita masih ingat remake film the ring yang aslinya produk Jepang diambil oleh Hollywood dan difilmkan kembali dengan aktor – aktris Hollywood. Ada juga A Tale of Two Sisters yang diremake hollywood dengan judul The Uninvited.

Bukan hanya karena film – film ini mencetak hits di Asia tetapi juga remake film – film ini didasarkan pada selera pasar penonton Amerika. Perbedaan bahasa menjadi salah satu alasan para produsen film untuk membuat ulang film horor Asia.

Tetapi tidak semua remake ini mencetak hits bahkan beberapa diantaranya gagal menyamai kehororan film aslinya. Sejak remake The Grudge yang jadi blockbuster, film – film remake lain gagal mengulangi kesuksesan. Bagaimanapun yang Original tidak terkalahkan.

Biasanya dalam remake ini ada penambahan teknologi tapi tetap saja “kesederhanaan” film original tidak akan terkalahkan. Justru sederhana inilah yang menghasilkan ketegangan.

Kalau saya sih sebenarnya nonton dua – duanya. Horor asia atau hollywood saya tonton. Tapi tetap Asia memang juara soal bikin bulu kudu merinding, The Ring, Ju-On, atau bahkan Malam Satu Suro ( suzanna ) lebih menegangkan dari hollywood.

sumber :

http://www.cinefantastiqueonline.com
http://www.movies.yahoo.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

One thought on “tentang horor”

  1. lebih merinding asia, entah jepang atau thailand. kalau indonesia masa kini cenderung porno –”
    kalau hollywood gak bikin merinding, tapi bikin muntah.. contohnya kayak SAA, Final Destination, Texas Chainsaw.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s