Fight For Asia : Garuda Bangkit

Langkah Garuda dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015 kembali menghadapi ujian berat saat Arab Saudi, yang saat ini memuncaki klasemen Grup C dengan poin 3, akan mencoba untuk mengambil 3 poin dari SUGBK, Sabtu 23 Maret 2013.

Dalam 12 kali pertemuan dengan Arab Saudi sejak tahun 1983 sampai 2011, Indonesia hanya mampu meraih 3 kali hasil imbang dan selebihnya kalah. Indonesia hanya bisa menjaringkan 5 gol ke gawang Arab Saudi dalam 12 kali pertemuan ini. Bandingkan dengan jumlah 35 gol yang berhasil disarangkan Arab Saudi ke gawang Indonesia. Kekalahan terbesar Indonesia saat melawan Arab Saudi adalah pada 17 oktober 2003 saat Arab menang 6 – 0 di Jeddah.

Berikut head to head Indonesia – Arab Saudi dari situs rsssf.com :

1983 Indonesia 1-1 Saudi Arabia Jakarta Olympics 1984 Qual. Round 1 – Group 3

1983 Indonesia 0-3 Saudi Arabia Saudi Arabia Olympics 1984 Qual. Round 1 – Group 3 (

Sep 24, 1986 Indonesia 0-2 Saudi Arabia Seoul Asian Games 1986 Group 3

Nov 29, 1996 Saudi Arabia 4-1 Indonesia Saudi Arabia Friendly

Mar 9, 1997 Saudi Arabia 4-0 Indonesia Singapore Friendly

Mar 12, 1997 Saudi Arabia 1-1 Indonesia Singapore Friendly

Oct 10, 2003 Saudi Arabia 5-0 Indonesia Jeddah

Oct 17, 2003 Indonesia 0-6 Saudi Arabia Jeddah

Feb 18, 2004 Saudi Arabia 3-0 Indonesia Riyadh

Oct 12, 2004 Indonesia 1-3 Saudi Arabia Jakarta

Jul 14, 2007 Indonesia 1-2 Saudi Arabia Jakarta

Oct 7, 2011 Indonesia 0-0 Saudi Arabia Kuala Lumpur

Dalam 3 pertemuan terakhir seperti yang bisa dilihat diatas, ada trend positif peningkatan hasil pertandingan melawan Arab Saudi. Meski hasil 2 kali kalah, namun margin gol tidak terlalu banyak. Juga patut dicermati bahwa Indonesia bisa mencetak gol.

Suasana Latihan Timnas
Suasana Latihan Timnas

Pertemuan terakhir pada 2011 dalam pertandingan bertajuk friendly match Indonesia yang menggunakan formasi 4-3-3 bisa menahan imbang Arab Saudi. Pun ketika itu Indonesia bisa beberapa kali membahayakan gawang Arab Saudi. Memang disisi lain, I Made Wirawan harus berjibaku menjaga gawang Indonesia tetap perawan.

Mungkin saja hasil serupa bisa diraih Indonesia Sabtu, esok hari. Karena sebagian besar pemain yang berhasil menahan Arab Saudi di Kuala Lumpur ketika itu, kini bergabung pula dengan timnas asuhan duet Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago. Hanya Hariono, Wahyu Wijiastanto, Cristian Gonzales, Ferdinan Sinaga dan Yongki Aribowo yang absen.

Susunan pemain 7 Oktober 2011 : I Made Wirawan; Zulkifly Syukur, M. Roby, Hamka Hamzah (Hariono 76), Wahyu Wijiastanto; Ahmad Bustomi (Firman Utina 88), Supardi, M. Ilham; Irfan Bachdim, Ferdinand Sinaga (Zulham Malik 70), Cristian Gonzales (Yongki Aribowo 70)

Satu hal yang harus dipikirkan oleh coach Rahmad Darmawan dan Jacksen F Tiago adalah bagaimana memutus dominasi penguasan bola Arab Saudi. Indonesia selalu tertekan dan dipaksa bertahan manakala berhadapan dengan Arab Saudi. Inilah yang menjadi PR bagi timnas Indonesia. Penguasaan bola setidaknya harus bisa diimbangi dan kecepatan permainan lawan harus diredam skuad Garuda.

Pada pertandingan ujicoba Arab Saudi melawan Malaysia 17 Maret 2013, Arab Saudi bisa menguasai bola sepenuhnya. Seperti diberitakan situs goal.com, penguasaan bola Arab Saudi atas Malaysia bukan hal yang mengejutkan. Satu hal lagi Arab Saudi seringkali menumpukan serangan lewat sayap kanan mereka.

Dominasi penguasaan bola memungkinkan satu tim untuk leluasa mengendalikan jalannya permainan. Jangkar tengah skuad Garuda harus mampu menjadi tembok penghadang serangan Arab Saudi yang masih mengandalkan kecepatan dan tusukan – tusukan cepat ke kotak penalti. Serta hal lain yang mesti diwaspadai adalah umpan – umpan lambung ke kotak penalti. Pada Piala Asia 2007, Indonesia “dihabisi” dengan cara seperti ini. 2 gol yang bersarang kala itu lewat sundulan menyambut umpan dari sayap.

Sebisa mungkin Indonesia harus meminimalisir kesalahan. Kekalahan Indonesia dilaga perdana Grup C kualifikasi Piala Asia 2015 atas Irak, merupakan kesalahan bek Hamdi Hamzah. Satu – satunya gol yang bersarang ke gawang Endra Prasetyo memupus kerja keras skuad asuhan Nil Maizar selama 90 menit.

Lupakan kekalahan atas Irak, karena kini timnas benar – benar “baru”. Walau didominasi para pemain ISL yang sebelumnya memang reguler membela timnas namun semangat baru, semangat rekonsiliasi dipunyai timnas. Belum lagi tambahan 3 pemain fresh lewat naturalisasi, Victor Igbonefo, Greg Nwokolo dan Sergio Van Dijk yang telah menunjukkan performa positif di ISL.

Belum lagi, nampaknya SUGBK kembali akan disesaki para pendukung Indonesia, setelah beberapa pertandingan Indonesia sepi penonton.

Saatnya membalikkan semua hasil negatif Indonesia saat melawan negara – negara jazirah Arab menjadi sesuatu yang positif. Indonesia harus bisa memaksimalkan kekuatan untuk meraih poin. Setidaknya 1 poin menjadi keoptimisan saya untuk pertandingan esok hari.

Semoga saja Indonesia tidak terjebak kembali dalam permainan bola – bola panjang yang sama sekali tidak efektif setiap kali bertemu lawan dari Asia Barat. Berlama – lama memainkan bola alias nyaman ketika bola ada dikaki akan membuka banyak peluang. Karena formasi apapun yang digunakan tidak akan efektif kalau para pemain tidak merasa nyaman dan terlalu hati – hati yang akhirnya pola membuang bola jauh – jauh, dan terburu – buru memberikan umpan yang berujung pada kesalahan akan kembali membuat Indonesia terpuruk.

Rise lads !!! Fight For Asia .

sumber :

http://www.rsssf.com
http://www.goal.com
http://www.wikipedia.org
http://www.kompas.com

Published by

catatanbujangan

masih bujangan sampai saat blog ini dibuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s